Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Karyawan melintas di main hall Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Karyawan melintas di main hall Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Arah IHSG Setelah Libur Panjang, Ada Pilpres AS dan Rilis PDB

Minggu, 1 November 2020 | 19:33 WIB
Gita Rossiana (gita.rossiana@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) dalam sepekan ke depan diperkirakan melemah, seiring pergerakan indeks bursa global yang terlebih dahulu bergerak ke teritori negatif. Terlebih, ada beberapa peristiwa penting, di antaranya pemilihan presiden Amerika Serikat (AS) dan pengumuman produk domestik bruto (PDB) Indonesia.

“IHSG kemungkinan terkoreksi dengan level support 5.050 dan resistance 5.180,” kata analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana kepada Investor Daily, Minggu (1/11).

Menurut dia, selama bursa saham Indonesia libur, bursa saham global bergerak negatif. Sebab itu, bursa saham domestik akan menyesuaikan diri terlebih dahulu. “Sentimen pilpres AS dan rilis data PDB Indonesia juga akan mempengaruhi pergerakan IHSG dalam sepekan ke depan," jelas Herditya.

Secara terpisah, analis Phillip Sekuritas Anugerah Zamzami juga memprediksi IHSG akan melemah, dengan kisaran level 5.087-5.176. IHSG akan menyesuaikan diri di tengah koreksi indeks bursa global. "Investor juga menanti data dari dalam negeri, seperti PMI, inflasi, dan PDB kuartal III-2020," tutur dia.

Di tengah potensi koreksi IHSG tersebut, Zamzami merekomendasikan sejumlah saham, seperti saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dan PT Astra International Tbk (ASII).

Sementara itu, Direktur Anugerah Mega Investama Hans Kwee juga mengemukakan, IHSG akan menyesuaikan diri terhadap pergerakan indeks saham bursa global. Sebab itu, IHSG cenderung terkoreksi. Level support IHSG 5.000-5.095 dan resistance 5.182-5.200.

Sentimen lain yang mempengaruhi pergerakan IHSG adalah PDB kuartal III-2020, laporan keuangan emiten, dan peningkatan kasus Covid-19 di dunia. Peningkatan kasus tersebut mendorong Jerman dan Prancis untuk membatasi kegiatan bisnis dan Inggris memperketat pembatasan kegiatan.

Di lain pihak, analis Binaartha Sekuritas M Nafan Aji memprediksi IHSG akan berada pada level 5.063 hingga 5.182 dalam sepekan ke depan. Beberapa saham yang bisa dikoleksi pemodal, antara lain saham PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) dengan target harga secara bertahap Rp 880, Rp 960 dan Rp 1.040, PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) dengan target harga Rp 1.650, PT Gudang Garam Tbk (GGRM) dengan target harga Rp 41.600-66.125, dan PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) dengan target harga Rp 1.455-2.550.

Selain itu, saham PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) dengan target harga Rp 9.975-12.200, PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) dengan target harga Rp 226-290, PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM) dengan target harga Rp 6.300-7.425, dan PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) dengan target harga Rp 163-324.

Adapun IHSG pada perdagangan sebelum libur panjang ditutup turun 15,82 poin (0,31%) ke level 5.128,2. Level tertinggi indeks mencapai 5.155,5, sedangkan terendah 5.110,6. Total nilai transaksi harian di Bursa Efek Indonesia (BEI) mencapai Rp 8,55 triliun. Investor asing mencatat transaksi beli bersih (net buy) di semua pasar sebesar Rp 108,24 miliar.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN