Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PT Dayamitra Telekomunikasi (Mitratel). Foto: Perseroan.

PT Dayamitra Telekomunikasi (Mitratel). Foto: Perseroan.

Alihkan 4.000 Menara ke Mitratel, Telkom Catatkan Nilai Transaksi Rp 6,18 Triliun

Rabu, 22 September 2021 | 15:39 WIB
Gita Rossiana (gita.rossiana@investor.co.id)

JAKARTA, Investor.id - PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) mencatat nilai transaksi pengalihan 4.000 menara milik PT Telekomunikasi Seluler (Telkomsel) kepada PT Dayamitra Telekomunikasi (Mitratel) mencapai Rp 6,18 triliun. Nilai transaksi ini sudah memperhitungkan uang muka sewa lahan dan sewa lahan untuk 10 tahun.

Vice President Investor Relations Telkom Indonesia Andi Setiawan mengatakan, Telkomsel pertama kali mengalihkan sebanyak 6.050 unit menara telekomunikasi pada 14 Oktober 2020. Kemudian, Telkomsel kembali mengalihkan sebanyak 4.000 unit menara pada 31 Agustus 2021.

Pengalihan ini, menurut Andi, bertujuan untuk memperkuat fundamental bisnis, menciptakan nilai tambah, serta sekaligus membantu Mitratel merealisasikan strategi jangka panjangnya. Sedangkan bagi Telkomsel, pengalihan menara akan menjadikan Telkomsel fokus pada bisnis utamanya, yaitu telekomunikasi digital dengan membangun ekosistem digital dan memberikan pengalaman digital terbaik bagi pelanggan Telkomsel.

Berdasarkan perhitungkan perseroan, nilai transaksi pengalihan sebanyak 4.000 menara mencapai Rp 6,18 triliun. Sementara nilai pasar untuk menara tersebut mencapai Rp 4,99 triliun dan nilai pasar sewa lahan sebesar Rp 516,93 miliar.

"Harga transaksi dibandingkan nilai pasar lebih tinggi 4,93%. Mitratel berpendapat bahwa nilai 4,93% di atas penilaian KJPP masih memberikan keuntungan bagi Mitratel," tulis Andi dalam keterangan resmi, Rabu (22/9).

Dengan adanya pengalihan ini, Telkom berharap Telkomsel maupun Mitratel dapat tumbuh lebih tinggi dari pertumbuhan industrinya. Sementara pada semester I-2021, Telkomsel dan Mitratel membukukan pendapatan masing-masing sebesar Rp 43,2 triliun dan Rp 3,2 triliun.

Sementara itu, Direktur Utama Mitratel Theodorus Ardi Hartoko mengemukakan, perseroan berkomitmen untuk terus berupaya menggali potensi-potensi baru dalam rangka memperkuat fundamental perusahaan. Aksi korporasi ini menunjukkan posisi Mitratel sebagai konsolidator bisnis menara telekomunikasi di pasar.

“Transaksi ini kembali mengukuhkan Mitratel sebagai penyedia menara telekomunikasi terbanyak di Indonesia dan akan semakin membuka peluang untuk pemanfaatan menara ini oleh semua tenant yang potensial, terlebih masuknya era 5G di Indonesia,” jelas dia.

Pengalihan kepemilikan menara tersebut juga akan memberikan kesempatan dan layanan yang sama kepada seluruh operator untuk dapat memperluas area, serta meningkatkan pelayanannya kepada pelanggan. Hal itu akan berkontribusi positif untuk percepatan digitalisasi skala nasional.

“Dengan pengalihan ini, Mitratel telah memiliki lebih dari 28 ribu menara telekomunikasi yang tersebar di seluruh Indonesia. Mitratel juga terbuka untuk melakukan transaksi jual beli dengan pihak manapun sepanjang menguntungkan bagi kedua pihak dan memberikan value creation bagi pemangku kepentingan,” ujar dia.

Director Strategic and Portfolio Telkom Budi Setyawan Wijaya mengungkapkan, dengan akuisisi 4.000 menara telekomunikasi milik Telkomsel itu, Mitratel memiliki modal untuk bisa mendominasi ketersediaan menara telekomunikasi di Tanah Air.

Mitratel, lanjut Budi, juga bisa menjadi perusahaan yang lebih independen, sehingga bisa memberikan perlakuan yang sama antara pihak penyewa dari dalam Grup Telkom maupun perusahaan eksternal. "Sebagian besar menara Mitratel berada di luar Jawa sehingga menjadi peluang bagi operator lain untuk mengisi menara tersebut," kata Budi.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN