Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Nilai tukar Rupiah, Sumber : Antara

Nilai tukar Rupiah, Sumber : Antara

Akhir Pekan, Rupiah Ditutup Menguat 47 Poin

Jumat, 27 Mei 2022 | 15:31 WIB
Lona Olavia (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id - Dalam perdagangan akhir pekan ini, Jumat (27/5/2022) mata uang garuda ditutup menguat 47 poin walaupun sebelumnya sempat menguat 56 poin di level Rp 14.565 dari penutupan sebelumnya di level Rp 14.610. Sedangkan untuk perdagangan Senin (30/5/2022) minggu depan, mata uang Rupiah kemungkinan  dibuka  berfluktuatif namun  ditutup melemah di rentang  Rp 14.540-14.590.  

Dari dalam negeri, pasar terus memantau tentang penerimaan pajak hingga 26 Mei 2022 tercatat senilai Rp 679,99 triliun atau telah mencapai lebih dari separuh target penerimaan pajak tahun ini, yakni Rp 1.265 triliun. Dalam empat bulan pertama tren penerimaan pajak tercatat konsisten. Bahkan, pada April 2022, penerimaan pajak melonjak menjadi Rp 245,2 triliun, sementara sebelumnya penerimaan per bulan di kisaran Rp 90-120 triliun.

Hingga Kamis (26/5/2022), penerimaan pajak sepanjang bulan ini tercatat telah mencapai Rp 112,39 triliun atau sejalan dengan tren kuartal pertama. Hal tersebut membuat penerimaan pajak hingga saat ini telah mencakup 53,04 persen dari target 2022.

Sedangkan, penerimaan pajak penghasilan (PPh) non migas hingga kemarin tercatat mencapai Rp416,48 triliun, sedangkan PPh migas mencapai Rp 36,03 triliun. Perolehan pajak pertambahan nilai (PPN) dan pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) mencapai Rp 224,27 triliun, lalu pajak bumi dan bangunan (PBB) serta pajak lainnya Rp 3,21 triliun.

Baca juga: Rupiah Menguat 22 Poin ke Level Rp 14.591 per Dolar AS

Meningkatnya penerimaan pajak ini, disebabkan oleh membaiknya kondisi perekonomian sehingga dapat menopang penerimaan pajak yang lebih tinggi pada tahun ini. Hal tersebut dapat mendukung langkah konsolidasi fiskal, di mana 2022 menjadi tahun terakhir APBN untuk mencatatkan defisit di atas 3 persen.

Sedangkan, dari eksternal, Dolar AS turun pada Jumat pagi di Asia. Mata uang AS jatuh ke level terendah satu bulan, dengan investor menurunkan ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve AS dan tanda-tanda bahwa bank sentral dapat memperlambat atau bahkan menghentikan siklus pengetatan pada paruh kedua tahun 2022.

Risalah dari pertemuan terbaru The Fed, yang dirilis awal pekan ini, menunjukkan bahwa sebagian besar peserta percaya kenaikan 50 basis poin akan sesuai pada pertemuan kebijakan Juni dan Juli 2022. Namun, banyak pembuat kebijakan berpikir besar, kenaikan suku bunga awal akan memberikan ruang untuk jeda nanti pada tahun 2022 untuk menilai dampak dari pengetatan kebijakan tersebut.

Imbal hasil Treasury AS lemah, dengan benchmark 10-tahun mencapai level terendah baru enam minggu. Kekhawatiran inflasi terus mereda bahkan ketika data dan pengumuman perusahaan menunjukkan pertumbuhan ekonomi yang lebih lambat.

 

 

Editor : Lona Olavia (olavia.lona@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN