Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Bank Artos.

Bank Artos.

Arto Hady Lepas 24,5% Saham Bank Artos

Kamis, 2 Januari 2020 | 21:19 WIB
Gita Rossiana (gita.rossiana@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Pengusaha Arto Hady menjual seluruh sahamnya pada PT Bank Artos Indonesia Tbk (ARTO). Nilai penjualan saham tersebut mencapai Rp 132,39 miliar.

“Sebelumnya Arto Hady memiliki 295,53 juta saham Bank Artos. Jumlah saham tersebut setara dengan 24,5% dari total saham di Bank Artos,” ungkap Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui keterbukaan, Kamis (2/1).

Pada 30 Desember 2019, Arto Hady memberi kuasa kepada Yovita Fifiningsih Ario untuk menjual seluruh saham tersebut pada harga Rp 448 per saham. Penjualan saham ini dilakukan untuk divestasi kepemilikan.

Adapun divestasi ini erat kaitannya dengan pergantian kepemilikan di Bank Artos. Pada 26 Desember 2019, Jerry Ng dan Sugito Walujo secara resmi menjadi pemegang saham pengendali Bank Artos. Jerry Ng masuk melalui PT Metamorfosis Ekosistem Indonesia (MEI), sedangkan Patrick Sugito Walujo melalui Wealth Track Technology Limited (WTT).

Hal ini dilakukan dengan mengakuisisi 615,18 juta saham atau setara 51% saham Bank Artos. Transaksi ini dilakukan dengan harga saham Rp 395 per unit, sehingga total transaksi mencapai Rp 243 miliar.

Setelah menyelesaikan proses akuisisi, Bank Artos berencana untuk melakukan rights issue dengan menargetkan perolehan dana sebesar Rp 1,5-1,6 triliun. Aksi ini dilakukan untuk mendukung rencana perseroan menjadi bank digital.

Direktur Utama Bank Artos Deddy Triyana mengatakan, perseroan memerlukan modal yang besar untuk menjadi bank digital lantaran perlu investasi di infrastruktur teknologi informasi (TI). “Dengan rights issue, kami juga akan naik kelas menjadi Bank Umum Kegiatan Usaha (BUKU) II, dari BUKU I,” jelas Deddy.

Perseroan mengakui persaingan antar bank saat ini kian kompetitif dan semakin mengarah ke digital. Dari segi pengembangan bisnis digital, pihaknya merujuk kepada model bisnis Jenius milik BTPN dan Digibank milik DBS Indonesia. Rencana ini akan semakin nyata setelah Jerry Ng dan Patrick Walujo menjadi pengendali baru perseroan.

Sementara itu, Deddy belum dapat mengungkapkan teknis rights issue, termasuk harga pelaksanaan. Dalam prospektus awal disebutkan, Bank Artos akan menerbitkan hingga 15 miliar saham baru dengan nominal Rp 100 per saham. Jika ada pemegang saham yang tidak mengeksekusi haknya, maka akan terkena efek dilusi maksimal 92,56%.

Adapun Jerry Ng dan Patrick Sugito Walujo merupakan nama-nama yang tak asing di industri keuangan. Jerry Ng adalah profesional yang telah malang melintang lebih dari 30 tahun di sektor tersebut.

Selain menjadi pengendali Metamorfosis Ekosistem, jabatan yang pernah disandangnya, antara lain wakil direktur utama PT Bank Danamon Tbk, PT Bank Central Asia Tbk, deputi ketua Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN), presiden direktur Federal International Finance (FIF), senior advisor TPG Capital Asia Tenggara, dan terakhir sempat menjadi direktur utama PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk (BTPN).

Sementara itu, Patrick mengendalikan Wealth Track melalui Ares Wonder Group, yang didirikan berdasarkan hukum kepulauan Cayman. Adapun Wealth Track merupakan perusahaan investasi yang berbasis di Hong Kong.

Patrick juga tercatat sebagai co-founder dan managing partner Northstar Group sejak 2003. Saat ini, Northstar Group mengelola aset alternatif dengan nilai lebih dari US$ 2 miliar di Asia Tenggara.

Sebelumnya, alumnus Cornell University ini pernah berkarier di Goldman Sachs & Co untuk cabang London dan New York, serta Pacific Century Group Japan. Pada 2008, di bawah nahkoda Patrick, Northstar menjadi mitra bagi Texas Pacific Group (TPG) untuk membeli 71,6% saham BTPN. Aksi ini juga membuat Jerry Ng ditunjuk sebagai direktur utama BTPN kala itu.

Sering waktu berjalan, saham BTPN berangsung-angsur dibeli oleh Sumitomo Group. Hingga akhirnya, pada Februari 2019, Sumitomo Mitsui Banking Corporation resmi menguasai 97,34% saham BTPN, yang diikuti dengan mundurnya Jerry Ng dari posisi direktur utama.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN