Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi PNM. (Foto: Istimewa/Beritasatu.com)

Ilustrasi PNM. (Foto: Istimewa/Beritasatu.com)

Akhir 2019, PNM Terbitkan Obligasi Rp 2 Triliun

Gita Rossiana, Kamis, 12 September 2019 | 12:04 WIB

JAKARTA, investor.id - PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM berencana menerbitkan obligasi senilai Rp 2 triliun pada akhir tahun ini. Obligasi tersebut bagian dari Obligasi Berkelanjutan III PNM dengan nilai total Rp 6 triliun.

Direktur Utama PNM Arief Mulyadi menjelaskan, obligasi merupakan salah satu cara perseroan untuk memenuhi pendanaan tahun ini. Adapun kebutuhan pendanaan sepanjang 2019 sekitar Rp 14 triliun. "Total pendanaan Rp 14 triliun, yang masih dibutuhkan Rp 2 triliun," ujar dia kepada Investor Daily, di Jakarta, Kamis (12/9).

Arief mengungkapkan, ada beberapa hal yang menjadi pertimbangan perseroan sebelum menerbitkan obligasi tersebut. Salah satunya adalah kondisi arus kas perusahaan dan juga adanya dana program yang akan dikucurkan tahun ini.

"Kami akan melihat kemungkinan setelah kuartal III-2019, kalau bisa diterbitkan pada akhir tahun ini atau paling lambat awal 2020," kata dia.

Selain penerbitan obligasi, perseroan masih memiliki opsi pendanaan lain yang bisa digunakan. Arief mengungkapkan, pihaknya masih memiliki fasilitas loan committed unused (LCU) dari perbankan dan opsi lain yang bisa digunakan untuk memenuhi pendanaan.

"Masih ada dana program UMi dan ada peluang penerbitan medium term notes (MTN) yang dikemas dalam produk investasi seperti reksadana penyertaan terbatas (RDPT)," kata dia.

Sementara sebelumnya, perseroan sudah menerbitkan tahap I dari Obligasi Berkelanjutan III PNM dengan nilai Rp 2 triliun. Obligasi ini terdiri atas dua seri, yakni Seri A dengan tenor 3 tahun dan kupon bunga 8,75%-9,75%. Sedangkan Seri B memiliki tenor 5 tahun dengan kupon 9-10%.

Arief mengatakan dana dari penerbitan obligasi digunakan seluruhnya untuk modal kerja yakni pembiayaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Penerbitan obligasi ini dinilai bisa memperkuat permodalan dalam bisnis pembiayaan dan pembinaan UMKM, mengingat pertumbuhan ekonomi sektor UMKM di Indonesia cukup menjanjikan.

Komisaris Utama PNM, Agus Muharram menambahkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2019 diperkirakan di kisaran 5,5% dengan tingkat inflasi 3,5 plus minus 1%. "Pertumbuhan ekonomi tersebut juga didukung dari nilai ekonomi yang dihasilkan oleh usaha mikro kecil dan menengah," kata Agus.

Adapun masa penawaran awal (book building) obligasi dilakukan pada 29 April 2019 hingga 8 Mei 2019, sedangkan masa penawaran umum pada 21-23 Mei 2019. Pencatatan di Bursa Efek Indonesia dilakukan pada tanggal 29 Mei 2019.

Perseroan menunjuk PT Mandiri Sekuritas, PT CIMB Sekuritas Indonesia, dan PT Indo Premier Sekuritas sebagai penjamin emisi pbligasi.

Target Kinerja

Hingga akhir tahun ini, PNM menargetkan pembiayaan sebesar Rp 15,3 triliun, atau naik sekitar 7% dari tahun 2018 sebesar Rp 14,4 triliun. Pembiayaan itu berasal dari dua program unggulannya, yaitu Unit Layanan Modal Mikro (ULaMM) dan Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar).

Untuk total nasabah, Arief mengatakan, pada 2019 PNM menargetkan sebesar 4,75 juta orang atau naik dari akhir 2018 sebesar 4,05 juta orang.

Saat ini PNM memiliki 2.457 kantor layanan, yang terdiri dari 62 kantor cabang PNM, 624 kantor layanan ULaMM dan 1.770 kantor cabang Mekaar. 

 

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA