Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Bank Neo Commerce (ist)

Bank Neo Commerce (ist)

Akulaku Pengendali Bank Neo (BBYB) Mau Listing di Bursa AS, Incar Valuasi US$ 2 Miliar

Senin, 17 Januari 2022 | 13:34 WIB
Lona Olavia

JAKARTA, investor.id - Start-up fintech Akulaku yang merupakan pengendali dari PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB) dikabarkan berencana melantai di bursa saham Amerika Serikat melalui merger dengan special purpose acquisition company (SPAC) milik Patrick Grove, Catcha Investment Corp.

Adapun rencana merger ini disebut-sebut akan segera dilaksanakan pada tahun 2022. Kedua pihak disebut masih dalam pembicaraan tahap awal.

Baca juga: Saham Bank Neo (BBYB) Diprediksi Capai Rp 4.340

Jika tidak mencapai kesepakatan, Akulaku akan mempertimbangkan merger dengan SPAC lain. Menurut sumber Bloomberg, merger dengan SPAC akan meningkatkan valuasi Akulaku menjadi US$ 2 miliar atau sekitar Rp 28,6 triliun.

Seiring dengan rencana go public, sumber tersebut mengatakan Akulaku sedang berupaya menggalang pendanaan untuk menghimpun tambahan modal. Nilainya sebesar US$ 200-300 juta atau setara Rp 2,8-4,2 triliun.

Akulaku terakhir kali menghimpun pendanaan pada tahun 2020 dalam putaran Seri D yang dipimpin oleh perusahaan finansial milik Alibaba, Ant Financial. Saat itu, Akulaku mendapatkan suntikan modal sebesar US$ 40 juta atau setara Rp 561 miliar.

Start-up yang didirikan oleh Li Wenbo pada tahun 2016 ini mengklaim telah membukukan kenaikan pendapatan hingga 150% atau mencapai US$ 274 juta atau sekitar Rp 3,9 triliun pada paruh pertama 2021.

Dari sisi pembiayaan, Akulaku mengaku telah menyalurkan Rp 4,9 triliun dengan tingkat non-performing financing sebesar 0,6% sepanjang tahun 2021. Perusahaan menargetkan untuk meningkatkan pembiayaaan menjadi Rp 7 triliun pada tahun 2022.

Baca juga: Siap-Siap, Bank Neo (BBYB) akan Rights Issue Rp 5 Triliun di Kuartal I-2022

Akulaku menyalurkan pembiayaan melalui unit bisnis Akulaku Finance yang fokus pada layanan pinjaman, dan Akulaku Silvrr yang merupakan platform marketplace yang menawarkan produk elektronik dengan mekanisme pembayaran paylater. Akulaku juga mengoperasikan unit peer-to-peer (P2P) lending bernama Asetku.

Rencana Akulaku untuk listing di bursa saham Amerika Serikat akan menambah deretan perusahaan teknologi asal Indonesia yang berencana melantai di bursa melalui SPAC.

Pada tahun 2021, induk perusahaan Kredivo, Finaccel, sudah mengumumkan rencana go public di Nasdaq setelah menandatangani kesepakatan merger dengan VPC Impact Acquisition Holdings II, SPAC yang didukung oleh Victory Park Capital

 

 

Editor : Lona Olavia (olavia.lona@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN