Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pekerjaan pembangunan konstruksi Jalan Tol Serang-Panimbang. (Foto Dok PUPR)

Pekerjaan pembangunan konstruksi Jalan Tol Serang-Panimbang. (Foto Dok PUPR)

Anak Perusahaan Wika Raih Kredit Sindikasi Rp 6 Triliun

Rabu, 23 Juni 2021 | 11:51 WIB
Abdul Aziz (abdul_aziz@investor.co.id)

JAKARTA, Investor – Anak perusahaan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA), PT Wijaya Karya Serang Panimbang (WSP), meraih kredit sindikasi dan line fasilitas pebiayaan sindikasi senilai total Rp 6 triliun dari PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) Syariah dan 10 bank domestik.

Ke-10 bank itu terdiri atas PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI), PT Bank Panin Dubai Syariah Tbk, PT BPD Jateng,   PT BPD Papua,  PT BPD Sumut, PT BPD Jabar dan Banten, PT BPD Sulsel dan Sulbar, PT Bank Aceh Syariah, serta PT  BPD Sumut Syariah.

“Perjanjian kredit sindikasi dan line fasilitas pembiayaan sindikasi ditandatangani pada 18 Juni 2021,” tutur Sekretaris Perusahaan Wijaya Karya (Wika), Mahendra Vijaya dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, Selasa (22/6) malam.

Mahendra Vijaya menjelaskan, WSP merupakan perusahaan terkendali Wika dengan kepemilikan 83,42%. WSP akan menggunakan kredit tersebut untuk mendukung pembangunan Jalan Tol Serang-Panimbang.

“Kredit sindikasi dan line fasilitas pembiayaan sindikasi akan digunakan untuk fase konstruksi, sekaligus persiapan operasi Jalan Tol Serang-Panimbang,” ujar dia.

Jalan Tol Serang-Panimbang merupakan jalan tol yang menghubungkan Serang dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Tanjung Lesung, Banten. Jalan tol sepanjang 83,6 km itu akan tersambung dengan Jalan Tol Jakarta-Merak.

Harga Saham

Berdasarkan data BEI, pada penutupan sesi I siang ini (Rabu, 23/6), saham WIKA terkoreksi 15 poin (1,3%) ke level Rp 1.080, dengan market cap Rp 9,7 triliun.

Dalam sepekan, saham WIKA melemah 12,9%, dalam sebulan melorot 12,6%, dalam tiga bulan anjlok 34,7%, dan terbenam 45,6% selama tahun berjalan (year to date/ytd).

Dengan laba bersih disetahunkan (annualized) 2021 sebesar Rp 312,7 miiar, Wika memiliki price to earning ratio (PER) 31,11 kali, price to book value (PBV) 0,58 kali, return on asset (RoA) 0,51%, dan return on equity (RoE) 1,86%.

 

Editor : Abdul Aziz (abdul_aziz@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN