Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Emas Antam. Foto: dok. ID

Emas Antam. Foto: dok. ID

Antam Beri Kejutan

Rabu, 11 November 2020 | 04:32 WIB
Parluhutan Situmorang

JAKARTA, investor.id - PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau Antam mencatat lonjakan laba bersih hingga kuartal III-2020 yang melampaui ekspektasi sejumlah analis. Kuatnya pertumbuhan laba diperkirakan berlanjut sampai akhir tahun ini sejalan dengan penurunan biaya kas produksi, penurunan pajak, peningkatan produksi dan penjualan, serta kenaikan harga jual komoditas.

Analis BRI Danareksa Sekuritas Stefanus Darmagiri mengungkapkan, Antam memiliki beberapa faktor positif, seperti peningkatan produksi feronikel sejalan dengan peningkatan utilisasi pabrik Pomalaa. Begitu juga dengan harga jual nikel yang diperkirakan lebih baik dibandingkan proyeksi semula tahun ini. Peningkatan harga jual sejalan dengan peningkatan permintaan global dan mulai beroperasinya sejumlah smelter di dalam negeri.

“Kami memperkirakan asumsi harga jual nikel lebih baik dibandingkan perkiraan semula. Harga jual komoditas ini diharapkan mencapai US$ 16.000 per ton pada 2021 dan US$ 17.000 per ton pada 2020. Begitu juga dengan biaya produksi diharapkan turun yang berdampak terhadap keuntungan Antam,” tulis Stefanus dalam riset terbaru.

Dia menyebutkan, penurunan biaya operasional perseroan telah terlihat dalam beberapa kuartal terakhir. Perseroan mencatat penurunan biaya produksi tunai (cash cost) feronikel sebesar 10,5% menjadi US$ 3,34/lb hingga kuartal III-2020. Penurunan ini dipengaruhi oleh koreksiharga minyak, penurunan beban pokok penjualan, dan penurunan pajak perusahaan. Hal ini membuat laba bersih perseroan hingga September 2020 melesat.

Selain faktor tersebut, upaya perseroan memitigasi larangan ekspor bijih nikel dengan menggenjot penjualan domestic mulai membuahkan hasil. Perseroan juga mulai menghadapinormalisasi produksi emas yang sebelumnya terkendala akibat penerapan social distancing.

Emas Antam. Foto: B1 photo/Joe
Emas Antam. Foto: B1 photo/Joe

Gerai penjualan emas perseroan juga mulai beroperasi penuh sejak kuartal III-2020 yang diharapkan berdampak positif terhadap kinerja sampai akhir tahun ini. Sebab itu, Stefanus merevisi naik target laba bersih Antam tahun ini dari Rp 293 miliar menjadi Rp 998 miliar. Begitu juga dengan perkiraan penjualan perseroan tahun ini dinaikkan dari Rp 21,44 triliun menjadi Rp 25,12 triliun. Target kinerja tersebut menggambarkanperkiraan volume penjualan feronikel yang mencapai 27 ribu ton tahun ini dengan kisaran harga US$ 6,35/lb.

Dia juga menaikkan target laba bersih Antam tahun 2021 dari Rp 330 miliar menjadi Rp 1,06 triliun. Sedangkan perkiraan penjualan dinaikkan dari Rp 29,38 triliun menjadi Rp 31,59 triliun. Target tersebut merefleksikan perkiraan volume penjualan feronikel mencapai 28 ribu ton, sedangkan bijih nikel sebanyak 2,09 juta wet metric ton (wmt) dan emas 30 ribu kilogram.

Revisi naik target kinerja keuangan tersebut mendorong BRI Danareksa Sekuritas untuk merekomendasikan beli ANTM dengan target harga Rp 1.300. Pandangan positif terhadap kinerja keuangan Antam juga disampaikan oleh analis Sinarmas Sekuritas Richard Suherman.

Menurut dia, target kinerja keuangan Antam direvisi naik, seiring dengan lonjakan laba bersih perseroan hingga kuartal III-2020. Lonjakan laba bersih tersebut ditopang oleh peningkatan harga jual bijih nikel dan pertumbuhan margin keuntungan transaksi emas.

“Kami menaikkan target laba bersih Antam tahun ini menjadiRp 1,2 triliun dan diharapkan meningkat menjadi Rp 1,4 triliun pada 2021. Kami juga menargetkan asumsi volume penjualan bijih nikel perseroansebanyak 2,6 juta wmt tahun 2020 dan naik menjadi 3,3 juta wmt pada 2021,” tulis Richard dalam risetnya.

Dia menilai, peningkatan volume dan harga jual nikel tersebut dipengaruhi oleh pengoperasian sejumlah pabrik pemurnian nikel. Sedangkan dari bisnis transaksi emas diperkirakan mencatatkan peningkatan margin keuntungan ke depan. Hal ini akan memperbesar pertumbuhan keuntungan perseroan. Berbagai faktor tersebut mendorong Sinarmas Sekuritas untuk merevisi naik target harga ANTM menjadi Rp 1.300 dengan rekomendasi beli.

Target harga tersebut mempertimbangkan lonjakan laba bersih perseroan menjadi Rp 1,15 triliun tahun ini dibandingkan realisasi tahun lalu senilai Rp 194 miliar. Penjualan perseroan tahun ini diperkirakan turun menjadi Rp 28,02 triliun dibandingkan 2019 yang sebanyak Rp 32,71 triliun.

Melonjak 30,3%

emas ANtam
emas ANtam

Antam membukukan lonjakan laba bersih sebesar 30,3% menjadi Rp 835 miliar hingga kuartal III-2020 dibandingkan periode sama tahun lalu senilai Rp 642 miliar.

Sedangkan pendapatan turun 26,5% dari Rp 24,55 triliun menjadi Rp 18,03 triliun. Lonjakan laba bersih sejalan dengan lonjakan margin kotor (gross margin) perseroan dari 13,8% menjadi 16,1%. Begitu juga dengan margin keuntungan bersih naik dari 2,6% menjadi 4,6%. Peningkatan margin tersebut didukung oleh penurunan biaya bersamaan dengan normalisasi pajak. Lonjakan laba bersih tersebut juga ditopang oleh keberhasilan perseroan mencetak laba bersih senilai Rp 751 miliar pada kuartal III-2020.

BRI Danareksa Sekuritas menyebutkan bahwa perolehan laba bersih Antam hingga kuartal III-2020 setara dengan 285% dari target tahun ini sebelum direvisi naik.

Sedangkan pencapaian pendapatan telah mencerminkan 84% dari target tahun ini. Sedangkan tim riset Sinarmas Sekuritas menyebutkan bahwa perolehan laba bersih Antam hingga kuartal III- 2020 merefleksikan 206,8% dari target sebelum direvisinaik. Sedangkan pencapaian penjualan telah mencerminkan 66,1% dari target pendapatan tahun ini. Lonjakan laba bersih didukung oleh penurunan biaya produksi, penurunan pajak, dan peningkatan harga jual komoditas.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN