Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Investor melihat pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Investor melihat pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

ARB Awal Perdagangan, Saham BRIS, BBKP, dan BJTM Berhasil Berbalik di Akhir Sesi I

Rabu, 20 Januari 2021 | 12:01 WIB
Parluhutan Situmorang

JAKARTA, Investor.id - Sejumlah saham berhasil berbalik menguat setelah sempat mengalami penurunan hingga auto reject bawa (ARB) melanjutkan penurunan kemarin. Penguatan didukung lonjakan indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I sebesar 82,97 poin (1,31%) hingga kembali ke level 6.404,83.

Sejumlah saham yang berhasil berbalik menguat terdiri atas saham PT Bank BRI Syariah Tbk (BRIS) ditutup menguat Rp 180 (5,64%) menjadi Rp 3.370 setelah sebelumnya di awal perdagangan anjlok ke level Rp 2.970. Begitu juga dengan saham PT Bank Bukopin Tbk (BBKP) berbalik arah menjadi hanya turun Rp 10 (1,49%) menjadi Rp 660 setelah di awal perdagangan anjlok ke Rp 625. Saham PT Bank Jatim Tbk (BJTM) juga berhasil berbalik dari posisi auto reject dalam menjadi hanya turun Rp 10 menjadi Rp 830 per saham.

Namun tidak demikian halnya dengan sejumlah saham farmasi yang melanjutkan auto reject bawah hingga akhir sesi I hari ini. Padahal penurunan saham ini telah berlangsung dalam beberapa hari terakhir, seperti PT Indofarma Tbk (INAF), PT Kimia Farma Tbk (KAEF), PT Phapros Tbk (PEHA), PT Pyridam Farma Tbk (PYFA), dan PT Itama Ranoraya Tbk (IRRA).

Tekanan lebih lanjut juga melanda sejumlah dua saham grup Bakrie, seperti saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) turun RP 8 (6,61%) menjadi Rp 113 dan PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) turun Rp 8 (5,59%) menjadi Rp 135. Pelemahan lebih lanjut juga melanda PT Alfa Energi Investama Tbk (FIRE), PT Sumber Global Energy Tbk (SGER).

Terkait penguatan indeks hingga sesi I didukung kenaikan saham pertambangan sekitar 3,35%, saham sektor industri dasar sekitar 2,08%, sektor keuangan 1,73%, sekrot infrastruktur 1,32%, sektor aneka industri sektiar 1,1%, sektor manufaktur 0,74%, sektor perdagangan dan jasa sekitar 0,52%. Sedangkan saham sektor aneka industri turun0,36%.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN