Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Petugas memperlihatkan emas batangan di Jakarta, Senin (7/12/2020). Harga emas batangan bersertifikat logam mulia PT Aneka Tambang (Antam) Tbk pada perdagangan kemarin mencapai Rp 959.000 per gram, turun Rp 1.000 dari perdagangan sebelumnya. BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Petugas memperlihatkan emas batangan di Jakarta, Senin (7/12/2020). Harga emas batangan bersertifikat logam mulia PT Aneka Tambang (Antam) Tbk pada perdagangan kemarin mencapai Rp 959.000 per gram, turun Rp 1.000 dari perdagangan sebelumnya. BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Antam Tetapkan Rasio Dividen 35%

Rabu, 7 April 2021 | 20:14 WIB
Farid Firdaus (farid.firdaus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, Investor.id - PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau ANTM menetapkan dividen tuntai senilai Rp 402,27 miliar atau setara dengan 35% dari laba bersih sebagai dividen tunai tahun buku 2020. Rasio dividen Antam tersebut sama seperti tahun-tahun sebelumnya.

Antam membukukan laba bersih Rp 1,14 triliun pada 2020, melonjak 492% dari raihan tahun 2019 senilai Rp 193,85 miliar. Demikian keputusan rapat umum pemegang saham tahunan (RUPS) yang digelar di Jakarta, hari ini.

Senior Vice President Corporate Secretary Antam Kunto Hendrapawoko mengatakan, Antam memiliki kebijakan membagikan dividen tunai kepada seluruh pemegang saham setidaknya satu kali dalam setahun. Dalam kebijakan dividen, perseroan tetap memperhatikan posisi keuangan dan tingkat kesehatan perusahaan, serta tanpa mengurangi hak dari pemegang saham, sebagaimana telah disampaikan dalam prospektus IPO Antam, minimal 30% dari laba bersih setelah pajak.

Selain dividen, RUPST memberhentikan dengan hormat dua direksinya, yakni Apriandi Hidayat Setia dari posisi Direktur Niaga dan Hartono dari jabatan Direktur Operasi dan Produksi.  Dalam rapat, pemegang saham menyepakati perubahan nomenklatur pada dewan direksi. Pertama, jabatan Direktur Keuangan berubah menjadi Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko. Kedua, perubahan nomenklatur dari semula Direktur Operasi dan Produksi menjadi Direktur Operasi dan Transformasi Bisnis. Keputusan RUPST turut untuk menghilangkan nomenklatur Direktur Niaga dan Direktur Pengembangan.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN