Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Karyawan melintas di depan logo Bank Jago di Jakarta.  Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Karyawan melintas di depan logo Bank Jago di Jakarta. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

ARB Tiga Hari Berturut-turut, Bagaimana Prospek Saham Bank Jago (ARTO)?

Rabu, 11 Mei 2022 | 14:45 WIB
Parluhutan Situmorang (redaksi@investor.id)

JAKARTA, Investor.id - Saham PT Bank Jago Tbk (ARTO) mencapai level terendah dalam setahun terakhir setelah harganya melanjutkan penurunan hingga ditutup auto reject bawah (ARB) sebesar Rp 700 (6,93%) menjadi Rp 9.400.

Dengan penurunan ke level terendah dalam satu tahun terakhir, harga saham ARTO telah mengalami penurunan sebesar 44,52% dari level akhir tahun lalu Rp 17.125 menjadi Rp 9.500 untuk periode sepanjang tahun ini.

Baca juga: Bayan (BYAN) Kembali Masuk 10 Besar, Bank Jago (ARTO) Terpental

Sementara itu, Bank Jago melanjutkan kinerja cemerlang dibandingkan tahun lalu. Hal ini terungkap pada laporan keuangan bulanan periode Januari dan Februari 2022 sebagaimana tertera di website perseroan.

Emiten dengan kode saham ARTO ini berhasil menghimpun pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) Rp 103,82 miliar pada Januari 2022 dan terakumulasi menjadi Rp 205,64 miliar pada Februari 2022. Hal ini mencerminkan Bank Jago rata-rata meraup NII di atas Rp 100 miliar per bulan.

Dibedah lebih rinci, pada laporan bulan Februari 2022, ARTO berhasil meraup pendapatan bunga Rp 225,8 miliar, sementara beban bunga hanya Rp 20,17 miliar. Bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya NII ini terbang 862%. Bahkan, kinerja 2 bulan ini setara dengan 35% pencapaian selama 12 bulan di 2021 yang tercatat Rp 590 miliar.

Pencapaian NII tersebut didorong oleh lonjakan kredit dan pembiayaan syariah yang tercatat Rp 5,83 triliun pada Februari 2022, melesat 432% dibandingkan kinerja yang sama tahun sebelumnya.

Bila dilihat pada Januari 2022, outstanding kredit tercatat Rp 5,62 triliun, bertambah Rp 250 miliar dari akhir Desember 2021 yang tercatat Rp 5,37 triliun. Bila dirata-rata, setiap bulannya Bank Jago menambah outstanding kredit Rp 230 miliar

Terkait pertumbuhan kinjersa tersebut, analis BRI Danareksa Sekuritas Eka Savitri menyebutkan bahwa saham ARTO sebagai pilihan teratas untuk emiten digital banking. Saham ARTO direkomendasikan beli dengan target harga Rp 20.000. Taget tersebut menggambarkan ekosistem yang kuat dan outlook pertumbuhan kinerja keuangan yang pesat ke depan.

Target itu juga menggambarkan bangkitnya emiten sektor perbankan tahun ini, seperti peningkatan kredit, penurunan biaya dana dan penyaluran kredit, dan membaiknya kondisi ekonomi nasional.

Baca juga: Bank Jago (ARTO) Cetak Laba Bersih Rp 19 Miliar

Dia menyebutkan Bank Jago memiliki sejumlah kekuatan yang bisa menopang pertumbuhan kinerja keuangan ke depa. Di antarnaya, Bank Jago didukung dengan jumlah nasabah yang besar lebih dari 11 juta nasabah. Jumlah nasabah tersebut diprediksi terus bertumbuh, seiring dengan agresifnya upaya perseroan untuk meningkatkan pangsa pasar.

Target harga saham tersebut juga menggambarkan potensi lonjakan laba bersih perseroan menjadi Rp 277 miliar tahun ini, dibandingkan raihan tahun 2021 senilai Rp 86 miliar. Sedangkan PPOP diprediksi melambung menjadi Rp 627 miliar tahun ini, dibandingkan raihan tahun lalu Rp 103 miliar.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN