Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pengunjung melintas di depan layar elektronik pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, di Jakarta, Rabu (18/3/2020).  BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Pengunjung melintas di depan layar elektronik pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, di Jakarta, Rabu (18/3/2020). BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Bahana Sekuritas: Koreksi IHSG Semakin Terbatas, Saat Koleksi Saham Murah

Kamis, 26 Maret 2020 | 15:12 WIB
Nabil Al Faruq (nabil.alfaruq@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id — Wabah virus korona (Covid-19) yang menyebar ke berbagai penjuru negeri termasuk Indonesia telah mempengaruhi kinerja indeks harga saham gabungan (IHSG). Dalam sebulan terakhir, IHSG terkoreksi sekitar 30% namun ke depannya koreksi pasar saham diproyeksikan akan semakin terbatas.

Kepala Riset Bahana Sekuritas Lucky Ariesandi mengatakan, menurunnya kinerja IHSG yang cukup dalam mencerminkan ekspektasi laba bersih emiten terkoreksi lebih dari 20%. Menurut dia, hingga akhir 2020 rata-rata laba emiten akan tertekan sekitar 2-4%, sementara indeks diperkirakan berada di kisaran level 5.650.

“Kasus ini cepat atau lambat akan teratasi, dan tidak akan berkepanjangan hingga bertahun-tahun, sehingga kami tidak melihat penyebaran virus ini akan berakhir pada resesi perekonomian seperti 1998 karena kondisi perbankan Indonesia masih cukup kuat,’’ ujar dia dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis (26/3).

Proyeksi tersebut didukung oleh berbagai sentimen seperti pemerintah Indonesia yang telah melakukan langkah untuk menambah beberapa rumah sakit khusus untuk pasien yang terinfeksi korona, ditambah lagi kerja sama yang dilakukan dengan Tiongkok untuk mendatangkan alat-alat kesehatan dan obat-obatan, serta adanya dukungan dari cuaca yang mulai memanas.

Menurut dia, dengan adanya kondisi tersebut, untuk masuk ke pasar dengan mengoleksi saham-saham yang murah adalah langkah yang tepat. Pasalnya, fundamental Indonesia masih cukup baik. Selain itu, pengaruh Covid-19 ini hanya akan berdampak pada kuartal I dan II, namun ke depannya perekonomian dan pasar saham Indonesia akan lebih cepat pulih.

Pemerintah juga telah melakukan berbagai insentif fiskal dan juga melonggarkan kebijakan moneter dalam menghadapi pandemi Covid-19. Meskipun demikian, dengan dukungan kebijakan tersebut dan melihat kondisi saat ini, beberapa sektor akan diuntungkan, seperti telekomunikasi, farmasi, dan konsumsi.

“Dengan adanya kebijakan work from home (WFH), kebutuhan alat kesehatan, multivitamin, dan kebutuhan bahan pokok, sektor-sektor tersebut akan mendapatkan angin segar,” tutur dia.

Terkait saham, pihaknya merekomendasikan saham-saham dengan beta tinggi atau saham yang berkorelasi cukup tinggi dengan indeks, sebagai antisipasi rally setelah krisis teratasi.

Editor : Nurjoni (nurjoni@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN