Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Indoritel.

Indoritel.

Bank Mandiri Kucuri Indoritel Rp 900 Miliar

Minggu, 22 November 2020 | 22:25 WIB
Nabil Al Faruq (nabil.alfaruq@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id — PT Indoritel Makmur Internasional Tbk (DNET) memperoleh fasilitas kredit dari PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) sebesar Rp 900 miliar. Aksi perjanjian kredit ini telah dilakukan pada 18 November 2020. 

Berdasarkan keterbukaan informasi, manajemen perseroan mengatakan, jangka waktu atau tenor yang dimiliki dari fasilitas kredit tersebut 3 tahun 36 bulan sejak penandatangan kredit. Sedangkan suku bunga yang dimiliki 8,50%. Suku bunga dapat berubah sesuai ketentuan yang berlaku di Bank mandiri.

“Tujuan dilakukannya pinjaman kredit untuk general corporate purpose, termasuk namun tidak terbatas untuk aksi korporasi. Selain itu untuk pengembangan usaha yang telah ataupun akan dilaksanakan perseroan,” ungkap manajemen perseroan, Minggu (22/11).

Untuk diketahui, fasilitas kredit tersebut disertai dengan agunan berupa aset perseroan manapun sebagaiamana dipersyaratkan oleh kreditur berdasarkan perjanjian kredit baik sekarang ataupun di kemudian hari. Sementara pembayaran biaya administrasi fee, biaya bunga dan angsuran terkait dengan fasilitas kredit telah diatur sesuai ketentuan pada perjanjian pinjaman. 

Sebelumnya, perseroan dikabarkan optimis membukukan pendapatan Rp 400 miliar akhir tahun ini. Untuk mengejar target tersebut, perseroan fokus melakukan ekspansi infrastruktur serat optik pada anak usahanya, yakni PT Mega Akses Persada (MAP).

Sekretaris Perusahaan Indoritel Makmur Internasional, Kiki Yanto Gunawan mengungkapkan, pada semester I-2020, perseroan mencatatkan pendapatan Rp 203 miliar. “Jadi, sampai akhir tahun, kami optimistis perseroan membukukan pendapatan sesuai target,” ujar dia.

Selain itu, Indoritel Makmur telah menyiapkan anggaran belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp 600 miliar sepanjang tahun ini. Capex tersebut sepenuhnya akan dialokasikan untuk pengembangan jaringan pita lebar MAP. Hingga semester I, realisasi capex mencapai Rp 300 miliar.

Presiden Direktur Indoritel Makmur Internasional Haliman Kustedjo menjelaskan, pandemi Covid-19 mendorong peningkatan permintaan dari pelanggan residensial MAP. Jumlah sambungan pelanggan per akhir Desember 2019 mencapai 66.976 dan ditargetkan mencapai 100.000 sambungan hingga akhir 2020.

Haliman mengemukakan, langkah ekspansi MAP tidak lepas dari kinerja perseroan dengan merek dagang FiberStar selaku pengembang infrastruktur serat optik di Indonesia. Fiberstar menorehkan pertumbuhan 240,25% untuk peningkatan Home Connected Fiber Star menjadi 66.976 unit dan peningkatan 70,85% jumlah HomePassed Fiberstar menjadi 451.266 unit pada 2019.

Peningkatan gelaran kabel, menurut Haliman, tumbuh 41,24% menjadi 17.661 km, sedangkan peningkatan cakupan layanan di kota/kabupaten naik 11,96% menjadi 103 kota/ kabupaten. Bahkan, FiberStar pada 2019 mendapatkan lisensi sebagai network access provider (NAP) yang memungkinkan penambahan segmen layanan interkoneksi lalu lintas data ke global internet (IP). Perusahaan itu pun telah bekerja sama dengan 114 mitra internet service provider serta lebih dari 129 mitra property developer dan non-ISP.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN