Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi saham. Gerd Altmann (Pixabay)

Ilustrasi saham. Gerd Altmann (Pixabay)

Awal April, Lima Perusahaan Kompak IPO

Farid Firdaus, Rabu, 1 April 2020 | 19:39 WIB

JAKARTA, investor.id – Sebanyak lima calon emiten baru kompak melangsungkan penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham selama pekan pertama April 2020. Lima perusahaan dari berbagai sektor tersebut berpotensi meraih dana segar hingga Rp 657,7 miliar.

PT Karya Bersama Anugerah mengincar dana IPO hingga Rp 215 miliar. Perusahaan yang merupakan pengembang properti di Balikpapan, Kalimantan Timur ini, menargetkan pencatatan perdana saham (listing) di BEI pada 8 April 2020. PT Danatama Makmur Sekuritas dan PT NH Korindo Sekuritas Indonesia menjadi penjamin pelaksana emisi efek.

Karya Bersama juga menerbitkan waran seri I yang diberikan secara cuma-cuma sebagai insentif bagi calon investor. “Harga pelaksanaan waran sebesar Rp 125 dan periode pelaksanaan berlaku selama 8 Oktober 2020-6 April 2023,” jelas PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) dalam laporannya, Rabu (1/4).

Sementara itu, PT Sejahtera Bintang Abadi Textile berpotensi meraih dana IPO hingga Rp 44,62 miliar. Produsen tekstil asal Bandung ini juga menargetkan listing pada 8 April 2020. Perseroan turut menawarkan waran seri I. Harga pelaksanaan waran Rp 120, dengan periode pelaksanaan selama 8 Oktober 2020-7 April 2023. PT Victoria Sekuritas Indonesia dan PT Surya Fajar Sekuritas bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek.

Berdasarkan situs resmi, Sejahtera Bintang Abadi melayani kebutuhan pabrik-pabrik tekstil di banyak kota di Indonesia dan mengekspor hingga ke 22 negara di Asia, Eropa, Afrika, dan Amerika Serikat (AS).

Lebih lanjut, PT Cipta Selera Murni berpotensi meraih dana IPO sebesar Rp 36,07 miliar. Perusahaan merupakan pengelola dari gerai makanan cepat saji Texas Chicken Indonesia. Aksi IPO ini ditangani oleh PT Sucor Sekuritas dan ditargetkan listing pada 9 April 2020.

Di lain pihak, PT Bhakti Multi Artha membidik dana IPO maksimal Rp 206 miliar. Perusahaan bergerak dalam bidang konsultasi manajemen dan merupakan holding bidang keuangan. Salah satu anak usaha perseroan adalah PT Asuransi Jiwa Nasional (ASJN).

Bhakti Multi Artha melangsungkan penawaran umum selama dua pekan. Alhasil, perseroan menargetkan listing pada 14 April 2020. Aksi IPO ini ditangani oleh PT Jasa Utama Capital Sekuritas.

Sementara itu, PT Bumi Benowo Sukses Sejahtera optimistis mengantongi dana IPO sebesar Rp 156 miliar. Perseroan menjadwalkan listing di BEI pada 14 April 2020. Perusahaan asal Surabaya tersebut menunjuk PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia sebagai lead underwriter.

Direktur Utama Bumi Benowo Sukses Sejahtera Felix Soesanto mengatakan, semula perseroan berniat menerbitkan saham baru hingga 1,5 miliar saham atau setara 30%. Namun, perseroan tetap yakin target raihan dana IPO hingga di atas Rp 150 miliar tercapai, meskipun kondisi pasar modal yang kurang kondusif.

“Perseroan akan mengalokasikan sebesar 75% dana IPO di antaranya untuk membeli tanah seluas 58.719 m2 di Kebomas, Gresik, di Jawa Timur, dan sisa dananya akan digunakan untuk modal kerja,” ujar Felix dalam keterangan resmi.

Pembelian tanah yang akan dilakukan perseroan merupakan upaya untuk menambah persediaan lahan (landbank) dan nantinya akan dibangun menjadi pergudangan. Pada 2019, perseroan baru saja menambah landbank sebanyak 6.683 m2 dan 2.250 m2 sehingga nanti setelah IPO total landbank Bumi Benowo menjadi sekitar 10 hektare (ha).

Selain menerbitkan saham baru, perseroan juga menerbitkan 650.000 waran guna menarik minat investor. Waran tersebut diberikan dengan rasio 2:1 atau berarti setiap pemilik 2 saham akan mendapatkan 1 waran. Waran tersebut akan diterbitkan dengan harga pelaksanaan Rp 200 dan dapat dieksekusi oleh pemegang saham sejak Oktober 2020 sampai April 2021.

Menurut Felix, di tengah kondisi perekonomian yang kurang kondusif seperti saat ini, perusahaan masih optimistis terhadap prospek industri e-commerce dan logistik yang menjadi target pasar pergudangan perusahaan.

Pihaknya menilai, kuatnya industri e-commerce dan perusahaan logistik pihak ketiga sekarang terlihat ketika terjadi pembatasan mobilitas masyarakat di tengah pencegahan penyebaran virus Korona. Kedua industri masih tetap kuat karena masyarakat mengandalkan pembelian online dan pengiriman barang sampai ke rumahnya.

“Industri-industri tersebut juga masih memiliki ruang pertumbuhan yang besar karena didukung realisasi program tol laut pemerintah yang membantu distribusi barang di setiap pulau menjadi lebih efektif,” ujar dia.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN