Menu
Sign in
@ Contact
Search
Karyawan melintas di depan monitor saham Bursa Efek Indonesia, Jakarta. (B Universe Photo/Uthan AR)

Karyawan melintas di depan monitor saham Bursa Efek Indonesia, Jakarta. (B Universe Photo/Uthan AR)

Arah Pasar Saham Sepekan ke Depan, Sentimen Ini Paling Kuat

Minggu, 20 Nov 2022 | 22:27 WIB
Muawwan Daelami (muawwan@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam sepekan ke depan diprediksi melemah tipis ke kisaran 7.022-7.169. Sentimen utamanya berasal dari the Fed yang diperkirakan terus memperketat kebijakan moneter.

Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Indonesia Muhammad Nafan Aji menuturkan bahwa pelemahan IHSG dalam sepekan ke depan dipengaruhi berbagai faktor. Tapi, sentimen paling kuat datang dari eksternal atau global.

Baca juga: Update Target Harga Saham Bank, Siapa Bakal Kasih Cuan Besar?

"Seperti sentimen dari pernyataan pejabat the Fed yang akan memperketat kebijakan moneter secara agresif dalam rangka menurunkan inflasi di AS," kata Nafan kepada Investor Daily, Minggu (20/11/2022).

Advertisement

Saat ini, sebut Nafan, inflasi di AS sudah menyusut menjadi 7,7%. Tapi, penurunan itu masih jauh dari target the Fed di kisaran 4%, sehingga kebijakan moneter secara ketat perlu diberlakukan.

Selain kebijakan moneter the Fed, menurut Nafan, faktor geopolitik juga cukup menentukan. Belum lagi, faktor produksi industri Tiongkok yang di bawah ekspektasi, akan menambah sentimen negatif terhadap IHSG dalam sepekan.

Baca juga: Kasih Untung Besar, Saham-saham Ini Bikin Investor Kegirangan!

Beruntungnya, lanjut dia, sekalipun dihadapkan pada berbagai sentimen negatif, tekanannya tidak akan begitu mendalam karena IHSG cukup kokoh. Terbukti dari data makro ekonomi domestik berupa neraca perdagangan yang masih surplus selama tiga bulan berturut-turut, sehingga IHSG sempat terapresiasi.

Selain itu, adanya peningkatan kapasitas ekspor yang ditunjang faktor kenaikan harga komoditas. Artinya, meski perekonomian nasional menghadapi bayang-bayang resesi, kinerja ekspor diyakini Nafan akan tetap impresif.

Kemudian, dari sisi impor juga masih cukup bagus walaupun pertumbuhan antara ekspor dan impor pada bulan ini tidak lebih tinggi dibandingkan data pada September yang didorong oleh peningkatan permintaan domestik. "Jadi, saya pikir ini memengaruhi kinerja pertumbuhan ekonomi Indonesia yang masih relatif impresif," tambah dia.

Di luar itu, faktor internal yang memperkokoh solidnya kinerja IHSG adalah konsumsi domestik yang menunjukkan pemulihan. Termasuk, peningkatan investasi serta kapasitas ekspor dan impor, yang memberikan optimisme.

Baca juga: WIKA Setor Modal Kereta Cepat Rp 6,12 Triliun

Sebagai katalis tambahan, kesuksesan pertemuan G20 turut memberikan sentimen positif. "Kami juga apresiasi kebijakan Bank Indonesia yang terus menerapkan kebijakan front loading, pre-emptive, dan forward looking dalam menaikkan suku bunga acuan untuk menyetabilkan rupiah. Jadi, ini bertujuan agar nilai tukar rupiah terjaga sesuai nilai fundamentalnya, atau rupiah tidak menghadapi depresiasi terhadap dolar AS," papar Nafan.

Lebih jauh, dia juga mengapresiasi transaksi berjalan pada kuartal III yang surplus sekitar US$ 4 miliar atau lebih baik dibandingkan proyeksi dan kuartal II-2022. Artinya, kapabilitas ekspor sangat krusial untuk mendukung surplus transaksi berjalan. Sebab hal ini berkaitan dengan neraca perdagangan, sehingga transaksi berjalan impresif dan pergerakan IHSG resilient walaupun menipis sedikit atau di wilayah rectangle.

"Jadi, IHSG dalam sepekan ke depan masih konsolidasi di wilayah rectangle atau masih aman di level tersebut sambil menjadi momentum dalam membentuk fase akumulasi menuju Desember 2022," tutup Nafan.

Baca juga: TERPOPULER: Saham-saham yang Cuan Gede hingga Jadwal Lengkap Piala Dunia

Adapun, sektor saham potensial menurut Nafan yaitu energi, healthcare, finance, industry, dan non-cyclical.

Sementara itu, Head of Technical Analyst Research BNI Sekuritas Andri Zakarias Siregar mengatakan bahwa secara teknikal, indikator MACD menujukkan pola bullish, stochastic netral di atas support 6.980, candle higher high.

"Jika bisa ditutup harian di atas 6.980, IHSG masih berpeluang rebound dengan target 7.091, 7.135, dan 7.250. Jika gagal, IHSG rawan menuju 6.956, 6.894," tulis Andri dalam risetnya.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com