Menu
Sign in
@ Contact
Search
Seorang pekerja tambang PT Aneka Tambang Tbk (Antam) menunjukkan bijih nikel yang siap diolah menjadi feronikel. (Ilustrasi/ANTARA/HO-Antam)

Seorang pekerja tambang PT Aneka Tambang Tbk (Antam) menunjukkan bijih nikel yang siap diolah menjadi feronikel. (Ilustrasi/ANTARA/HO-Antam)

Antam (ANTM) Mau Bangun Kawasan Industri Hilirisasi Bijih Nikel, Ajak CNGR

Rabu, 16 Nov 2022 | 17:07 WIB
Thresa Sandra Desfika (thresa.desfika@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Sebagai bagian dari upaya untuk memperkuat bisnis inti dan implementasi pengembangan energi yang ramah lingkungan, CNGR Hong Kong Material Science & Technology Co Ltd (CNGR) melakukan penandatanganan framework agreement (FA) atau kerangka perjanjian dengan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau Antam.

Dalam keterangan resmi, Rabu (16/11/2022), dijelaskan bahwa penandatangan FA sebagai tindak lanjut dari perjanjian pendahuluan (head of agreement) untuk pembangunan dan pengembangan kawasan industri hilirisasi bijih nikel menjadi bahan baku baterai yang sebelumnya ditandatangani oleh kedua belah pihak pada tanggal 5 Agustus 2022.

Baca juga: Gandeng Total Eren, Adaro (ADRO) Menang Tender Proyek PLTB Tanah Laut

Penandatanganan FA dilakukan oleh Chairman dan President CNGR Deng Weiming dan Direktur Utama Antam Nico Kanter. Penandatangan FA tersebut dilaksanakan pada event B20 Investment Forum tanggal 11 November 2022, di Bali Nusa Dua Convention Center, Nusa Dua, Bali.

Advertisement

Dalam FA, Antam melalui anak perusahaannya PT Kawasan Industri Antam Timur (PT KIAT) akan membangun dan mengelola kawasan industri di area izin usaha pertambangan Antam di Pomalaa, Sulawesi Tenggara, dan CNGR melalui anak perusahaannya PT Pomalaa New Energy Material (PT PNEM) akan mengembangkan fasilitas pengolahan bijih nikel laterit menjadi nickel matte yang merupakan bahan baku baterai kendaraan listrik dengan menggunakan teknologi OESBF (oxygen-enriched side-blown furnace) yang dimiliki oleh CNGR dengan kapasitas produksi terpasang sebesar 80.000 ton nikel dalam produk nickel matte yang terbagi dalam dua fase pembangunan. PT PNEM selanjutnya akan menjadi tenant pada kawasan industri yang dikelola oleh PT KIAT.

Baca juga: BRI (BBRI) Lagi Siapkan Aksi Korporasi, lho!

Dalam sinergi ini, masing-masing CNGR dan Antam juga mendapatkan kesempatan untuk berpartisipasi dalam kepemilikan saham di masing-masing anak usaha yaitu PT PNEM dan PT KIAT. Adapun pembangunan kawasan industri dan fasilitas pengolahan nikel direncanakan akan rampung dan mulai beroperasi pada tahun 2025.

Sejalan dengan penyelesaian pembangunan smelter PT PNEM, Antam akan mendukung suplai kecukupan bahan baku pabrik bijih nikel laterit.

Editor : Theresa Sandra Desfika (theresa.sandra@investor.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com