Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Jajaran direksi PT Asia Sejahtera Mina Tbk, Indra Widyadharma (Direktur Utama) dan Agnes Kristina (Direktur) saat Paparan Publik di Surabaya, Jumat (28/8/2020). Foto:Istimewa

Jajaran direksi PT Asia Sejahtera Mina Tbk, Indra Widyadharma (Direktur Utama) dan Agnes Kristina (Direktur) saat Paparan Publik di Surabaya, Jumat (28/8/2020). Foto:Istimewa

Asia Sejahtera Mina Bidik Chili sebagai Pasar Ekspor Baru

Jumat, 28 Agustus 2020 | 22:06 WIB
Amrozi Amenan (ros_amrozi@yahoo.com)

SURABAYA, investor.id - Perusahaan yang bergerak di bisnis rumput laut, PT Asia Sejahtera Mina Tbk (AGAR) kini tengah fokus mencari terobosan pasar ekspor baru selain Tiongkok. Salah satunya yang sudah siap dibidik adalah negara Chili.

Strategi ini diambil setelah pasar Tiongkok yang selama ini menjadi tujuan utama ekspor produk rumput lautnya terdampak oleh melambatnya pertumbuhan ekonomi global dunia dan berdampak signifikan terhadap penurunan permintaan rumput laut dari dalam negeri.

Direktur Utama PT Asia Sejahtera Mina Tbk, Indra Widyadharma, mengatakan hingga Juni 2020 lalu perseroan mencatat volume penjualan rumput laut kering hanya mencapai sebesar 7.827 ton atau turun 15,11% dibandingkan dengan periode sama tahun lalu.

Penurunan itu volume penjualan itu juga berdampak pada pendapatan emiten berkode saham AGAR itu yang tercatat sebesar Rp141,4 miliar atau lebih rendah dibanding periode yang sama tahun lalu yang mencapai Rp160,1 miliar.

Jajaran direksi PT Asia Sejahtera Mina Tbk, Indra Widyadharma (Direktur Utama) dan Agnes Kristina (Direktur) saat Paparan Publik di Surabaya, Jumat (28/8/2020). Foto:Istimewa
Jajaran direksi PT Asia Sejahtera Mina Tbk, Indra Widyadharma (Direktur Utama) dan Agnes Kristina (Direktur) saat Paparan Publik di Surabaya, Jumat (28/8/2020). Foto:Istimewa

"Penyebabnya adalah penurunan permintaan dari pembeli, akibat efek pandemi Covid-19 pada semester I tahun ini," kata Indra saat Paparan Publik PT Asia Sejahtera Mina Tbk, Jumat (28/8/2020).

Dia menyebut imbas pandemi Covid-19 yang paling berat dialami perusahaan terjadi pada Maret 2020, bersamaan dengan upaya negara Tiongkok yang merupakan tempat asal penyebaran Covid-19 tengah berjuang mengatasi pandemi itu.

Pengaruhnya sangat besar, karena hingga perseroan saat ini masih mengandalkan ekspor rumput laut ke Tiongkok. Beruntung, secara bertahap volume ekspor ke negara Tiongkok mulai ada peningkatan terutama menjelang Juli 2020.

Berangkat dari pengalaman itu, menurut Indra, kini perseroan mencari alternatif pasar lain selain Tiongkok dan sejauh ini sudah mulai mendapatkan pasar baru di Chili.

“Kita juga terus menjajaki pasar baru di Amerika Selatan, Eropa dan berbagai negara seperti Vietnam, Korsel dan Jepang,” tandasnya.

Selain mengincar pasar baru, perseroan juga mengembangkan perencanaan sektor hulu dan hilir. Di sektor hulu dengan mengembangkan kerja sama dengan kelompok tani, agar dapat menghasilkan rumput laut berkualitas. Kemudian pada sektor hilir, akan memroses rumput laut untuk menaikkan nilai tambah.

Berbagai upaya tersebut, menurut Indra, dimaksudkan untuk menjaga keberlangsungan usaha perseroan di masa mendatang dan untuk mendorong pertumbuhan kinerja perseroan seperti yang sudah dicapai selama ini. “Kita juga mengembangkan pasar domestik,” tutur Indra.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN