Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Panen sawit di kebun Astra Agro. Foto: Astra Agro

Panen sawit di kebun Astra Agro. Foto: Astra Agro

Astra Agro Didukung Prospek Penguatan Harga CPO

Rabu, 10 Maret 2021 | 04:30 WIB
Parluhutan Situmorang

JAKARTA, investor.id - PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) berhasil menorehkan penguatan kinerja keuangan pada 2020 hingga melampaui proyeksi sejumlah analis. Lonjakan kinerja tersebut diperkirakan berlanjut hingga tahun ini sejalan dengan solidnya harga jual minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO), sehingga saham perkebunan grup Astra ini masih layak untuk dilirik.

Analis BRI Danareksa Sekuritas Andreas Kenny mengatakan, realisasi laba inti Astra Agro tahun lalu melonjak 137,9% menjadi Rp 1,1 triliun atau melampaui estimasi BRI Danareksa Sekuritas dan consensus analis. Lonjakan harga tersebut ditopang penguatan harga jual CPO mencapai 26,2% menjadi Rp 8.500 per kilo gram tahun lalu, meski dunia dan Indonesia dilanda pandemic Covid-19.

“Realisasi laba bersih tersebut setara dengan lebih tinggi hingga 11,8% dari target kami terhadap laba bersih tahun 2020. Hal ini mendorong kami untuk mempertahankan rekomendasi beli saham AALI dengan target harga direvisi naik menjadi Rp 17.500,” tulisnya dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, belum lama ini.

Dengan lonjakan keuntungan tersebut ditambah tren penguatan harga jual komoditas sawit, BRI Danareksa Sekuritas memilih untuk merevisi naik target laba bersih tahun ini dari Rp 1,18 triliun menjadi Rp 1,32 triliun.

Astra Agro Raih ESG Award 2020
Astra Agro

Sedangkan proyeksi penjualan direvisi turun 6,5% dari Rp 21,84 triliun menjadi Rp 20,42 triliun.

Menurut dia, revisi naik target harga tersebut sejalan dengan peningkatan target harga jual CPO tahun ini dari semula rata-rata MYR 2.900 per ton menjadi MYR 3.200 per ton. Kondisi cuaca yang diharapkan belih baik yang membuat harga pembelian tandan buah segar (TBS) lebih rendah dan pajak efektif lebih rendah. Tahun lalu, perseroan membukukan peningkatan laba bersih inti dari Rp 466 miliar menjadi Rp 1,10 triliun.

Begitu juga dengan pendapatan perseroan naik dari Rp 17,45 triliun menjadi Rp 18,80 triliun. Realisasi laba bersih tersebut merefleksikan 83,55% dari target BRI Danareksa Sekuritas dan 98,7% dari konsensus analis.

Sedangkan raihan pendapatan tersebut merefleksikan 91,6% dari target Danareksa Sekuritas dan 102,1% dari estimasi konsensus analis. BRI Danareksa Sekuritas menargetkan peningkatan laba bersih Astra Agro menjadi Rp 1,32 trilliun tahun 2021, dibandingkan raihan tahun lalu Rp 833,1 miliar. Begitu juga dengan pendapatan diharapkan meningkat tahun ini dari Rp 18,80 triliun menjadi Rp 20,42 triliun.

Pangkas Turun

Harga saham AALI dalam satu dekade terakhir, prospek AALI, dan kinerja keuangan Astra Agro.
Harga saham AALI dalam satu dekade terakhir, prospek AALI, dan kinerja keuangan Astra Agro.

Pandangan berbeda disampaikan analis Sinarmas Sekuritas Andrianto Saputra. Menurut dia, raihan laba bersih perseroan tahun lalu senilai Rp 833 miliar hanya merefleksikan 54% dari target yang ditetapkan Sinarmas Sekuritas.

Sedangkan pertumbuhan pendapatan dari Rp 17,45 triliun menjadi Rp 18,80 triliun merefleksikan 93% dari target Sinarmas Sekuritas. Rendahnya realisasi kinerja kuangan tersebut mendorong Sinarmas Sekuritas untuk merevisi turun target kinerja keuangan Astra Agro tahun 2021. Perkiraan laba bersih perseroan tahun 201 dipangkas dari Rp 2,66 triliun menjadi Rp ,160 triliun. Begitu juga dengan estimasi pendapatan perseroan direvisi turun dari Rp 22,72 triliun menjadi Rp 20,82 triliun.

Terkait harga jual CPO tahun ini, dia mengatakan, diproyeksikan tetap bertumbuh didukung pembukaan perbatasan sejumlah negara. Harga jual CPO juga akan didukung keyakinan bahwa pemerintah akan tetap menerapkan mandatori biodisel 30% tahun ini, karena pemerintah telah mengamankan dana dari pengutan ekspor untuk men- dukung kebijakan tersebut.

Pekerja Astra Agro di pabrik sawit Astra Agro. Foto: Astra Agro
Pekerja Astra Agro di pabrik sawit Astra Agro. Foto: Astra Agro

Penurunan pasokan CPO juga diperkirakan berlanjut hingga akhir semester I tahun ini dipengaruhi atas minimnya jumlah tenaga kerja di Malaysia, adany SOP baru untuk industri sawti di Sabah, dan curah hujan yang tinggi.

“Kami memperkirakan harga jual CPO akan naik menjadi Rp 9.350 per kilo gram tahun ini. Hal ini akan membut biaya pembelian tandan buah segar sawit dari pihak ketiga akan naik tahun ini,” tulisnya.

Sejumlah asumsi tersebut, menurut dia, saham AALI tetap layak untuk dikoleksi dengan target harga Rp 14.700. Target tersebut telah mempertimbangkan peluang kenaikan rata-rata harga jual CPO dan valuasi saham perseroan masih atraktif.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN