Menu
Sign in
@ Contact
Search
Kinerja PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) diprediksi masih akan cerah hingga akhir 2022.  (Foto: Dok. Telkom)

Kinerja PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) diprediksi masih akan cerah hingga akhir 2022. (Foto: Dok. Telkom)

Awal 2023, Telkom (TLKM) Pastikan Merger Telkomsel dan Indihome Rampung

Jumat, 16 September 2022 | 11:50 WIB
Lona Olavia (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) sebagai induk usaha Telkomsel dan juga Indihome menyatakan penggabungan bisnis atau merger antara Telkomsel dan Indihome akan berlangsung pada akhir tahun ini atau paling lambat awal tahun depan.

Direktur Strategic Portfolio Telkom Budi Setyawan Wijaya mengungkapkan, prosesnya sedang berjalan, kita harapkan milestone akan terjadi di tahun depan, ini akan melalui governance yang diperlukan termasuk beberapa persetujuan yang harus dilalui.

Baca juga: Pacu Profitabilitas, Telkom (TLKM) Usung 5 Strategi UtamaKolaborasi Dengan Telkomsel,

Sebagai strateginya, Telkom mengharapkan merger ini terjadi secara soft landing sehingga tidak memberikan dampak yang signifikan baik ke pelanggan maupun ke potensial pelanggan. Adapun, nantinya segmen konsumer akan dikelola oleh Telkomsel.

Direktur Keuangan Telkom Indonesia Heri Supriadi menambahkan bahwa transaksi ini harus dilakukan secara fair dan transparan. “Kita harapkan antara akhir tahun atau awal tahun bisa kita selesaikan,” katanya dalam Public Expose Live 2022, Jumat (16/9/2022).

Heri mengatakan, Telkomsel dan Indihome akan merger secara teknologi dan operasi. Adapun, potensi yang akan ditangkap dari merger keduanya cukuplah besar mengingat  penetrasi fixed broadband atau Fiber to The Home (FTTH) di Indonesia masih rendah. Di sisi lain, ada 60-70 juta rumah tangga yang berpotensi dijangkau oleh fixed broadband di negeri ini.

Baca juga: Telkom (TLKM) Genjot Layanan Data Center NeuCentrIX 

Terkait valuasi, ia mengatakan saat ini masih dalam perbincangan, namun manajemen memastikan akan memenuhi unsur fairness dalam hal penentuan valuasi.

Sebelumnya, Direktur Utama Telkom Ririek Adriansyah mengatakan, konsolidasi bisnis konektivitas itu akan memperbesar valuasi anak-anak usaha Telkom. Hal itu seperti sudah dilakukan dengan bisnis menara telekomunikasi, yang digabungkan ke dalam Mitratel. "Penggabungan Indihome ke Telkomsel akan memperkuat struktur modal berganda dan meningkatkan skala bisnis. Penetrasi ke pasar juga akan semakin kuat," kata Ririek.

Baca juga: Akselerasi Bisnis Data Center, Telkom (TLKM) Rombak Grup Usaha

Dia mencontohkan, pengguna Telkomsel cenderung akan memakai Wifi saat berada di rumah atau kantor. Saat ini layanan tersebut terpisah, koneksi mobile di Telkomsel, sedangkan broadband di Indihome.

"Dengan penggabungan, akan jadi unlocking bisnis sektor telekomunikasi di bawah Telkom," ujarnya.

Menurut Ririek Adriansyah, model penggabungan Indihome ke Telkomsel, bisa berupa penjualan aset dari Telkom ke Telkomsel. Hal serupa pernah dilakukan, saat Telkomsel menjual menara ke Mitratel.

Baca juga: Entitas Telkom (TLKM) Disebut bakal Bermitra dengan Raksasa Teknologi Dunia, Siapa?

Untuk merealisasikan rencana tersebut, Telkom sedang membicarakannya dengan Singtel, selaku pemegang 35% saham Telkomsel.

Saat ini Telkomsel merupakan penguasa pasar terbesar untuk layanan selular atau mobile connectivity dengan 176 juta pelanggan. Sedangkan Indihome juga merupakan market leader untuk layanan fixed broadband, dengan 8,6 juta pelanggan atau setara 80% market jasa telekomunikasi itu.

Editor : Lona Olavia (olavia.lona@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com