Menu
Sign in
@ Contact
Search
Bijih feronikel Antam (ANTM) siap ekspor di Pelabuhan Pomalaa, Kolaka, Sultra. (ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman/pd/18)

Bijih feronikel Antam (ANTM) siap ekspor di Pelabuhan Pomalaa, Kolaka, Sultra. (ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman/pd/18)

Antam (ANTM) dan Perusahaan Tiongkok Perkuat Pengembangan Baterai Kendaraan Listrik

Kamis, 17 Nov 2022 | 04:30 WIB
Muawwan Daelami (muawwan@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM) sepakat menandatangani Framework Agreement (FA) dengan produsen prekursor, CNGR Hong Kong Material Science & Technology Co., Ltd. (CNGR) untuk memperkuat pengembangan bahan baku baterai kendaraan listrik.

Sekretaris Perusahaan Antam (ANTM) Syarif Faisal Alkadrie menjelaskan, dalam perjanjian tersebut, perseroan melalui anak usaha, PT Kawasan Industri Antam Timur (PT KIAT), akan membangun dan mengelola kawasan industri di area Izin Usaha Pertambangan Antam di Pomalaa, Sulawesi Tenggara.

Baca juga: Antam (ANTM) Mau Bangun Kawasan Industri Hilirisasi Bijih Nikel, Ajak CNGR

Sementara CNGR melalui anak usahanya, PT Pomalaa New Energy Material (PT PNEM) bakal mengembangkan fasilitas pengolahan bijih nikel laterit menjadi nickel matte sebagai bahan baku baterai kendaraan listrik dengan menggunakan teknologi oxygen-enriched side-blown furnace (OESBF) yang dimiliki CNGR.

Advertisement

Tambang Pomalaa ini diproyeksikan  memiliki kapasitas produksi terpasang sebesar 80 ribu ton nikel dalam produk nickel matte yang terbagi dalam dua fase pembangunan. Lalu, PT PNEM akan bertindak sebagai tenant di kawasan industri yang dikelola PT KIAT.

"Dalam sinergi ini, masing-masing CNGR dan Antam mendapatkan kesempatan untuk berpartisipasi dalam kepemilikan saham di masing-masing anak usaha yaitu PT PNEM dan PT KIAT," jelas Faisal dalam keterangan resmi, Rabu (16/11/2022).

Baca juga: Minat Warga Investasi Emas Meningkat, Antam (ANTM) dan Hartadinata (HRTA) Perkuat Kolaborasi

Sesuai rencana, pembangunan kawasan industri dan fasilitas pengolahan nikel di Pomalaa ini akan tuntas dan mulai beroperasi pada 2025. Sejalan dengan penyelesaian pembangunan smelter PT PNEM, perseroan juga akan mendukung suplai kecukupan bahan baku pabrik bijih nikel laterit.

Melalui penandatangan FA, lanjut Syarif, perseroan berharap dapat meningkatkan nilai tambah produk nikel dan mendukung pengembangan penerapan energi hijau berbasis EV Battery melalui sinergi penerapan keunggulan teknologi dan sumber daya kedua belah pihak.

Baca juga: Antam (ANTM) Ungkap Alasan Ekspansi ke Produk Liontin

Untuk diketahui, kesepakatan antara Antam dan CNGR ini ditandatangani langsung Direktur Utama Antam (ANTM) Nico Kanter dengan Chairman dan President CNGR Deng Weiming pada B20 Investment Forum di Bali Nusa Dua Convention Center, Nusa Dua, Bali, pada 11 November 2022.

Kemitraan yang berhasil dicapai anggota BUMN Holding Industri Pertambangan, MIND ID, ini sekaligus menindaklanjuti Perjanjian Pendahuluan (Head of Agreement) untuk pembangunan dan pengembangan kawasan industri hilirisasi bijih nikel menjadi bahan baku baterai yang ditandatangani kedua belah pihak pada 5 Agustus 2022.

Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com