Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi. Foto: PT MNC Vision Networks Tbk (IPTV).

Ilustrasi. Foto: PT MNC Vision Networks Tbk (IPTV).

VALUASI SENTUH RP 8 TRILIUN

Anak Usaha IPTV Merger dengan Malacca Straits

Senin, 22 Maret 2021 | 21:49 WIB
Harso Kurniawan (harso@investor.co.id)

JAKARTA, Investor.id - PT Asia Vision Network (AVN), perusahaan pemilik layanan digital streaming Vision+ sekaligus anak usaha PT MNC Vision Networks Tbk (IPTV), sepakat merger dengan Malacca Straits, emiten Nasdaq berkode saham. Dengan merger tersebut, valuasi perusahaan proforma diprediksi US$ 573 juta atau sekitar Rp 8 triliun.

AVN merupakan induk usaha Vision+, bisnis media over the top (OTT) dengan pertumbuhan tercepat di Indonesia dan MNC Play, operator TV berbayar broadband dan fiber optic nomor tiga di Indonesia. Sementara itu, MLAC adalah perusahaan yang bergerak di bidang akuisisi yang dipimpin oleh CEO Kenneth Ng. Dengan nilai perusahaan US$ 573 juta, rasio EV/EBITDA perusahaan merger mencapai 5,8 kali, sangat menarik dibandingkan perusahaan sejenis. Kedua perusahaan sepakat menuntaskan merger akhir kuartal II-2021 atau awal kuartal III.

Executive Chairman MNC Group Hary Tanoesoedibjo, merger ini menjadi momen yang penting bagi AVN. Aksi korporasi ini akan memperkuat neraca perusahaan dengan potensi dana segar masuk US$ 130 juta.

"Ini tidak hanya akan membantu meningkatkan arus kas kami, melainkan juga memperkuat posisi kami sebagai pemimpin bisnis di pasar OTT Indonesia. Kami memiliki kemitraan dengan pemain infrastruktur utama yang bisa memberikan keuntungan untuk mempertahankan model bisnis kami seiring persiapan yang kami lakukan untuk listing di bursa Nasdaq. Menjadi perusahaan yang listing di AS akan memberikan akses bagi kami untuk menumbuhkan modal sekaligus menjadi platform global terbaik di dunia," kata Hary, Senin (22/3/2021).

Dengan penetrasi media OTT yang baru mencapai 2%, AVN memiliki posisi strategis dalam siklus pertumbuhan awal. Potensi tersebut ditopang oleh posisi Indonesia sebagai negara dengan penduduk nomor empat di dunia dengan PDB US$ 1 triliun lebih. Populasi Indonesia rata-rata berusia 31 tahun.

Selain itu, jangkauan MNC Media mencapai 50% pangsa pemirsa nasional pada siaran TV free-to-air, termasuk 53,5% saat prime-time), kemudian 8 juta lebih pelanggan TV berbayar, sedangkan portal berita yang dimiliki mencatatkan 73 juta lebih pengguna aktif bulanan dan 217 juta follower di akun-akun media sosial milik MNC. Semua itu menjadi landasan dam menguatkan daya tarik AVN.

Hary menilai, kombinasi AVN dan Malacca Straits akan membawa AVN masuk bursa Nasdaq, salah satu pasar modal besar di dunia. Langkah itu akan memperluas akses bagi investor global untuk memiliki perusahaan dengan pertumbuhan OTT dan streaming tercepat di Indonesia.

Kenneth Ng senang bisa menyatukan AVN dan Malacca Straits. Sebagai special purpose vehicle company (SPAC), Malacca Straits sejak awal bertekad mencari perusahaan yang kuat, memiliki model bisnis yang teruji, dan potensi pertumbuhan yang signifikan.

"Dengan kesuksesan AVN menyediakan konten eksklusif bagi jutaan orang, kami tak sabar untuk bekerja sama dengan tim yang memiliki dedikasi kuat. AVN merupakan perusahaan OTT, broadband, dan IPTV dengan jaringan kuat, terus tumbuh, dan sangat menguntungkan. Merger AVN dan Malacca Straits akan memposisikan kita tumbuh dalam jangka panjang serta berkelanjutan," kata dia.

Editor : Harso Kurniawan (harso@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN