Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Direktur Utama Bank Banten Agus Syabarrudin. (ist)

Direktur Utama Bank Banten Agus Syabarrudin. (ist)

POTENSI PENDAPATAN RP 30-50 MILIAR

Bank Banten Beli Piutang BJB Rp 557 Miliar

Kamis, 29 Juli 2021 | 16:26 WIB
Harso Kurniawan (harso@investor.co.id)

JAKARTA, Investor.id - PT Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk (BEKS) berpotensi memperoleh pendapatan berkisar Rp 30-Rp 50 miliar seiring aksi korporasi pembelian kembali (buy back) piutang pegawai negeri sipil (PNS) Pemerintah Provinsi Banten dari PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat Tbk (BJB) senilai Rp 557 miliar dari 4.218 kreditor.

Proses jual beli ini dihadiri oleh Edi Kurniawan Saputra selaku pimpinan kantor wilayah IV Bank BJB dan Ferry Fauzi, kepala divisi kredit Bank Banten, pertengahan pekan ini. Buyback kredit PNS di Pemprov Banten ini sepaket dengan pengelolaan rekening kas umum daerah (RKUD) Pemprov Banten yang sebelumnya telah dikelola oleh Bank Banten.

Agus Syabarrudin, direktur utama Bank Banten, menegaskan, kredit yang dibeli kembali oleh perseroan menggunakan dana pihak ketiga (DPK) perseroan. Piutang yang ditebus dengan dana cukup besar itu merupakan kredit yang akan jatuh tempo dalam kurun waktu 3-5 tahun.

“Dengan adanya buy back tersebut, secara otomatis 4.218 kreditor tersebut akan mengalihkan pembayarannya dari Bank BJB kepada Bank Banten. Perseroan berpeluang memperoleh pendapatan tambahan senilai Rp 30-50 miliar yang diharapkan tercapai akhir Desember 2021,” ujar Agus, Kamis (29/7/2021).

Adapun langkah selanjutnya yang akan ditempuh BEKS dalam melakukan penguatan kinerja, kata dia, adalah tetap fokus pada penyaluran kredit kepada PNS. Untuk aksi korporasi yang sudah direncanakan dan menunggu waktu realisasi, Agus mengatakan Bank Banten bakal melakukan buy back kredit lagi di Bank Kalsel senilai Rp 180 miliar. Hal ini sekaligus menjadi milestone penting terhadap upaya penyehatan kinerja bisnis perseroan.

“Proses jual beli ini merupakan sebuah awalan yang baik bagi perseroan. Dengan demikian Bank Banten telah merealisasikan rencana bisnis bank (RBB) yang sebelumnya telah dilaporkan ke OJK (Otoritas Jasa Keuangan). proses ini merupakan salah satu angka fundamental untuk langkah bisnis selanjutnya Bank Banten sekaligus menjadi sebuah paket antara pengelolaan RKUD Provinsi Banten yang sebelumnya telah ditempatkan di Bank Banten,” tutur Agus.

Momentum ini, lanjut Agus, mengindikasikan kepercayaan nasabah terhadap Bank Banten. Kondisi bisnis Bank Banten telah sehat dan perseroan bisa all out memulai bisnis lagi.

“Keberhasilan melakukan buy back ini sekaligus menjadi penanda bahwa likuiditas perusahaan telah stabil, sehingga dapat mengelola aset lagi,” sebut Agus.

Harapannya, capaian ini bisa mendorong pemerintah kabupaten/kota di Banten menempatkan RKUD di Bank Banten. Sebagai tambahan informasi, sebelumnya, demi mengejar target meraih kembali kepercayaan masyarakat, jajaran direksi Bank Banten terus berupaya merangkul segenap tokoh di Banten agar bersinergi.

Editor : Harso Kurniawan (harso@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN