Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Salah satu kegiatan tambang batubara.

Salah satu kegiatan tambang batubara.

Anak Usaha Atlas Resources Konversi Utang Jadi Saham Rp 438,6 Miliar

Gita Rossiana, Jumat, 23 Agustus 2019 | 17:47 WIB

JAKARTA, investor.id – Anak usaha PT Atlas Resources Tbk (ARII), PT Optima Persada Energi (OPE), akan melakukan konversi utang senilai Rp 438,69 miliar menjadi saham pada PT Diva Kencana Borneo (DKB). Konversi utang ini dilakukan untuk meningkatkan permodalan DKB.

Berdasarkan keterangan resmi, Diva Kencana Borneo yang merupakan anak usaha Optima Persada Energi mengalami kerugian dalam dua tahun berturut-turut. Pada 2017, Diva Kencana Borneo merugi US$ 23,59 juta, kemudian berlanjut pada 2018 menjadi rugi US$ 29,55 juta.

Kerugian ini membuat Diva Kencana Borneo tidak bisa membayar utang senilai Rp 438,69 miliar kepada Optima Persada Energi. Akibatnya, Optima Persada Energi mengkonversi utang tersebut untuk menjadi saham di Diva Kencana Borneo.

"Diva Kencana Borneo akan menerbitkan saham baru sebanyak 438.690 saham yang sebagian sahamnya akan diambil oleh Optima Persada Energi melalui konversi utang," jelas manajemen Atlas Resources.

Adanya konversi utang dan penerbitan saham baru tersebut, modal dasar dan modal disetor Diva Kencana Borneo berpotensi meningkat. Saat ini, modal dasar Diva Kencana Borneo mencapai Rp 30 miliar dan akan ditingkatkan menjadi Rp 460 miliar. Sementara modal disetor saat ini mencapai Rp 15 miliar dan akan ditingkatkan menjadi Rp 453,69 miliar.

Kendati membukukan kerugian, Optima Persada Energi memandang Diva Kencana Borneo masih memiliki prospek yang bagus baik dari sisi kualitas maupun kuantitas batubara yang dimilikinya. Adanya restrukturisasi ini, Diva Kencana Borneo bisa memperbaiki dan memaksimalkan kinerja sehingga bisa memberikan keuntungan di kemudian hari

Optima Persada Energi adalah anak usaha Atlas Resources dengan kepemilikan 99,96%. Sementara Diva Kencana Borneo adalah anak usaha dari Optima Persada Energi dengan kepemilikan 99,99%.

Adapun Atlas Resources merupakan perusahaan batubara yang cukup dikenal di Indonesia. Dalam perjalanan usahanya selama sepuluh tahun, perseroan mengalami pertumbuhan bisnis yang pesat menyusul dilakukannya aksi akuisisi, eksplorasi dan pengembangan, dengan fokus awal pada wilayah pertambangan batubara regional berskala kecil.

Sejak mulai beroperasi, perseroan  terlibat dalam sejumlah pengembangan proyek, di antaranya proyek eksplorasi dan produksi di lokasi tambang Diva Kencana Borneo  di Hub Kubar yang memproduksi batubara dengan kandungan kalori tinggi dan batubara jenis metallurgical coal.

Selain itu, perseroan juga melakukan ekspansi aset pertambangan dengan mengakuisisi PT Hanson Energy di Hub Oku dan kemudian dilengkapi dengan aksi akuisisi atas Grup Gorby, yang kini dikenal dengan Proyek Mutara (dahulu Muba), serta atas Optima Persada Energi yang memiliki enam lahan konsesi pertambangan.

Perseroan juga memiliki beberapa anak usaha di bidang jasa logistik. Melalui berbagai langkah strategis tersebut, perseroan mampu memperluas skala produksi batubara yang dimilikinya.

Hingga kini, perseroan telah memiliki banyak lahan konsesi yang secara keseluruhan mencapai luas lebih dari 200 ribu ha. Kegiatan eksplorasi maupun produksi batubara Perseroan dikoordinasikan melalui enam hub.

Pada November 2011, perseroan melaksanakan penawaran umum saham perdana (Initial Public Offering/IPO) dengan menerbitkan 650 juta saham dengan harga Rp 1.500 per saham.

Melalui anak perusahaannya, Hanson Energy, perseroan menjalin kontrak jangka panjang (20 tahun) dengan PT PLN untuk memasok batubara ke beberapa PLTU milik PLN.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA