Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi Bank Neo Commerce. (ist)

Ilustrasi Bank Neo Commerce. (ist)

Bank Digital Booming, Saham BBYB Melesat 138%

Jumat, 26 Februari 2021 | 16:13 WIB
Harso Kurniawan (harso@investor.co.id)

JAKARTA, Investor.id - Bank digital tengah booming dan mendapatkan banyak porsi pemberitaan di berbagai media massa serta ruang diskusi masyarakat sejak awal tahun ini. Ini memicu lonjakan saham para pemain bank digital, seperti PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB).

Saham BBYB naik signifikan dalam tiga minggu terakhir. Awal Februari 2021, saham BBYB masih berada di posisi Rp 340. Kemudian, pada Rabu (24/2), saham BBYB bertengger di level 810 atau meningkat 138%. Dalam sepekan terakhir, saham BBYB naik 63,31%, setelah reli selama tiga hari beruntun.

Bank Neo Commerce (BNC), yang sebelumnya dikenal dengan Bank Yudha Bhakti, mengumumkan pelaksanaan rights issue untuk mendapatkan suntikan modal guna memenuhi ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terkait pemenuhan modal inti minimum bank. Pemegang saham utamanya, PT Akulaku Silvrr Indonesia, berkomitmen turut serta dalam penawaran umum terbatas (PUT) saham ini. Melalui aksi korporasi itu, perseroan akan mendapatkan suntikan dana sebesar Rp 249,82 miliar.

Tjandra Gunawan, direktur utama BNC, mengatakan, transformasi digital yang dilakukan oleh perseroan disambut baik oleh para pemangku kepentingan, termasuk para investor. “Kenaikan harga saham BBYB yang cukup signifikan beberapa waktu ini mendapat perhatian Bursa Efek Indonesia (BEI). Kami sangat senang, karena hal ini menunjukkan, antusiasme dan kepercayaan masyarakat terhadap bank digital semakin tinggi. Hal ini memperkuat optimisme kami sebagai bank digital dengan visi, Banking Above and Beyond,” kata dia, Kamis (25/2/2021).

Menurut dia, antusiasme masyarakat terhadap layanan bank digital sejalan dengan hasil survei Inventure Indonesia dan Alvara Research Center yang menyebutkan, penetrasi digital semakin masif di sektor perbankan. Layanan berbasis digital seperti internet dan mobile banking semakin sering digunakan oleh para nasabah. Masyarakat menilai berbagai layanan digital memberikan banyak kemudahan dan kenyamanan. Tak ayal lagi, banyak transformasi digital yang makin masif dilakukan oleh perbankan termasuk BNC.

BNC, kata dia, selalu berupaya untuk melakukan inovasi guna meyakinkan masyarakat agar menggunakan bank digital dalam pengelolaan keuangan mereka. Salah satu upaya untuk memperkenalkan identitas baru sebagai neo bank dan memberikan neo customer experience sebagai bagian dari transformasi digitalnya kepada masyarakat, BNC membuka pameran di Ashta @ District 8 SCBD, Jakarta. Hal ini diharapkan dapat menarik minat generasi muda untuk lebih peduli dengan keuangan, dengan cara yang sesuai kebiasaan serta kebutuhan mereka.

Upaya lain yang dilakukan BNC, kata dia, adalah bekerja sama dengan berbagai perusahaan digital ternama, antara lain Huawei, Sunline, dan Tencent Cloud. Kerja sama ini dilakukan untuk mewujudkan pengalaman perbankan digital yang aman dan terlindungi, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir lagi atas kerahasiaan data mereka.

Tahun lalu, laba bersih BNC mencapai Rp 19,9 miliar, naik dari periode sama tahun sebelumnya Rp 16 miliar. Aset BNC mencapai Rp 5,4 triliun, kredit Rp 3,6 triliun, dan dana pihak ketiga (DPK) Rp 3,9 triliun.

“BNC berkomitmen memberikan neo banking experience kepada masyarakat diiringi dengan konsistensi dalam menjalani aktivitas perbankan yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kepuasan pelanggan. Ini sejalan dengan salah satu nilai inti yang dimiliki korporasi, yaitu trust and integrity,” kata dia.

Editor : Harso Kurniawan (harso@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN