Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Dirut PT Aneka Gas Industri Tbk Rachmat Harsono bersama jajaran direksi; Nini Liemijanto, Budi Susanto, Ferryawan Utomo, Imelda Harsono, Djanarko dan Agus Purnomo saat Paparan Publik perseroan di Surabaya, Kamis (12/12/2019). Foto:Amrozi Amenan

Dirut PT Aneka Gas Industri Tbk Rachmat Harsono bersama jajaran direksi; Nini Liemijanto, Budi Susanto, Ferryawan Utomo, Imelda Harsono, Djanarko dan Agus Purnomo saat Paparan Publik perseroan di Surabaya, Kamis (12/12/2019). Foto:Amrozi Amenan

AGII Siapkan Capex Rp 300 Miliar Tambah Filling Stations

Amrozi Amenan, Sabtu, 14 Desember 2019 | 14:16 WIB

SURABAYA, investor.id - Perusahaan gas industri, PT Aneka Gas Industri Tbk (AGII) akan menambah 16 filling station atau pusat pengisian gas hingga menjadi 120 filling stations pada 2020 mendatang. Untuk penambahan filling stations baru itu perseroan menyiapkan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp 250 miliar-Rp 300 miliar.

Presiden Direktur PT Aneka Gas Industri Tbk, Rachmat Harsono mengatakan, perseroan saat ini mengelola 44 plants serta 104 filling stations yang tersebar di 23 provinsi di Indonesia. Sepanjang 9 bulan pertama di tahun ini perseroan telah menyelesaikan pembangunan 4 filling stations baru.

"Seiring dengan perkembangan pasar dan menjaga pangsa pasar, kami berencana terus menambah jumlah filling station secara merata di beberapa wilayah  di Indonesia, baik di pulau Jawa maupun luar pulau Jawa. Hingga akhir tahun 2020 kami menargetkan bisa mengelola 120 filling stations," ujarnya pada acara Paparan Publik PT Aneka Gas Industri Tbk di Surabaya, Kamis (12/12/2019).

Selain penambahan filling stations dan depo di sejumlah daerah, menurut Rachmat, perseroan juga terus melakukan inovasi produk, pengembangan usaha, digitalisasi peralatan di sisi pelanggan serta memperluas jaringan penjualan dan meningkatkan efisiensi biaya operasional.

"Untuk kebutuhan ekspansi di tahun depan itu, kita menyiapkan belanja modal sebesar Rp 250 miliar hingga Rp 300 miliar," ujarnya.

Lebih lanjut Rachmat merinci tentang rencana ekspansi itu. Ada tiga langkah inisiatif yang akan dilakukan perseroan, yakni pengembangan pasar dengan menambah produk baru serta pengembangan aplikasi teknologi berbasis digital yang memungkinkan pelacakan tabung saat pengiriman dengan mudah.

Harapannya ekspansi itu bisa mendukung pertumbuhan yang signifikan di masa mendatang seiring dengan peeluasan pasar pengembangan dan perluasan pasar tersebut.

Saat ini penjualan produk perseroan masih didominasi di wilayah pulau Jawa, sementara kontribusi penjualan luar Jawa sekitar 35%.

Sampai dengan akhir triwulan Ill 2019, perseroan membukukan kenaikan penjualan di atas 10%  menjadi sebesar Rp 1,6 triliun. Kenaikan tersebut sebagian besar berasal dari kenaikan rata-rata harga jual produk.

Untuk Ebitda perseroan, per 30 September 2019 mencapai Rp 508 miliar, mengalami kenaikan 4,7% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yang di angka Rp 485 miliar.

Pertumbuhan tersebut dipicu oleh pertumbuhan di sektor Other Manufacture dan RiteI, masing-masing sebesar 6,3% dan 3,5%.

Sektor-sektor ini memberikan kontribusi sebesar 44% dari pendapatan total perseroan, atau mengalami kenaikan dibandingkan 35% pada periode yang sama di tahun sebelumnya.

"Hingga akhir tahun ini kita optimistis penjualan bisa tumbuh 10-14% dibanding pencapaian tahun lalu," papar Rachmat.

"Untuk tahun depan, kita tetap menargetkan kinerja penjualan bisa naik di atas 10%, seiring dengan pengembangan usaha dan inovasi produk," imbuhnya.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA