Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi Wyckoff Schematics

Ilustrasi Wyckoff Schematics

Apa Itu Wyckoff Schematics dalam Perdagangan Kripto?

Rabu, 18 Mei 2022 | 07:54 WIB
Lona Olavia (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id - Ada berbagai metode yang digunakan trader untuk menganalisis pergerakan harga aset kripto di pasar dan membuat keputusan pembelian dan penjualan di mana Wyckoff Schematics adalah salah satunya. 

Wyckoff Schematics adalah salah satu metode analisis teknikal yang melibatkan gambar dan grafik mengenai pergerakan harga, volume perdagangan, dan informasi trading lainnya untuk membuat analisis dan keputusan pembelian dan penjualan. Pada dasarnya, metode ini terdiri dari empat fase utama yaitu akumulasi, uptrend, distribusi, dan downtrend.

Pada dasarnya pergerakan harga yang menyebabkan terbentuknya Wyckoff Pattern dikutip dari Pintu Academy, terjadi karena tiga prinsip dan hukum utama berikut ini. Pertama, hukum penawaran dan permintaan. Pergerakan harga kripto merepresentasikan kondisi permintaan dan penawaran di pasar. Kenaikan harga menunjukkan banyaknya permintaan transaksi di pasar dan sebaliknya. Metode Wyckoff melibatkan grafik sederhana yang bisa membantu trader mencapai target perdagangan berdasarkan durasi akumulasi dan periode distribusi.

Baca juga: Harap Tenang! Meski Kripto Anjlok Berlarut Investor Diimbau Tak Perlu Panik

Kedua, hukum sebab dan akibat. Hukum ini digunakan trader untuk menentukan harga beli dan jual di pasar kripto. Hukum sebab akibat mengasumsikan bahwa setiap hal pasti terjadi karena suatu sebab. Dalam hal ini, terjadinya peristiwa tertentu akan mengakibatkan perbedaan jumlah permintaan dan penawaran yang akan mempengaruhi Wyckoff Pattern. Sementara itu, periode distribusi akan mengakibatkan terjadinya downtrend dan periode akumulasi menyebabkan terjadinya uptrend.

Ketiga, hukum usaha dan hasil. Hukum ini memiliki makna bahwa perbedaan antara harga dan volume perdagangan dapat menyebabkan perubahan tren di pasar. Jika harga dan volume perdagangan selaras, maka tren akan berlanjut. Namun jika ada kesenjangan antara keduanya, maka tren pasar bisa berhenti atau berubah arah.

Lalu dalam metode Wyckoff, grafik trading range (TR) atau rentang perdagangan terdiri dari empat fase yaitu fase akumulasi, markup, distribusi, dan downtrend. Distribusi dan akumulasi merupakan skema terpenting dari metode Wyckoff karena menjadi acuan trader untuk membuat keputusan beli dan jual.

Baca juga: Simak! Ketua SEC Bicara soal Perlindungan Investor Kripto

Empat fase yang terdapat dalam Wyckoff Schematics adalah sebagai berikut. Pertama, fase akumulasi adalah fase paling awal dalam Wyckoff Pattern yang ditunjukan dengan kondisi market bottom (kondisi pasar ketika harga aset berubah dari downtrend ke uptrend). Sepanjang fase ini, pasar akan bergerak secara datar (sideway), yang mana tidak terjadi tren spesifik yang berarti dan harga berfluktuasi di antara level key support dan resistance.

Kedua, fase markup atau uptrend. Pada fase ini, harga aset akan menembus key resistance dan puncak volume perdagangan. Pada umumnya, harga aset akan terus naik tanpa terjadinya koreksi yang terlalu besar. Ketiga, fase distribusi adalah ketika pasar sudah mencapai puncaknya sehingga secara umum, harga aset akan bergerak datar.

Keempat, fase downtrend adalah ketika fase distribusi berakhir dan pasar mulai bergerak ke bawah. Ketika fase downtrend selesai, maka siklus pasar berikutnya akan terbentuk diawali dengan fase akumulasi yang baru.

Editor : Lona Olavia (olavia.lona@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN