Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi Investasi. Foto: Goumbik (Pixabay)

Ilustrasi Investasi. Foto: Goumbik (Pixabay)

AUM Reksa Dana Manulife Tumbuh Jauh Melampaui Industri

Jumat, 14 Januari 2022 | 00:03 WIB
Nabil Al Faruq (nabil.alfaruq@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) hingga September 2021 mencatat total dana kelolaan (asset under management/AUM) sebesar Rp 112,1 triliun. Adapun MAMI tahun ini akan fokus pada edukasi finansial ke masyarakat luas.

Presiden Direktur Manulife Aset Manajemen Indonesia Afifa mengatakan, total AUM yang mengalami pertumbuhan 47,8% per akhir September 2021 dimiliki lebih dari 1,3 juta investor institusi dan individu yang dikelola dalam 29 produk reksa dana, 41 kontrak pengelolaan dana, dan 1 perjanjian penasihat investasi.

Sementara itu, AUM reksa dana MAMI hingga September 2021 mengalami pertumbuhan 79% sebesar Rp 6,17 triliun dibandingkan dengan periode sama pada tahun sebelumnya. “Perolehan ini jauh melampaui pertumbuhan industri reksa dana yang sebesar 8,2% pada periode yang sama,” ujar Afifa kepada Investor Daily, Kamis (13/1).

Baca juga: Gandeng DBS Indonesia, Manulife Luncurkan Unit Link MIWealthLink Optimax

Afifa menyampaikan, dalam berbagai kegiatan edukasi ke masyarakat luas dan juga market update yang disampaikan ke para investor, MAMI selalu menekankan pentingnya diversifikasi investasi. Portofolio investasi investor sebaiknya terdiri dari berbagai kelas aset investasi. Efek pasar uang, pendapatan tetap, maupun saham memiliki peranannya masing-masing dalam sebuah portofolio investasi para investor.

“Dengan demikian, tidak heran jika komposisi AUM reksa dana MAMI secara berurutan didominasi oleh efek pendapatan tetap, saham, dan pasar uang, serta sisanya adalah terproteksi dan campuran,” ujar dia.

Adapun pada tahun 2022, MAMI akan terus melakukan edukasi finansial ke masyarakat luas, memberikan kemudahan akses bagi masyarakat luas ke berbagai produk reksa dana MAMI. Kemudian, menyediakan solusi investasi yang sesuai dengan kebutuhan beragam tipe investor dengan kualitas layanan yang prima, serta selalu menjaga kepercayaan investor. “Melalui upaya ini, kami harap industri reksa dana, termasuk MAMI di dalamnya, dapat terus berkembang,” ujar dia.

Sementara untuk produk baru pada 2022, Afifa menyampaikan bahwa MAMI dalam merancang sebuah produk selalu mendengarkan kebutuhan investor. Hingga saat ini, MAMI telah memiliki 11 produk reksa dana saham, 8 produk reksa dana pendapatan tetap, 2 reksa dana campuran, 5 reksa dana pasar uang, dan 1 reksa dana terproteksi.

Baca juga: Manulife AM: Reksa Dana Saham Dan Pendapatan Tetap Favorit 2022

Sebelumnya, Manulife Aset Manajemen Indonesia menilai, reksa dana saham dan reksa dana pendapatan tetap bisa menjadi pilihan investasi pada tahun ini. Hal ini ditopang oleh pertumbuhan laba emiten dan kondisi eksternal yang mulai membaik.

Chief Economist and Investment Strategies Manulife AM Katarina Setiawan menjelaskan, penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia saat ini jauh lebih baik dibandingkan pada saat awal terjadi pandemi. "Ini bisa menjadi sentimen positif bagi investasi di pasar saham," ujar Katarina dalam acara Market Outlook 2022 secara virtual.

Sentimen positif lain yang mempengaruhi saham adalah pertumbuhan laba emiten yang diprediksi bisa mencapai 12% pada tahun depan. Kemudian, terdapat pula rencana penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham dari sektor new economy yang akhirnya memicu masuknya minat investor asing. Hal ini tentunya bisa meningkatkan bobot indeks Indonesia dan bisa menjadi benchmark berbagai MSCI.

Adapun reksa dana saham yang bisa dipilih bisa disesuaikan dengan kebutuhan investor. Menurut Katarina, investor bisa memilih reksa dana saham yang fokus pada core strategy ataupun high conviction. Dua jenis reksa dana saham ini memiliki potensi untuk bertumbuh.

Selain reksa dana saham, reksa dana pendapatan tetap dengan portofolio obligasi juga bisa menjadi pilihan investasi. Reksa dana pendapatan tetap tersebut bisa menjadi penyeimbang reksa dana saham yang cenderung memiliki volatilitas tinggi.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN