Menu
Sign in
@ Contact
Search
Pialang memantau pergerakan saham di salah satu galeri sekuritas di Jakarta. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Pialang memantau pergerakan saham di salah satu galeri sekuritas di Jakarta. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Akhir Tahun Sudah Dekat, Simak Rekomendasi Saham Perbankan Panen Cuan

Selasa, 22 Nov 2022 | 04:00 WIB
Muhammad Ghafur Fadillah (muhamad.ghafurfadillah@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Hingga akhir tahun 2022, saham perbankan diproyeksikan tetap menjadi jagoan dalam memanen cuan. Sebut saja saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) hingga PT Bank Central Asia Tbk (BBCA). Proyeksi ini sejalan kinerja positif selama 2022.

Head of Investment PT Reswara Gian Investa Kiswoyo Adi Joe merekomendasikan saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk  (BMRI), kemudian saham dari PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dengan rincian saham BBNI buy pada level Rp 10.000, kemudian BMRI hold di level Rp 10.500.

Baca juga: Genjot Kredit Margin Tinggi, Target Harga Saham BRI (BBRI) Menuju Rp 5.800

“Untuk BBCA direkomendasikan untuk hold pada level Rp 9.000,” jelasnya kepada Investor Daily, Senin (21/11/22).
Secara terpisah, Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana mengatakan, secara teknikal merekomendasikan saham BBCA dengan

Advertisement

range buy pada level Rp 8.675-8.775 dengan target harga pada Rp 9.000-9.175. BBRI range buy di Rp 4.370-4.500 dengan target harga Rp 4.700-4.850, BBTN dengan range buy Rp 1.475-1.510 dengan target harga Rp 1.600-1.650.

Baca juga: Waran Terstruktur Baru Siap Meluncur! Ada BBCA dan BMRI

“Terakhir BBNI range buy Rp 8.800-9.050 dan target harga Rp 9.700-10.000,” ujarnya.

Sebagai informasi, hingga kuartal III-2022 Bank Rakyat Indonesia yang menjadi penguasa kredit mikro ini berhasil menunjukkan performa baik, yaitu laba bersih melesat 106,1% menjadi Rp 39,3 triliun. Pendapatan bunga bersih meningkat 16,3% menjadi Rp 96,5 triliun.

Baca juga: Kembali Cetak Rekor Baru, Market Cap BBCA Kian Tebal

Mengutip Riset dari Samuel Sekuritas, meski sudah menjadi penguasa kredit mikro, BBRI tak berpuas diri dan terus berencana menggenjot kredit mikro pada tahun 2023 dengan tingkat margin yang tentunya lebih tinggi dibandingkan dengan segmen lainnya. Upaya tersebut menjadi sentimen positif terhadap pertumbuhan kinerja keuangan dan saham.

Terkait prospek dalam jangka panjang, Samuel Sekuritas menyebutkan, BRI akan terus menggenjot pertumbuhan kredit mikro dengan margin tinggi dibandingkan segmen lainnya. BBRI juga akan mengandalkan kredit mikro Kupedes yang penyalurannya meningkat +36,1% sampai kuartal III-2022. Atas kinerja ini, dari awal tahun 2022 hingga 21 November 2022 atau year to date (ytd), harga saham BBRI bertumbuh 9,81% atau bertumbuh 410 poin ke 4.590 per saham.

Baca juga: 

Masih di periode yang sama kinerja ciamik lainya juga dibukukan oleh bank swasta terbesar di Indonesia yakni BBCA dengan mengantongi untung sebesar Rp 29 triliun. Capaian tersebut bertumbuh 24,8% dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 23,2 triliun.

Pertumbuhan laba bersih sejalan dengan pendapatan bunga bersih (NII) sebesar 9,3% secara YoY menjadi Rp 46,1 triliun. Selain itu, pendapatan non bunga juga naik 7,8% YoY menjadi Rp 16,7 triliun yang ditopang fee dan komisi tumbuh 15,2%. Adapun harga saham dari BBCA saat ini sebesar Rp 8.7250 per saham, atau melesat 19,11% yang setara dengan 1,400 poin secara ytd. 

Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com