Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Papan di lantai Bursa Efek Indonesia (BEI). Foto ilustrasi: Investor Daily/DAVID GITA ROZA

Papan di lantai Bursa Efek Indonesia (BEI). Foto ilustrasi: Investor Daily/DAVID GITA ROZA

Bank IBK Indonesia Raih Modal Rp 1 Triliun dari Industrial Bank of Korea

Rabu, 30 September 2020 | 13:50 WIB
Gita Rossiana (gita.rossiana@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - PT Bank IBK Indonesia Tbk (AGRS) mendapatkan suntikan modal sebesar Rp 1 triliun dari Industrial Bank of Korea (IBK). Suntikan modal ini diharapkan bisa berdampak positif terhadap Bank IBK Indonesia.

Direktur Bank IBK Indonesia Kim Jaemyoung mengatakan, suntikan modal ini dilakukan pada 28 September 2020. Suntikan modal ini merupakan suntikan dari IBK yang merupakan pemegang saham pengendali dari Bank IBK Indonesia.

"Suntikan modal ini bisa memberikan dampak positif terhadap Bank IBK Indonesia," kata dia dalam keterangan resmi pada Selasa (29/9).

Adapun sebelumnya, Bank IBK menggelar rights issue dengan harga pelaksanaan Rp 170 per saham. Dengan 4,72 miliar unit saham yang dilepas, perseroan berpeluang meraup dana Rp 803,32 miliar dari rights issue tersebut.

Dalam rights issue ini, IBK akan mengeksekusi haknya yakni sebanyak 4,11 miliar unit saham atau senilai Rp 700 miliar. Dengan adanya pelaksanaan rights issue ini, struktur kepemilikan pemegang saham akan mengalami perubahan. Kepemilikan saham IBK akan menurun dari 96,06% sebelum rights issue menjadi 96,02% setelah rights issue.

Sementara kepemilikan pemegang saham lain yakni PT Dian Intan Perkasa akan meningkat menjadi 0,77% dari 0,74% sebelum rights issue. Begitu juga dengan kepemilikan Willy Yonathan dan masyarakat yang akan meningkat menjadi 0,27% dan 2,76%.

Berdasarkan laporan keuangan per 30 Juni 2020, jumlah ekuitas perseroan mencapai Rp 1,14 triliun. Nilai ini menurun dibandingkan posisi pada akhir 2019 yang mencapai Rp 1,2 triliun.

Penurunan modal ini disebabkan tidak adanya setoran modal pada periode 30 Juni 2020. Sedangkan pada periode akhir 2019, perseroan mendapatkan setoran modal sebesar Rp 700 miliar. Setoran modal ini adalah dana dari IBK yang bertindak sebagai standby buyer dalam penawaran umum terbatas (PUT) II pada 27 Februari 2019.

Adapun struktur pemegang saham perseroan pada akhir 2019 adalah Industrial Bank of Korea sebesar 96,06%, PT Dian Intan Perkasa sebesar 0,47%, Willy Yonathan 0,16% dan masyarakat 1,7%.

Dari sisi kinerja keuangan, Bank IBK Indonesia membukukan rugi sebesar Rp 46,47 miliar pada periode semester I-2020. Rugi ini membesar dibandingkan semester I-2019 yang mencapai Rp 43,31 miliar.

Rugi ini disebabkan oleh pendapatan bunga bersih yang lebih besar dari beban operasional. Per semester I-2020, pendapatan bunga bersih tercatat sebesar Rp 83,71 miliar, sedangkan beban operasional mencapai Rp 156,94 miliar.

Sementara aset tercatat meningkat menjadi Rp 6,98 triliun pada semester I-2020 dari Rp 6,42 triliun pada akhir 2019. Peningkatan aset juga seiring dengan peningkatan liabilitas dari Rp 5,21 triliun pada akhir 2019 menjadi Rp 5,84 triliun pada semester I-2020.

Sebelumnya, Direktur Kepatuhan PT Bank IBK Indonesia Tbk Alexander Frans Rori mengatakan, perseroan akan mendapatkan suntikan modal dari pemegang saham pada 2020, sehingga modal perseroan akan mencapai Rp 2,4 triliun di akhir 2020.

Alexander menambahkan, setelah melakukan merger menjadi Bank IBK Indonesia, total aset tercatat sebesar Rp 7,5 triliun, dengan penyaluran kredit senilai Rp 3,9 triliun. Bank hasil merger juga mencatatkan dana pihak ketiga (DPK) sebesar Rp 5,7 triliun.

"Hasil tersebut belum bisa dibandingkan dengan posisi sebelumnya, karena sebelumnya Bank Agris dan Bank Mitraniaga belum digabungkan," kata dia.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN