Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menara Astra. (Foto: Ist)

Menara Astra. (Foto: Ist)

Astra Raup Laba Bersih Rp 8,83 Triliun

Jumat, 30 Juli 2021 | 06:03 WIB
Gita Rossiana (gita.rossiana@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – PT Astra International Tbk (ASII) mencatat laba bersih Rp 8,83 triliun pada semester I-2021 atau turun 22% dibandingkan semester I-2020 yang mencapai Rp 11,37 triliun. Penurunan laba ini disebabkan adanya keuntungan penjualan saham PT Bank Permata Tbk (BNLI) pada semester I-2020. Apabila tidak memperhatikan keuntungan penjualan saham itu, laba Astra meningkat 61%.

Adapun pendapatan bersih konsolidasi Astra mencapai Rp 107,4 triliun atau naik 20%. Nilai aset bersih per saham pada 30 Juni 2021 sebesar Rp 4.012, meningkat 4% dibandingkan akhir 31 Desember 2020.

Presiden Direktur Astra International Djony Bunarto Djondro menjelaskan, sebagian besar bisnis perseroan mengalami perbaikan pada semester pertama tahun 2021 dibandingkan periode sama pada 2020. Meskipun, perseroan menghadapi pembatasan bisnis terkait dengan penanggulangan pandemi Covid-19.

"Walaupun kondisi bisnis telah membaik, kondisi masih akan menantang hingga akhir tahun ini, mengingat kinerja bisnis dan kepercayaan konsumen masih akan terdampak oleh situasi pandemi Covid-19 di Indonesia yang sangat memprihatinkan akhir-akhir ini," kata dia dalam keterangan resmi, Kamis (29/7).

Menurut Djony, prioritas utama Astra adalah memastikan kesehatan dan keselamatan karyawan di tengah situasi pandemi Covid-19. Karyawan telah berkontribusi signifikan terhadap ketahanan grup dalam menghadapi berbagai tantangan.

Adapun kas bersih, tidak termasuk anak perusahaan divisi jasa keuangan, mencapai Rp 20,5 triliun pada semester I-2021 atau meningkat 180,82% dari akhir 2020 yang mencapai Rp 7,3 triliun. Peningkatan ini ditopang oleh kinerja penjualan yang membaik, serta realisasi belanja modal dan keperluan modal kerja yang lebih rendah. "Jika volume penjualan terus membaik hingga akhir tahun, belanja modal dan modal kerja dapat mengalami peningkatan," papar Djony.

Dilihat dari seluruh lini bisnis, hampir semua segmen membukukan peningkatan kinerja. Segmen otomotif tercatat membukukan kenaikan laba bersih terbesar, yakni sebesar 362% menjadi Rp 3,3 triliun. Peningkatan laba ini karena perseroan bisa menanggulangi dampak negatif dari pandemi pada kuartal II-2020.

"Peningkatan laba juga karena peningkatan volume penjualan pada semester pertama tahun ini, terutama berasal dari segmen roda empat yang diuntungkan oleh insentif sementara pajak penjualan barang mewah," ujar Djony.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN