Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Bank Mandiri. Foto: DAVID

Bank Mandiri. Foto: DAVID

Bank Mandiri Biayai Dian Swastatika US$ 223,5 Juta

Selasa, 10 Desember 2019 | 21:42 WIB
Farid Firdaus (farid.firdaus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) mengantongi fasilitas pinjaman dari PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) senilai US$ 223,5 juta. Utang tersebut akan digunakan untuk pengembangan usaha perseroan beserta anak usahanya.

Sekretaris Perusahaan Dian Swastatika Sentosa Susan Chandra mengatakan, pinjaman dari Mandiri tersebut berjangka waktu 51 bulan dengan suku bunga LIBOR 3 bulan ditambah 4,5% per tahun. Penandatangan pinjaman telah dilaksanakan 9 Desember ini dengan jaminat aset tetap perseroan.

“Fasilitas pinjaman ini berdampak terhadap rasio utang terhadap ekuitas perseroan meningkat sekitar 4%,” jelas dia dalam keterangan resmi, Selasa (10/12).

Pembiayaan dari Mandiri menambah daftar pinjaman yang diraih emiten Grup Sinarmas tersebut sepanjang tahun 2019. Sebelumnya, anak usaha perseroan, yakni PT DSSP Energi Sejahtera menandatangi perjanjian sindikasi senilai US$ 370 juta dengan sejumlah lembaga keuangan dan perbankan pada 27 Mei 2019.

Para pihak yang mengucurkan pinjaman tersebut adalah PT Sarana Multi Infrastruktur, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Permata Tbk (BNLI), dan PT Bank Sinhan Indonesia. Pinjaman tersebut memiliki jangka waktu tujuh tahun dengan suku bunga LIBOR 3 bulan ditambah 4,20% per tahun

Sebagai informasi, DSSP Energi merupakan sayap bisnis Dian Swastatika Sentosa yang fokus di bisnis pembangkit listrik. DSSP Power memiliki saham pada DSSP Power Sumsel yang mengoperasikan pembangkit listrik tenaga batubara (PLTU) berkapasitas 300 megawatt (MW).

Dalam mengembangkan bisnis di sektor pembangkit listrik, Dian Swastatika juga memiliki unit bisnis bernama GEAR Renewables Pte Ltd yang baru didirikan awal Mei lalu. Pendirian anak usaha tersebut dilakukan oleh unit bisnis perseroan di Singapura, yakni Golden Energy and Resources Ltd (GEAR).

GEAR merupakan perusahaan yang bergerak di sektor tambang batubara dan memiliki area pertambangan batubara seluas 38.165 hektare, yang tersebar di Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, dan Jambi.

Hingga kini Dian Swastatika tercatat telah memiliki tiga pembangkit listrik swasta (independent power producer/IPP) PLTU. Pertama, IPP PLTU Sumsel-5 berkapasitas 2 X 150 MW di Bayung Lencir, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan. PLTU ini dikelola oleh PT DSSP Power Sumsel, dan sudah beroperasi secara komersial sejak Desember 2016.

Kedua, IPP PLTU Kendari-3 berkapasitas 2 X 50 MW di Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dikelola oleh PT DSSP Power Kendari, dan diharapkan akan dapat beroperasi secara komersial pada akhir 2019. PLTU Kendari-3 ini menelan investasi pembangunan proyek tersebut sekitar US$200 juta.

Selanjutnya, IPP PLTU Kalteng-1 berkapasitas 2 X 100 MW di Tumbang Kajuei, Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah, dikelola oleh PT SKS Listrik Kalimantan, dan juga diharapkan akan dapat beroperasi secara komersial pada akhir 2019. Selain ketiga IPP PLTU tersebut, Dian Swastatika juga memiliki empat captive power plant di Serang, Tanggerang dan Karawang.

Kinerja

Hingga kuartal III-2019, Dian Swastatika Sentosa mengatongi total pendapatan US$ 1,19 miliar, turun 15% dibanding periode sama tahun lalu US$ 1,40 miliar. Kontribusi terbesar pendapatan perseroan berasal dari pertambangan dan batubara US$ 755,12 juta, turun dibanding kuartal III-2018 US$ 767,06 juta.

Selanjutnya segmen penjualan tenaga listrik, konstruksi dan keuangan menyumbang US$ 194,34 juta per September 2019, turun signifikan dari US$ 451,45 juta, sementara jasa perdagangan berkontribusi US$ 173,99 juta, dari US$ 122,10 juta.

Pendapatan jasa penyediaan tenaga uap dan listrik berkontribusi US$ 36,28 juta hingga kuartal III-2019, stagnan dari periode sama tahun lalu US$ 36,15 juta. Sedangkan penyediaan TV kabel dan internet tumbuh tipis menjadi US$ 30,47 juta dari US$ 27,61 juta.

Adapun, beban pokok penjualan perseroan menyusut 13,11% menjadi US$ 769,16 juta, dari US$ 885,29 juta. Sementara laba sebelum pajak perseroan juga menipis signifikan menjadi US$ 88,90 juta, dari US$ 180,97 juta, Alhasil, laba bersih perseroan terkikis 72,52% menjadi US$ 28,13 juta dari US$ 102,40 juta.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN