Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PT Nusa Konstruksi Enjiniring.

PT Nusa Konstruksi Enjiniring.

SAHAM DGIK AUTO REJECT ATAS

Akuisisi 51,85% Saham, GDK Pengendali Baru Nusa Konstruksi

Kamis, 7 Oktober 2021 | 14:20 WIB
Parluhutan Situmorang

JAKARTA,Investor.id - PT Nusa Konstruksi Enjiniring Tbk (DGIK) mengumumkan telah terjadi perubahan saham pengendali. Kini, PT Global Dinamika Kencana (GDK) bertindak sebagai pengendali perseroan menggantikan PT Lintas Kebayoran Kota. GDK menjadi pemegang 51,85% saham Nusa Konstruksi.

GDK adalah pemilik perusahaan konstruksi PT Dirgantara Yudha Arta (Dirgantara) yang secara ukuran lebih besar, dibandingkan Nusa Konstruksi. GDK juga tercatat sebagai pengendali saham PT Itama Ranoraya Tbk (IRRA).

Perubahan pengendali saham ini dilakukan setelah GDK membeli sebanyak 2,87 saham DGIK atau setara dengan 51,85% saham. Saham tersebut diakuisisi dengan harga Rp 80 per saham, sehingga nilai transaksinya mencapai Rp 229,85 miliar. Saham DGIK yang dibeli bersal dari PT Lintas Kebayoran Kota, PT Lokasindo Aditama, PT Rezeki Segitiga Emas, dan PT Multidaya Hutama Indokarunia.

Corporate Secretary Nusa Konstruksi Almanda Pohan mengatakan, GDK telah resmi menjadi pengendali baru Nusa Konstruksi. Di sektor jasa konstruksi, grup DGK bukanlah nama baru, karena perusahaan tersebut merupakan pengendali perusahaan konstruksi nasional, PT Dirgantara Yudha Artha (Dirgantara).

Usai akuisisi tersebut, menurut dia, Nusantara Konstruksi dan Dirgantara akan mengkonsolidasikan bisnis jasa konstruksinya. Akuisisi ini secara tidak langsung akan menjadi jalan masuknya secara penuh bisnis konstruksi GDK ke pasar modal. GDK juga akan menggelar penawaran tender (tender offer) terhadap kepemilikan publik sesuai dengan peraturan OJK.

“Akuisisi atau pembelian ini bisa dikategorikan bagian dari ekspansi bisnis GDK group untuk meningkatkan size di sektor konstruksi, Nusantara Konstruksi akan semakin besar lagi dan kuat dengan masuknya GDK sebagai pemegang saham pengendali” ungkap Almanda melalui keterang resmi di Jakarta, Kamis (7/10).

Dirgantara merupakan perusahaan konstruksi yang sudah berdiri sejak tahun 1990. Dirgantara sudah berpartisipasi dalam proyek-proyek konstruksi nasional, seperti infrastruktur bandara (Runway & Hangar), kawasan industri, jalan raya, jalan tol, dan yang terbaru dalam pembangunan proyek Tol Cikopo Palimanan. Dengan akuisisi Nusa Konstruksi, GDK kini memiliki dua anak usaha yang telah listing di Bursa Efek Indonesia, yaitu PT Itama Ranoraya Tbk (IRRA) yang bergerak disektor Healthcare dan Nusantara Konstruksi.

Sinergi Perusahaan
Dalam jangka pendek, dia mengatakan, perseroan segera menggelar rapat umum pemegang saham (RUPS) untuk penguatan jajaran pengurus perseroan, termasuk sinergi Dirgantara dengan Nusa Konstruksi. “Dengan latar belakang yang sama sebagai perushaaan kontruksi tentu proses sinergi akan bisa lebih cepat dalam memberikan nilai tambah,” terangnya.

Almanda melanjutkan, saat ini penting bagi perusahaan konstruksi untuk mendapat dukungan yang kuat untuk pendanaan. Apalagi perbankan belum agresif untuk penyaluran kredit ke sektor usaha ini akibat tingginya rasio NPL di sektor konstruksi.

“Dengan mulai pulihnya sektor kontruksi, maka masuknya GDK sebagai pengendali baru menjadi momentum yang tepat, menjadi energi baru dan modal yang kuat untuk tumbuh,” tutup Almanda.

Sementara itu, pada perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), aksi akuisisi tersebut direspons positif oleh pasar. Hal ini terlihat dari lonjakan harga saham DGIK hingga auto reject atas (ARA) dengan kenaikan Rp 26 (33,77%) menjadi Rp 103.

 

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN