Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Panen sawit di kebun Astra Agro. Foto: Astra Agro

Panen sawit di kebun Astra Agro. Foto: Astra Agro

Astra Agro Raup Laba Bersih Rp 406,48 Miliar di 2020

Kamis, 25 Februari 2021 | 12:34 WIB
Parluhutan Situmorang

JAKARTA, Investor.id - PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) membukukan laba komprensif yang dapat diatribusikan kepada pemilik induk senilai Rp 406,48 miliar pada 2020, dibandingkan rugi komprehensi tahun sebelumnya Rp 37,34 miliar. Peningkatan tersebut sejalan dengan pertumbuhan pendapatan perseroan dari Rp 17,45 triliun menjadi Rp 18,80 triliun.

 

Manajemen Astra Agro dalam keterbukaan informasi di BEI disebutkan bahwa peningkatan laba bersih membuat kas dan setara kas perseroan akhir tahun lalu meningkat dari Rp 383,36 miliar menjadi Rp 978,89 miliar. Sedangkan laba per saham dasar meningkat menjadi Rp 432,84.

Tim riset Sinarmas Sekuritas sebelumnya menganalisasi bahwa penguatan harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) dan peningkatan volume produksi akan mamacu peningkatan kinerja keuangan Astra Agro tahun ini. Perseroan juga didukung tingkat utang yang rendah, sehingga laba bersih bisa lebih baik

Tim riset Sinarmas Sekuritas menyebutkan, permintaan CPO global telah menunjukkan kembali normal sejak akhir tahun lalu. Hal ini dapat dilihat dari data impor Tiongkok dan India. Impor CPO Tiongkok mencapai 668 ribut on, dibandingkan dengan rata-rata tiga tahun terakhir 527 ribu ton setiap tahun. Begitu juga dengan Tiongkok mencatat impor sebanyak 754 ribu ton, dbandingkan tiga tahun sebelumnya dengan rata-rata 550 ribu ton per tahun.

Sinarmas Sekuritas memperkirakan bahwa produksi TBS dan CPO perseroan cenderung pulih tahun ini, meski tumbuh melambat. Hal ini mengindikasikan bahwa kompetisi pembelian TBS dari pihak ketiga tetap tinggi setidaknya sampai akhir semester I tahun ini.

Sedangkan rata-rata harga jual CPO tahun ini diperkirakan menjadi Rp 9.350 per kilo gram, dibandingkan perkiraan tahun 2020 senilai Rp 8.485. Sedangkan volume penjualan CPO diharapkan meningkat menjadi 1,56 juta ton untuk 2021.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN