Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi rapat. Foto: rawpixel (Pixabay)

Ilustrasi rapat. Foto: rawpixel (Pixabay)

Bank CCB Indonesia akan Rights Issue Rp 3,2 Triliun

Gita Rossiana, Senin, 9 September 2019 | 18:59 WIB

JAKARTA, investor.id – PT Bank China Construction Bank Indonesia Tbk atau CCB Indonesia (MCOR) berencana melangsungkan rights issue atau penambahan modal dengan memesan hak efek terlebih dahulu (HMETD) dengan target dana sebesar Rp 3,2 triliun. Aksi ini dilakukan untuk mendukung rencana perseroan naik ke BUKU III atau bank dengan modal inti di atas Rp 5 triliun.

Bank CCB Indonesia akan melepas 32 miliar lembar saham dengan harga nominal Rp 100 per saham. Sementara itu, harga penawaran belum ditetapkan.

“Perseroan berencana menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 11 Oktober 2019. Hasil RUPSLB ini akan diserahkan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 14 Oktober 2019,” jelas manajemen Bank CCB Indonesia dalam pengumuman resmi, Senin (9/9).

Sejauh ini, China Construction Bank Corporation menggenggam 60% saham Bank CCB Indonesia. Sedangkan Johnny dan Kiky Hamidjaja memiliki saham masing-masing 21,32% dan 5,21%. Sementara, masyarakat memiliki 13,47% saham.

Sekretaris Perusahaan Bank CCB Indonesia Andreas Basuki mengatakan, saat ini, modal inti perseroan mencapai Rp 2,1 triliun. Oleh karena itu, perusahaan memerlukan dana sekitar Rp 3 triliun untuk bisa naik ke BUKU III. "Tujuan kami memang ingin menjadi BUKU III. Saat ini, modal inti Rp 2,1 triliun dan target dana rights issue Rp 3,2 triliun cukup untuk jadi BUKU III," ujar dia kepada Investor Daily.

Dengan menjadi BUKU III, perseroan masih akan mengembangkan bisnis sebelumnya. "Strategi kami masih sama, untuk mengembangkan corporate banking, SME, dan konsumer," ucap Andreas.

Sebelumnya, Bank CCB Indonesia menerbitkan surat berharga subordinasi (subdebt) senilai US$ 50 juta atau setara dengan Rp 700 miliar untuk memperkuat modal perseroan.

Besaran subdebt ini adalah 29,28% dari jumlah ekuitas perusahaan per 31 Agustus 2018. Subdebt tersebut akan  dibeli oleh China Construction Bank Corporation (CCBC), sebagai pemegang saham mayoritas perseroan dengan kepemilikan 60%.

Dalam penerbitan subdebt ini, CCB Trustee Company Limited bertindak sebagai kustodian dan jasa agen fiskal dan agen pembayar. CCB Trustee  dimiliki oleh China Construction Bank (Asia) yang dikendalikan oleh CCBC. Sementara, Bank CCB Indonesia adalah bank hasil merger antara PT Bank Windu Kentjana International Tbk dan PT Bank Antardaerah pada 30 November 2016.

Saat ini, Bank CCB Indonesia memiliki 95 kantor yang tersebar di kota-kota di Indonesia seperti Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Denpasar Bali, Mataram Lombok, Palembang, Bandar Lampung, Batam, Pekanbaru, Pontianak, Makassar, dan Pangkal Pinang.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA