Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Emas Antam. Foto: BeritaSatuPhoto/Joanito De Saojoao.

Emas Antam. Foto: BeritaSatuPhoto/Joanito De Saojoao.

Antam Melompat Lebih Tinggi

Selasa, 5 Oktober 2021 | 22:18 WIB
Parluhutan Situmorang

JAKARTA, investor.id - PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau Antam berhasil membalikkan keadaan dengan membukukan keuntungan yang besar pada semester I-2021 dibandingkan periode sama tahun lalu yang merugi. Lonjakan itu menjadi katalis positif terhadap pergerakan harga ANTM. Terlebih, kondisi serupa diperkirakan berlanjut pada semester II tahun ini.

Kinerja keuangan Antam bakal ditopang oleh berlanjutnya peningkatan volume produksi dan penjualan komoditas feronikel dan emas. Begitu juga dengan harga jual kedua komoditas tersebut diperkirakan meningkat sampai akhir tahun ini.

Analis BRI Danareksa Sekuritas Stefanus Darmagiri mengungkapkan, realisasi kinerja keuangan Antam sepanjang semester I-2021 telah melampaui estimasi. Perseroan berhasil mencetak laba bersih Rp 1,2 triliun pada semester I-2021, jauh lebih baik dibandingkan periode sama tahun lalu yang mencatat rugi bersih Rp 159 miliar.

“Realisasi keuntungan tersebut telah melampaui estimasi kami atau setara dengan 55% dari target laba bersih tahun ini. Lonjakan laba bersih tersebut mendorong kami untuk merevisi naik target kinerja keuangan Antam tahun ini,” tulis Stefanus dalam risetnya.

Ringkasan kinerja keuangan Aneka Tambang
Ringkasan kinerja keuangan Aneka Tambang

Mengenai lonjakan kinerja keuangan Antam tersebut, dia menjelaskan bahwa hal itu didukung oleh kuatnya kinerja divisi penjualan emas dan nikel. Perseroan mencatatkan peningkatan volume penjualan bijih nikel menjadi 3,7 juta wmt dibandingkan semester I-2020 sebanyak 0,2 juta wmt.

Begitu juga dengan volume penjualan emas melonjak 68,6% menjadi 13,3 ton dan perseroan juga mencatatkan penurunan beban bunga hingga 37,2%. Bahkan perseroan meraih keuntungan kurs Rp 19 miliar dibandingkan semester I-2020 yang mencatat rugi kurs Rp 181 miliar.

Menurut Stefanus, revisi naik target kinerja keuangan Antam juga didukung oleh kinerja operasional yang berjalan baik hingga akhir Juni 2021. Bahkan produksi bijih nikel perseroan telah mencapai 5,34 juta wmt hingga semester I-2021 dibandingkan target tahun ini 8,4 juta wmt.

Sedangkan volume penjualan bijih nikel diprediksi mencapai 7 juta wmt tahun ini. Begitu juga dengan penjualan emas diperkirakan bisa mencapai 19 ton tahun ini, apalagi setelah perseroan merealisasikan penjualan sebanyak 13,3 juta ton pada semester I-2021.

Angka penjualan tersebut tergolong tinggi di tengah PPKM yang masih berlangsung dan memicu penutupan beberapa gerai perseroan.

Berbagai faktor tersebut mendorong BRI Danareksa Sekuritas merevisi naik target harga saham ANTM dari Rp 3.200 menjadi Rp 3.300. Saham ANTM juga direkomendasikan beli. Target harga tersebut mempertimbangkan lonjakan volume penjualan bijih nikel dan solidnya harga komoditas tersebut.

Harga saham ANTM dalam satu dekade terakhir
Harga saham ANTM dalam satu dekade terakhir

Target harga tersebut juga mempertimbangkan revisi naik proyeksi kinerja keuangan Antam tahun 2021 dan 2022.

BRI Danareksa Sekuritas merevisi naik proyeksi laba bersih Antam tahun ini dari Rp 2,12 triliun menjadi Rp 2,32 triliun. Perkiraan pendapatan perseroan juga direvisi naik dari Rp 29,45 triliun menjadi Rp 30,52 triliun.

Perseroan diperkirakan menjual sebanyak 26.000 ton feronikel, Sedangkan penjualan bijih nikel diperkirakan mencapai 7,18 juta wmt dan penjualan emas diperkirakan mencapai 21 ribu kilogram.

BRI Danareksa Sekuritas juga merevisi naik target kinerja keuangan Antam tahun 2022. Estimasi laba bersih direvisi naik dari Rp 2,51 triliun menjadi Rp 2,72 triliun. Begitu juga dengan perkiraan pendapatan direvisi meningkat dari Rp 32,07 triliun menjadi Rp 32,85 triliun.

Target kinerja tersebut sejalan dengan estimasi volume penjualan feronikel sebanyak 27.000 ton, bijih nikel mencapai 9,11 juta ton, dan penjualan emas mencapai 23 ribu kilogram.

Prospek ANTM
Prospek ANTM

Sementara itu, analis Mirae Asset Sekuritas Juan Harahap mengungkapkan, realisasi kinerja keuangan Antam sepanjang semester I-2021 sudah sesuai dengan perkiraan Mirae, meski berada di atas konsensus analis. Lonjakan tersebut didukung oleh peningkatan pendapatan dari segmen feronikel dan emas.

“Kami memperkirakan kinerja keuangan perseroan melaju sesuai dengan ekspektasi hingga akhir tahun ini, sehingga kami mempertahankan target kinerja keuangan perseroan sepanjang tahun ini,” tulis dia dalam risetnya.

Juan memprediksi laba bersih Antam mencapai Rp 2,54 triliun tahun ini dibandingkan raihan tahun lalu sebesar Rp 1,14 triliun.

Begitu juga dengan pendapatan diperkirakan meningkat dari Rp 27,37 triliun menjadi Rp 32,20  triliun.

Mirae Asset Sekuritas juga mempertahankan rekomendasi beli saham ANTM dengan target harga Rp 3.250. Target harga tersebut merefleksikan perkiraan peningkatan margin keuntungan seluruh segmen dan tren peningkatan harga jual nikel tahun ini.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN