Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kegiatan di pabrik PT Integra Indocabinet Tbk

Kegiatan di pabrik PT Integra Indocabinet Tbk

Antidumping Tiongkok Jadi Sentimen Positif Penjualan Integra Indocabinet

Kamis, 2 September 2021 | 09:35 WIB
Muhammad Ghafur Fadillah (muhamad.ghafurfadillah@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - PT Integra Indocabinet Tbk (WOOD) ditopang meningkatnya permintaan ekspor, menaikkan target penjualan menjadi Rp 3,7 triliun pada akhir tahun 2021, dari sebelumnya Rp 3,6 triliun.

Direktur integra Indocabinet Wang Sutrisno menjelaskan, penjualan furnitur perseroan pada pasar ekspor seperti Amerika Serikat (AS) akan ditopang oleh sentimen perang dagang yang sedang terjadi antara AS dan Tiongkok. Semisal, kebijakan anti dumping yang dilakukan As terhadap produk-produk dari Tiongkok.

“Hal ini, kami manfaatkan dengan memperbesar penetrasi produk di AS, dengan memproduksi substitusi untuk produk-produk dari Tiongkok yang terkena antidumping,” jelasnya dalam paparan publik, belum lama ini.

Selain itu, adanya kebijakan Work From Home (WFH) juga menjadi salah satu faktor perseroan melakukan revisi naik target penjualan. Adanya WFH membuat masyarakat cenderung untuk menyisihkan pendapatan untuk memperbarui furnitur rumah,  sehingga akan berimbas pada meningkatnya penjualan perseroan.

“Di sisi lain, potensi dari industri kayu juga masih potensial, sejalan dengan material kayu yang baik dan juga harga bahan baku yang terbilang lebih stabil dibanding negara lainya,” ujarnya.

Menurut Wang, setelah sebelumnya pasar furnitur AS dikuasai oleh Tiongkok, kini dengan adanya kebijakan yang sebelumnya disebutkan, mengurangi jumlah negara pesaing bisnis dari perseroan. Beberapa hari perayaan AS seperti thanksgiving, black friday yang akan datang pada semester kedua diharapkan menumbuhkan pembelian produk dari perseroan.

Selain itu, perseroan juga berupaya meningkatkan efisiensi dengan memperbesar ekspor produk knock-down. Karena volume yang bisa dikirim bisa lebih banyak dari produk fully assembly. Lalu, untuk menjaga ketepatan waktu distribusi, perseroan juga menjalin hubungan yang baik dengan perusahaan shipping line agar kontainer yang dibutuhkan selalu tersedia.

“Kami juga tetap melakukan diversifikasi pasar. Selain ke Amerika juga ke Jerman dan Inggris. Namun pasar di Jerman masih jauh dibanding dengan Amerika, atau 5-6 kalinya pasar Jerman,” tuturnya.

Adapun dari segi kinerja keuangan, hingga semester pertama 2021, penjualan bersih Integra Indocabinet melesat 92,79% menjadi Rp 2,14 triliun, dari periode yang sama pada tahun sebelumnya yakni Rp 1,11 triliun.

“Menguatnya pasar AS, khususnya pada penjualan produk furnitur dan building component jadi peyumbnag utama pertumbuhan,” tutur Wang.

Meningkatnya pendapatan, berimbas pada laba tahun berjalan yang naik signifikan yakni 95,29% menjadi Rp 221,83 miliar dari akhir Juni 2020 lalu sebesar Rp 113,59 miliar. Capain positif ini diproyeksikan berlanjut dengan untung yang diperoleh pada akhir tahun nanti berkisar 10%-12% dari total penjualan.

Sementara itu, pada periode yang sama total aset perseroan berjumlah 6,33 triliun yang terdiri atas aset lancar Rp 3,94 triliun dan aset tidak lancar Rp 2,39 triliun. Sedangkan total liabilitas tercatat sebanyak Rp 3,01 triliun.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN