Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Bursa Efek Indonesia (BEI). Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal.

Bursa Efek Indonesia (BEI). Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal.

Analis di Start-up Saham Ini Sarankan Beli SIMP, LSIP, dan AALI Karena Potensi 'Gain' Tinggi

Rabu, 6 Januari 2021 | 10:50 WIB
Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Harga komoditas minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) terus naik sejak Juni 2020, seiring sentimen positif dari Malaysia dan Indonesia. Tren positif ini telah mendongkrak harga CPO di Bursa Malaysia Derivatives ke level 3.600 ringgit Malaysia per ton atau tertinggi dalam 8,5 tahun terakhir. Adapun Malaysia dan Indonesia memproduksi 85% pasokan dunia.

Hal itu membuat beberapa analis yang tergabung dalam platform Emiten.com merekomendasikan buy untuk sejumlah saham pilihan di sektor perkebunan sawit, antara lain saham PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP), PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP), dan PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI). Tiga saham tersebut dipilih, karena menunjukkan peforma yang cukup baik sepanjang 2020, meski pandemi Covid-19.

“Walaupun pasar saham dibayangi profit taking, antusiasme investor dan trader tetap tinggi jika dilihat dari pertumbuhan pengguna Emiten.com. Tak lupa kualitas rekomendasi di dalam platform yang terus meningkat seiring bertambahnya analis yang bergabung,” kata Denny Huang, CEO & Founder Emiten.com, dalam keterangan tertulis, Rabu (6/1).

Adapun beberapa faktor yang mendasari para analis di start-up saham ini sepakat bahwa harga CPO dalam tren naik, yaitu terjadinya kenaikan harga kontrak minyak kedelai serta minyak mentah dunia. Kontrak dua komoditas tersebut masing-masing naik sebesar 1,2% dan 1,4%.

Kemudian, Dewan Minyak Sawit Malaysia (MPOB) menyebutkan bahwa output CPO masih tertekan karena fenomena La Nina yang mempengaruhi produksi komoditas CPO Malaysia. Lalu, pelarangan impor CPO produksi Sime Darby Plantation (Malaysia) oleh Amerika Serikat. Di sisi lain, permintaan dunia terhadap CPO yang mulai pulih tidak diseimbangkan oleh kondisi pasokan yang ketat dalam beberapa waktu terakhir.

Salah satu analis yang tergabung dalam Emiten.com, yakni Agung Surya Thidar, merekomendasikan beli saham SIMP dengan target harga Rp 715 dan LSIP dengan target harga Rp 1.860. Sementara, analis juga merekomendasikan beli AALI dengan target harga Rp 18.000. Selain itu, Erick Sutojo merekomendasikan beli SIMP dengan target harga Rp 900.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN