Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Emas Antam. Foto: B1 photo/Joe

Emas Antam. Foto: B1 photo/Joe

Antam Makin Untung Berkat Kenaikan Harga Emas

Sabtu, 8 Agustus 2020 | 04:33 WIB
Parluhutan Situmorang

JAKARTA, investor.id - Berlanjutnya kenaikan harga jual emas akan menjadi sentimen positif terhadap kinerja keuangan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau Antam pada semester II tahun ini. Dukungan positif juga datang dari volume produksi dan penjualan feronikel yang diperkirakanmeningkat setelah peningkatan utilisasi pabrik di Pomalaa, Sulawesi Tenggara.

Analis Danareksa Sekuritas Stefanus Darmagiri mengungkapkan, harga jual emas telah berada di atas level US$ 2.000 per troy ounce dalam beberapa hari terakhir. Penguatan harga tersebut diperkirakan dapat mendongkrak laba bersih Antam tahun ini dibandingkan perolehan tahun lalu. Apalagi, harga jual masih dalam tren naik hingga beberapa pekan mendatang.

“Kami memperkirakan solidnya harga jual nikel dan berlanjutnya penguatan harga jual emas akan memperkuat kinerja keuangan Antam pada kuartal III tahun ini. Namun, penurunan target volume penjualan emas akibat fokus perseroan memperkuat penjualan emas di dalam negeri setelah pembatasan sosial menjadi penghambat kinerja tahun ini,” tulis Stefanus dalam risetnya, baru-baru ini.

Emas Antam. Foto: dok. ID
Emas Antam. Foto: dok. ID

Meski demikian, kinerja keuangan Antam juga bakal didukung oleh peningkatan produksi feronikel yang ditargetkan sebesar 5% menjadi 27 ribu ton tahun ini. Peningkatan tersebut ditopang oleh kenaikan utilisasi pabrik feronikel di Pomalaa.

Perseroan juga mengincar peningkatan volume penjualan bijih nikel di pasar domestik sebagai mitigasi pelarangan ekspor komoditas tersebut. Namun, volume produksi bijih nikel

perseroan tahun ini diprediksi tetap anjlok 60% menjadi 4,2 juta ton.

Tren penguatan harga komoditas emas di pasar global tersebut mendorong Danareksa Sekuritas untuk merevisi naik rata-rata harga jual emas Antam dari US$ 1.400 menjadi US$ 1.700 per troy ounce tahun ini.

Sedangkan volume penjualan komoditas ini dipangkas dari 32 ribu kg menjadi 18 ribu kg. Volume produksi emas perseroan dipertahankan sebanyak 18 kg tahun ini. Revisi naik target harga jual emas tersebut mendorong

Danareksa Sekuritas untuk merevisi kinerja keuangan Antam tahun ini. Target laba bersih direvisi naik dari Rp 235 miliar menjadi Rp 293 miliar.

Harga emas masih di level tertinggi. Foto: SP/Joanito De Saojoao
Harga emas masih di level tertinggi. Foto: SP/Joanito De Saojoao

Sedangkan estimasi pendapatan direvisi turun dari Rp 27,9 triliun menjadi Rp 21,44 triliun. Danareksa Sekuritas juga menaikkan target harga saham ANTM menjadi Rp 900 dengan rekomendasi beli. Hingga semester I-2020, Antam membukukan laba bersih senilai Rp 85 miliar, turun dibandingkan periode sama tahun lalu yang mencapai Rp 428 miliar.

Sedangkan pendapatan turun dari Rp 14,42 triliun menjadi Rp 9,22 triliun. Perolehan laba bersih tersebut ditopang oleh kenaikan harga jual emas dan keuntungan selisih kurs.

“Realisasi pendapatan setara dengan 43% dari target tahun ini. Sedangkan raihan laba bersih merefleksikan 29% dari estimasi sepanjang tahun ini,” sebut Stefanus.

Penurunan kinerja tersebut sejalan dengan pelemahan volume penjualan komoditas perseroan, yaitu emas turun dari 15.741 kg menjadi 7.915 kg. Begitu juga dengan volume penjualan nikel anjlok dari 3,9 juta ton menjadi 167 ribu ton. Sedangkan penjualan feronikel turun dari 13.157 ton menjadi 13.045 ton.

Penuh Tantangan

Harga emas masih di level tertinggi. Foto: SP/Joanito De Saojoao
Harga emas masih di level tertinggi. Foto: SP/Joanito De Saojoao

Sementara itu, analis NH Korindo Sekuritas Meilki Darmawan mengungkapkan, Antam akan menghadapi tantangan berat tahun ini, meskipun harga emas cenderung meningkat dalam beberapa bulan terakhir. Tantangan perseroan berasal dari pandemic Covid-19 yang akan membuat realisasi kinerja keuangan perseroan turun.

Peningkatan beban keuangan juga disinyalir mempersulit perseroan untuk menaikkan keuntungan sepanjang tahun ini. Meski demikian, penjualan komoditas emas diharapkan sebagai penopang kinerja keuangan, seiring dengan kenaikan harga jual dan penurunan biaya eksplorasi. Hal ini mendorong NH Korindo Sekuritas merevisi turun target kinerja keuangan Antam tahun ini.

Revisi turun target kinerja keuangan juga sejalan dengan pemangkasan target produksi dan penjualan komoditas tambang perseroan tahun ini. Penjualan emas perseroan dipangkas dari semula 20.874 kg menjadi 19.888 kg.

Begitu juga dengan penjualan feronikel dipangkas dari 27.917 Tni menjadi 26.588 Tni. Sedangkan target rata-rata harga jual emas tahun ini diharapkan meningkat menjadi Rp 991 juta per kg dan feronikel mencapai Rp 165 juta per Tni. NH Korindo Sekuritas memangkas target laba bersih Antam tahun ini dari Rp 889 miliar menjadi Rp 16 miliar dibandingkan realisasi tahun lalu senilai Rp 194 miliar.

Sedangkan perkiraan pendapatan direvisi turun dari Rp 36,45 triliun menjadi Rp 25,03 triliun dibandingkan pencapaian tahun 2019 senilai Rp 32,71 triliun.

Harga emas masih di level tertinggi. Foto: SP/Joanito De Saojoao
Harga emas masih di level tertinggi. Foto: SP/Joanito De Saojoao

Meskipun kinerja keuangan perseroan dipangkas, NH Korindo Sekuritas tetap mempertahankan rekomendasi beli dengan target harga saham Rp 850. Target tersebut merefleksikan tren peningkatan harga jual emas, ekspansi pasar perseroan ke Eropa, dan pembangunan industri hilir yang diharapkan meningkatkan nilai produk perseroan. Target harga tersebut juga mengimplementasikan perkiraan EV/ EBITDA mencapai 17,8 kali dibandingkan harga sekarang yang mencerminkan EV/ EBITDA sekitar 15,7 kali.

Sebelumnya, Sekretaris Perusahaan Antam Kunto Hendrapawoko mengatakan, Antam memfokuskan penguatan basis pelanggan bisnis ritel logam mulia di pasar domestik, seiring dengan peningkatan permintaan emas dalam beberapa bulan terakhir.

Perseroan juga akan menerapkan efisiensi biaya operasional untuk menopang kinerja keuangan tahun ini. Menurut dia, penguatan basis pelanggan segmen ritel logam mulia dan efisiensi biaya operasional akan menjadi fokus perseroan untuk menopang kinerja keuangan tahun ini.

“Segmen logam mulia dan pemurnian mencetak pertumbuhan laba usaha mencapai 111% menjadi Rp 495,16 miliar pada semester I-2020 dibandingkan periode sama tahun lalu sebesar Rp 234,94 miliar. Peningkatan ini didukung oleh penguatan rata-rata harga emas global sebesar 26%,” jelasnya.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN