Menu
Sign in
@ Contact
Search
Pengunjung melihat pergerakan harga saham di main hall Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta. (BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal)

Pengunjung melihat pergerakan harga saham di main hall Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta. (BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal)

Apa Iya, Pasar Saham Alami September Ceria? Fakta dan Analis Bicara

Sabtu, 10 September 2022 | 21:02 WIB
Zsazya Senorita (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id – September ceria, apakah berlaku di pasar saham? Faktanya tak selalu begitu. Sebab dalam 10 tahun terakhir, indeks harga saham gabungan (IHSG) di bulan September lima kali positif dan lima kali negatif.

“Kemudian kalau dihitung rata-rata, IHSG (di bulan September) dalam kurun waktu 10 tahun terakhir -0,63%,” kata Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus kepada Investor Daily di Jakarta, baru-baru ini.

Baca juga: Saham-saham Ini Melesat dalam Sepekan, Ada yang 100% Lebih!

Meski demikian, menurut Nico, fakta tersebut tak bisa menjadi tolok ukur untuk proyeksi IHSG pada September 2022 karena situasi dan kondisinya sangat berbeda. “Tetapi, kami melihat September tahun ini memang cenderung ke arah negatif, karena banyak sentimen negatif, seperti kenaikan harga BBM, suku bunga acuan The Fed dan European Central Bank (ECB), inflasi tinggi, hingga ancaman resesi,” ungkap dia.

Nico memperkirakan IHSG pada September ini terkoreksi, dengan kisaran pergerakan di level 7.070-7.215.

Baca juga: Kirim Uang Tak Bisa Online, Lo Kheng Hong: Kena Limit Bank, Transfer Saya Besar-besar

Secara terpisah, analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana memperkirakan IHSG hingga akhir September 2022 bergerak pada kisaran 6.970-7.050, bila belum mampu menembus level resistance 7.230.

“Kami melihat arah pergerakan IHSG masih cenderung sideways dan rawan terkoreksi, terlebih dari sentimen-sentimen yang ada cenderung negatif,” ungkap Herditya.

Di tengah koreksi pasar tersebut, dia tetap yakin saham-saham sektor energi, CPO, dan properti bisa menguat dalam jangka pendek hingga menengah. Secara teknikal, Herditya merekomendasikan saham DOID dengan target harga Rp 450-480, ITMG Rp 41.000-42.500, ASRI Rp 184-190, dan AALI Rp 10.000-11.000.

Baca juga: Pekan Ini, Minat Transaksi Investor Saham Melonjak 19,11%

Di lain pihak, Head of Retail, Product Research & Distribution Division Henan Putihrai Asset Management, Reza Fahmi Riawan mengatakan bahwa investasi saham akan mengalami koreksi imbas dari kenaikan harga BBM. Menurut dia, banyak investor memilih wait and see, serta berinvestasi di aset ‘safe haven’ karena suku bunga acuan BI diperkirakan kembali naik pada akhir September 2022.

Baca juga: Lo Kheng Hong Lepas Saham Petrosea (PTRO)

Meski demikian, Reza optimistis saham-saham energi masih akan naik, salah satunya ADRO. Saat ini, ADRO diperdagangkan dengan proyeksi PER 2022-2023 sebesar 3,1-4,5 kali alias masih menarik.

Speculative buy ADRO dengan level support Rp 3.620, cut loss jika break di bawah Rp 3.550. Jika tidak break di bawah Rp 3.620, ada potensi naik ke Rp 3.800-4.050 dalam jangka pendek,” pungkasnya.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com