Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Sebanyak 39 Puteri Indonesia yang mewakili 34 provinsi mengikuti kegiatan literasi finansial di Bursa Efek Indonesia (BEI)

Sebanyak 39 Puteri Indonesia yang mewakili 34 provinsi mengikuti kegiatan literasi finansial di Bursa Efek Indonesia (BEI)

APII: Para Investor Perlu Tambah Edukasi Sebelum Berinvestasi

Nabil Alfaruq, Kamis, 5 Maret 2020 | 13:47 WIB

JAKARTA, investor.id — Ketua Asosias Penasihat Investasi Indonesia (APII) Ari Adil menilai kondisi pasar saat ini masih dipengaruhi oleh ekonomi global yang dihantui oleh sentimen wabah virus korona. Hal ini mempengaruhi pasar keuangan Indonesia.

“Dalam menghadapi kondisi pasar saat ini, menurut saya, Bank Indonesia dan Menteri Keuangan telah memberikan insentif, hal ini seharusnya dapat memberikan sinyal positif terhadap pasar keuangan Indonesia,” ujar Ari dalam acara pembukaan perdagangan BEI, Kamis (5/3).

Selain itu, menurut Ari, dalam menghadapi kondisi saat ini pihak APII juga melakukan berbagai edukasi, seperti tidak mempercayai investasi bodong dan membeli produk investasi dari agen-agen yang telah di rekrut oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Hal ini sangat penting bagi para investor untuk beredukasi secara meluas dan tidak sembarangan berinvestasi.

“Ini perlu diperhatikan, agar para investor tidak mudah tergoda dengan investasi yang bersifat sementara, dan tidak sustain,” ujar dia.

APII sampai saat ini terus mengedukasi para investor dengan cara memberikan literasi mengenai sebuah produk investasi, resiko, dan juga profil perusahaan yang akan dijadikan tempat investasi.

Sehubungan dengan hal tersebut, terkait pembekuan rekening nasabah sebanyak 800. Ari menilai, para investor juga perlu lebih berhati-hati dalam mengambil langkah investasi yang bersifat sementara.

“Saya melihatnya hal itu merupakan suatu konsolidasi industri, kedepannya dengan adanya tindakan seperti ini mungkin kita akan jadi lebih kuat,” ujar dia.

Sebanyak 39 Puteri Indonesia yang mewakili 34 provinsi mengikuti kegiatan literasi finansial di Bursa Efek Indonesia (BEI)
Sebanyak 39 Puteri Indonesia yang mewakili 34 provinsi mengikuti kegiatan literasi finansial di Bursa Efek Indonesia (BEI)

Untuk diketahui, perdagangan bursa hari ini dibuka dengan sebanyak 39 Puteri Indonesia yang mewakili 34 provinsi mengikuti kegiatan literasi finansial di Bursa Efek Indonesia (BEI). Kegiatan ini dilakukan untuk memberikan pembekalan literasi finansial, khususnya di industri pasar modal.

Kegiatan literasi finansial ini bertujuan agar para finalis di masa yang akan datang bisa membagikan ilmu kepada masyarakat di daerahnya masing-masing dan diharapkan dapat membantu membangkitkan lagi antusiasme serta optimisme seluruh masyarakat kepada Pasar Modal Indonesia.

“Semoga ilmu yang didapatkan dari edukasi ini bisa bermanfaat dan menginspirasi para Puteri Indonesia 2020 untuk membangkitkan antusiame, optimisme dan rasa percaya masyarakat terhadap produk-produk investasi di pasar modal Indoensia,” tutur Ari.

Kegiatan yang juga didukung penuh oleh BEI ini, pihaknya menekankan pentingnya memupuk kecerdasan finansial dan mengenali pilihan serta risiko produk pasar modal.

Direktur Keuangan dan Sumber Daya Manusia BEI Risa Effennita Rustam mengatakan, Aktivitas investasi di pasar modal masih didominasi oleh laki-laki. Dari 2.484.354 investor di pasar modal, komposisi investor perempuan di pasar modal masih 40:60 dibandingkan laki-laki.

Secara komparasi, jumlah aset bahkan lebih kecil, yaitu 21% perempuan dan 79% laki-laki dari total aset di investor ritel di pasar modal yang saat ini mencapai total Rp 430 triliun.

“Melalui literasi finansial bagi para Puteri Indonesia 2020, kami ingin menitipkan pesan kepada masyarakat Indonesia untuk mulai membekali diri dengan edukasi mengenai pengelolaan keuangan demi masa depan yang lebih terjamin, terutama kaum wanita,” tutur Risa.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN