Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Bank Ina Perdana

Bank Ina Perdana

BEI PERTANYAKAN HARGA PELAKSANAAN RIGHTS ISSUE SAHAM BINA

Bank Ina Tengah Siapkan Layanan Perbankan Digital

Rabu, 29 September 2021 | 20:38 WIB
Parluhutan Situmorang

JAKARTA, Investor.id - PT Bank Ina Perdana Tbk (BINA) tengah menyiapkan layanan perbankan digital, berupa aplikasi digital yang bisa digunakan untuk pembukaan rekening, penyimpanan dana, dan pengajuan pinjaman secara mandiri, serta bertransaksi secara digital, melalui aplikasi.

Demikian jawaban tertulis Dirut Bank Ina Daniel Budirahayu terkait permintaan penjelasan Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk pelaksanaan penerbitan saham baru (rights issue) bank milik Salim Grup tersebut.

“Sebagai langkah awal, bank akan memulai persiapan untuk memperkuat sistem, infrastruktur, dan keamanan dalam rangka menghadirkan perbankan digital yang handal dan aman bagi seluruh nasabah,” tulisnya melalui jawaban tertulis Bank Bina di BEI, Rabu (29/9).

Pengembangan layanan perbankan digital Bank Ina, menurut dia, bakal dilaksanakan secara bertahap sesuai dengan perkembangan bisnis dan kemampuan perseroan.

Dalam jawaban tertulis tersebut, Daniel menambahkan, PT Indolife Pensiontama sebagai pemegang saham pengendali Bank Ina akan berperan sebagai pembeli siaga dalam rights issue saham perseroan.

Selain hal tersebut, BEI mempertanyakan keputusan Bank Ina dalam penentuan harga pelaksanaan rights issue saham di level Rp 4.200-4.380. Sebab, harga tersebut di atas rata-rata harga transaksi saham BINA dalam 25 hari transaksi bursa sebelum pernyataan pendaftaran pada 16 September 2021.

Berdasarkan perhitungan BEI dari 10 Agustus-15 September 2021, rata-rata harga saham BINA berada dalam kisaran Rp 4.184.

Menanggapi pertanyaan BEI tersebut, Dirut Bank Ina Daniel Budirahayu menyebutkan bahwa, rata-rata harga saham BINA dalam 30 hari transaksi bursa mencapai Rp 4.247 dan rata-rata dalam 60 hari transaksi bursa Rp 4.340. “Dari data di atas, perseroan memutuskan harga pelaksanaan HMETD berkisar Rp 4.200-4.380,” tulisnya.

Sedangkan, pada penutupan perdagangan saham di BEI, Selasa (29/9), harga saham BINA kembali lanjutkan penurunan senilai Rp 210 (5,41%) menjadi Rp 3.670. Penurunan tersebut membuat gap harga pelaksanaan rights issue dengan harga pasar saham BINA kian menjauh.

Sebelumnya, Bank Ina telah mengumumkan pelaksanaan Penawaran Umum Terbatas III (PUT III) dengan mekanisme hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue pada November 2021. Perseroan akan menggelar rights issue sebanyak-banyaknya 282.718.750 saham atau setara dengan 4,76%. Perseroan juga telah menetapkan harga pelaksanaan berkisar Rp 4.200 – 4.380 per saham

Setiap pemegang 20 saham lama yang namanya tercatat dalam daftar pemegang saham perseroan pada 8 November 2021 pukul 16.00 WIB berhak atas satu HMETD. Setiap satu HMETD memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli sebanyak satu saham baru dengan harga pelaksanaan berkisar antara Rp 4.200– 4.380.

Bank Ina akan memanfaatkan dana hasil rights issue yang ditargetkan senilai Rp 1,24 triliun tersebut untuk meningkatkan dan mempercepat proyek digital tahun ini. Sebab, tren bisnis saat ini mengarah ke digital dan hampir semua bank menuju bank digital.

 

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN