Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kinerja IHSG tutup sesi II Senin siang (30/11/2020). Sumber: BSTV

Kinerja IHSG tutup sesi II Senin siang (30/11/2020). Sumber: BSTV

Asing Kabur Rp 3,2 T, Saham Blue Chips Rontok

Senin, 30 November 2020 | 16:14 WIB
Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Investor.id – Investor asing pada perdagangan Senin (30/11/2020) melakukan penjualan secara massif di Bursa Efek Indonesia dengan total net sell mencapai Rp 3,27 triliun. Saham-saham blue chips yang selama ini diakumulasi asing rontok, bahkan beberapa di antaranya terkena auto reject bawah (ARB).

Kasus Covid-19 di Indonesia yang mencapai rekor baru dan isu bahwa akan kembali diberlakukannya "rem darurat" di wilayah Jakarta membawa kepanikan di pasar. Asing melego saham-sahamnya sehingga IHSG anjlok hingga 170,920 basis poin atau 2,95% ke level 5.612,415.

Saham PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) dan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) menjadi "korban" penjualan masif hingga ARB. Harga PGAS anjlok 6.71% menjadi 1.390 dan ANTM turun 6,91% ke level Rp 1.145.

Tak hanya PGAS dan ANTM, saham blue chips lainnya juga nyaris ARB. Saham PT Telekomunikasi Indonesia (TLKM) turun 6,65% ke level Rp 3.230, dua bar di atas ARB.

Saham-saham perbankan tak luput dari aksi jual masif oleh investor asing sehingga harganya turun signifikan. "Kekhawatiran kasus Covid-19 menjadi alasan asing untuk kabur sementara," kata Ketua LP3M Investa, Hari Prabowo.

Meskipun demikian, ia yakin tren IHSG masih naik pada bulan Desember. "Mungkin karena reli IHSG sudah terlalu kencang sehingga koreksi yang terjadi juga sangat tajam," katanya.

Data perdagangan BEI menyebutkan dari 10 indeks sektoral yang ada, tercatat  sebanyak 9 sektor menjadi sentimen pelemahan yang menyeret IHSG ke zona merah.

Sektor yang  melemah antara lain:

- sektor perbankan -3,30%

- sektor pertambangan -0,20%.

- sektor perdagangan -2,32%.

- sektor properti terkoreksi -1,61%.

- sektor Consumer -2,60%.

- sektor manufaktur -3,00%

- sektor Industri Dasar -3,22%

- sektor infrastruktur -4,99%,

- sektor Aneka Industri terkoreksi -3,91%.

Satu-satunya sektor yang masih menguat yaitu sektor Agri dengan naik 2,20%.


 


 

Editor : Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN