Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Direktur Utama PT BNP Paribas Asset Management Priyo Santoso dalam acara Webinar Tren Investasi Kekinian Berbasis ESG live di Beritasatu News Channel di Jakarta, Selasa (26/1/2021). Acara ini merupakan kerjasama Majalah Investor dengan BNI, BCA dan BNP Paribas Asset Management. Beritasatu Photo/Uhan AR

Direktur Utama PT BNP Paribas Asset Management Priyo Santoso dalam acara Webinar Tren Investasi Kekinian Berbasis ESG live di Beritasatu News Channel di Jakarta, Selasa (26/1/2021). Acara ini merupakan kerjasama Majalah Investor dengan BNI, BCA dan BNP Paribas Asset Management. Beritasatu Photo/Uhan AR

Bank DBS Indonesia dan BNP Paribas AM Luncurkan Reksa Dana Syariah

Rabu, 22 September 2021 | 15:49 WIB
Nabil Alfaruq (nabil.alfaruq@beritasatumedia.com)

JAKARTA, Investor.id - PT Bank DBS Indonesia menjalin kerjasama dengan PT BNP Paribas Asset Management untuk meluncurkan produk reksa dana BNP Paribas DJIM Global Technology Titans 50 Syariah USD. Produk ini diluncurkan, seiring dengan tren penggunaan teknologi dalam beberapa bulan terakhir.

Produk tersebut merupakan reksa dana indeks global pertama di Indonesia yang sesuai dengan prinsip syariah. Sebab, eksposur produk berada di saham-saham perusahaan teknologi berskala global.

“Reksa dana ini telah diluncurkan pada 20 September 2021 dengan Bank DBS. Saat peluncuran pertama, produk ini sudah berhasil meraih net asset gathering sebesar US$ 31,1 juta,” ujar Presiden Direktur BNP Paribas Asset Management Priyo Santoso dalam webinar melalui Zoom, Rabu (22/9).

Priyo menyampaikan, reksa dana BNP Paribas DJIM Global Technology Titans 50 Syariah USD merupakan produk reksa dana global syariah USD ketiga yang diluncurkan BNP Paribas Asset Management. Sebelumnya, perseroan telah menerbitkan BNP Paribas Cakra USD Syariah tahun 2016 dan BNP Paribas Greater China Equity Syariah USD pada 2020.

Lebih lanjut, dia mengatakan, produk yang diluncurkan Bank DBS Indonesia dan BNP Paribas Asset Management tersebut mengusung bentuk reksa dana syariah. Menurut Priyo, hal tersebut sejalan dengan prospek produk syariah nasional masih besar ke depan.

Selain itu, perusahaan-perusahaan yang ada di dalam produk reksa dana syariah biasanya bertanggung jawab dalam menjalankan bisnisnya dan dari sisi rasio keuangan tidak memiliki yang tinggi, sehingga tahan terhadap guncangan yang terjadi di kondisi ekonomi yang ada.

“Dari sisi kinerja, semua produk global syariah USD memberikan kinerja yang optimal. Jadi, kami percaya kedepannya prospek untuk produk ini masih positif,” ujar Priyo.

Sementara itu, Head of Investment Product & Advisory Bank DBS Indonesia Djoko Soelistyo mengatakan, selama dua tahun terakhir, pertumbuhan syariah USD berkisar 90%. Hal ini juga memberikan dampak kepada DBS dengan pertumbuhan double digit untuk produk syariah USD.

Menurut Djoko, perseroan melihat tren investasi di dalam produk berbasis US akan tetap berkembang, mengingat adanya kemungkinan kenaikan interest rate di Amerika Serikat dengan perkiraan mulai tahun 2023.

“Jadi kami melihat pertumbuhan syariah ini sangat optimis, apalagi dengan tema-tema yang disesuaikan dengan tren kedepan. Perlu diketahui, di masa pandemi, investasi di syariah US ini cukup stabil,” ujar dia.

Sebagai tambahan informasi, Indeks Dow Jones Islamic Market (DJIM) World selama 10 tahun terakhir mengalami pertumbuhan yang reltif stabil dan naik, apabila dilihat secara persentase pertumbuhan berada di atas sekitar 200%. Sementara DJIM Global Technology Titans 50 pertumbuhannya sudah sekitar 500%.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN