Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Layar elektronik di Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta.  Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Layar elektronik di Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Asing Kembali 'Net Buy', Saham Apa yang Bisa Dibeli? Yuk, Simak!

Senin, 19 April 2021 | 03:44 WIB
Farid Firdaus (farid.firdaus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) diprediksi menguat dalam sepekan ke depan, seiring kembalinya investor asing mencatatkan transaksi beli bersih (net buy). Hal ini juga berpotensi membuat kepercayaan diri investor domestik meningkat untuk masuk ke pasar saham.

Kepala Riset Praus Kapital Alfred Nainggolan mengatakan, sebenarnya sulit memprediksi seberapa besar net buy yang akan dilakukan pemodal asing ke depan. Namun, pihaknya mencermati setelah net sell yang terjadi selama Februari-Maret, aksi net buy terlihat bisa terjadi selama April ini.

“Saat ini, volatilitas IHSG masih tinggi, sehingga kami memprediksi level support sekitar 5.940, sementara potensi upside juga besar, sehingga IHSG akan mencoba ke level psikologis 6.200,” jelas dia kepada Investor Daily, Minggu (18/4).

IHSG tercatat mengalami penguatan 0,26% selama pekan lalu ke level 6.086,25 dibandingkan pekan sebelumnya 6.070,20. Investor asing pada perdagangan Jumat (16/4) mencatatkan nilai beli bersih sebesar Rp 296,97 miliar. Alhasil, net buy asing sepanjang tahun berjalan ini menjadi Rp 9,73 triliun.

Sementara itu, saham-saham di Wall Street, Amerika Serikat (AS), turut berlomba mencetak rekor tertinggi baru karena ditopang laporan keuangan yang positif dari emiten-emiten besar dan data ekonomi yang solid. Dow Jones ditutup menguat 0,5% ke level tertinggi 34.200,67. S&P 500 juga menguat 0,4% ke rekor penutupan di 4.185,5, dan Nasdaq naik 0,1% ke 14.052,3 pada penutupan Jumat waktu setempat.

Menurut Alfred, pelaku pasar cenderung memandang ekonomi tumbuh positif di kuartal II-2021. Bahkan, sebelumnya Kementerian Keuangan sempat memperkirakan ekonomi pada kuartal II-2021 bisa melonjak hingga 7%.

Hal senada diutarakan Senior Vice President Research Kanaka Hita Solvera Janson Nasrial. Menurut dia, penguatan IHSG yang berpotensi terjadi dalam sepekan ke depan cenderung rebound teknikal pada kisaran 6.150-6.200.  Penguatan ini bisa terjadi dimana imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS yang bertenor 10 tahun menurun ke bawah 1,6%. Faktor lainnya adalah, terjadi percepatan pemulihan ekonomi AS dan Tiongkok.

“Musim Lebaran juga bisa membangkitkan pertumbuhan GDP Indonesia untuk kuartal II-2021. Namun, penguatan ini memang hanya bersifat sementara dan teknikal,” jelas dia.

Janson menambahkan, saat ini pelaku pasar masih menunggu rilis kinerja emiten dan tingkat GDP Indonesia untuk kuartal I-2021. Pihaknya merekomendasikan buy on weakness (BoW) untuk saham PT Astra International Tbk (ASII) di area Rp 5.350 dengan target harga Rp 6.100. Selanjutnya, saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) juga disarankan BoW pada area Rp 4.150 dengan target harga Rp 4.900.

Secara terpisah, Analis PT Binaartha Sekuritas M Nafan Aji mengatakan, IHSG berpotensi bergerak mixed dengan kecenderungan menguat pada kisaran 5.940,9-6.254,3 dalam sepekan ke depan. Pihaknya menilai, pelaku pasar bakal melakukan aksi akumulasi saham-saham pilihan dengan harapan memperoleh keuntungan di musim pembagian dividen. “Dari sentimen global, pasar juga menanti rilis data aktivitas manufaktur  dan jasa negara-negara maju yang diproyeksikan terus ekspansif,” jelas dia.

Nafan merekomendasikan saham PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) yang secara pola pergerakan mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. Investor bisa mengakumulasi beli pada area level Rp 3.110-Rp 3.130, dengan target harga secara bertahap di level Rp 3.290, Rp 3.420, Rp 3.600, dan Rp 4.010

Saham PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) juga menjadi rekomendasi lantaran Pergerakan harga saham telah menguji garis MA 200 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar. Investor disarankan akumulasi beli pada area Rp 1.560-Rp 1.580, dengan target harga secara bertahap di level Rp 1.695, Rp 1.750, Rp 2.000, dan Rp 2.250.

Tak ketinggalan, saham PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) dinilai telah menguji target harga Rp 3.330 dengan baik. Alhasil, pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola hammer candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. “Akumulasi saham TLKM pada area Rp 3.330-Rp 3.360, dengan target harga secara bertahap di level Rp 3.540, Rp 4.040 dan Rp 4.540,” kata Nafan.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN