Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi. Foto: PT MNC Vision Networks Tbk (IPTV).

Ilustrasi. Foto: PT MNC Vision Networks Tbk (IPTV).

Agresif Akuisisi, MNC Vision akan Beli Saham Kompetitor

Farid Firdaus, Senin, 7 Oktober 2019 | 17:03 WIB

JAKARTA, investor.id – PT MNC Vision Networks Tbk (IPTV) berencana membeli saham kompetitornya, yakni salah satu perusahaan internet protocol television (IPTV) dan broadband di Indonesia. Aksi ini berpeluang menambah portofolio layanan bisnis televisi berlangganan emiten yang dikendalikan Hary Tanoesoedibjo tersebut.

Sekretaris Perusahaan MNC Vision Networks Anthony C Kartawiria mengatakan, kedua pihak telah menandatangani non-disclosure agreement (NDA) atas rencana pembelian saham tersebut. Namun, pihaknya tidak menyebut perusahaan yang menjadi target akuisisi ini.

“Keberhasilan aksi ini akan mengacu pada hasil proses due diligence dan kedua pihak mencapai persyaratan komersial yang disepakati bersama,” jelas dia dalam keterangan resmi.

Pada Agustus lalu, MNC Vision menuntaskan akuisisi 60% saham K-Vision, yang merupakan operator televisi berbayar dengan teknologi satelit KU-band. K-Vision memiliki fokus pelanggan pada segmen pasar menengah ke bawah.

Kesepakatan tersebut dinilai berpotensi menambah 120.000 pelanggan baru per bulan, di luar pertumbuhan pelanggan dari tiga anak perusahaan perseroan, yakni MNC Sky Vision, MNC Play, dan MNC Now.

Direktur Utama MNC Vision Networks Ade Tjendra mengatakan, prioritas perusahaan adalah mengkonsolidasikan industri dengan mengurangi jumlah pemain di pasar. Pada akhirnya berpeluang secara signifikan meningkatkan pangsa pasar perseroan secara keseluruhan di tahun-tahun mendatang.

“K-Vision adalah sebuah akuisisi yang tepat untuk portofolio platform berbasis langganan yang memberikan diversifikasi lebih lanjut berdasarkan segmen dan geografi,” jelas dia.

Sebagai informasi, bisnis televisi berlangganan berbasis satelit MNC selama ini sudah dijalankan oleh PT MNC Sky Vision Tbk (MSKY). MNC juga telah mengelola bisnis IPTV lewat MNC Play.

IPTV adalah layanan yang merujuk kepada layanan siaran televisi dengan menggunakan teknologi internet protocol. Layanan ini disalurkan melalui dekoder lalu tersambung ke perangkat televisi ataupun personal computer.

Berdasarkan data Asosiasi Penyelenggara Multimedia Indonesia (APMI) terdapat sejumlah pemain di industri IPTV Indonesia. Misalnya, PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) yang terkenal lewat saluran Usee TV.

Lalu, ada PT Biznet Multimedia, yang semula terkenal dengan layanan Biznet Cable TV. Dalam waktu dekat, perusahaan ini mengumumkan akan meningkatkan layanan tersebut menjadi Biznet IPTV.

Sementara itu, Trans Media yang dikendalikan Chairul Tanjung juga terkenal dengan Transvision. Semula Transvision menawarkan siaran dengan teknologi satelit, dan dalam perkembangannya juga meluncurkan layanan IPTV.

Bisnis Digital

Sebagai konglomerasi media, Grup MNC berupaya tidak kehilangan fokusnya di bisnis digital dan konten yang dikelola PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN).

Perseroan terus menggenjot pendapatan dari digital dan konten dengan menargetkan kontribusi hingga 40%-50% dari total pendapatan pada 2022 dan 2024. Adapun, saat ini digital dan konten berkontribusi 25% dari total pendapatan MNC.

Direktur Media Nusantara Citra Syafril Nasution mengatakan MNC berusaha memiliki market share yang dominan di bidang digital dan konten. Di sisi lain, perseroan juga mampu memperbesar bisnis televisi konvensional.

Dia menekankan ekspansi di bidang digital dan konten tidak perlu mengeluarkan belanja modal (capital expenditure/capex) lantaran infrastruktur yang dimiliki saat ini sudah sangat lengkap, baik studio canggih maupun fasilitas penunjang lainnya. “Hasilnya tidak hanya pendapatan bertumbuh signifikan, tetapi juga laba bersih akan meningkat pesat,” jelas dia.

Syafril merinci ada berbagai terobosan MNC di bidang digital dan konten yang telah berjalan. Pertama, mobile apps yang memiliki aktivitas seperti voting, kuis dan lain sebagainya, sehingga menghasilkan trafik yang tinggi.

Kedua, di ranah media sosial, konten MNC berusaha menjaring penonton melalui saluran Youtube. Hingga Agustus 2019, MNC mampu menjaring 20,1 miliar view untuk YouTube MNCN. Pendapatan yang perseroan peroleh dari Youtube berasal dari tiga sumber, yaitu revenue share, produksi konten untuk pihak ketiga, dan multi channel network license.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA