Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi Bank MNC. (Foto: Dok )

Ilustrasi Bank MNC. (Foto: Dok )

Bank MNC Incar Dana 'Rights Issue' Rp 4 Triliun

Rabu, 16 Juni 2021 | 05:37 WIB
Lona Olavia

JAKARTA, investor.id - PT Bank MNC Internasional Tbk (BABP) optimistis dapat meraih dana dari penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue senilai Rp 4 triliun. Aksi korporasi ini sebagai syarat agar perseroan masuk ke kategori bank umum kegiatan usaha (BUKU) III atau bank dengan modal inti di atas Rp 5 triliun.

Direktur Utama MNC Investama Darma Putra mengatakan, saat ini Bank MNC telah mendapat lisensi sebagai bank digital (digital banking) dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dengan lisensi tersebut, banyak perusahaan pengelola dana investasi (hedge fund) dan investor ritel yang sudah mengajukan minatnya terhadap Bank MNC.

“Setiap hari hampir 2-3 kali kami presentasi ke fund besar dan ritel serta institusi lokal. Namun, hingga saat ini manajemen belum memutuskan siapa yang akan bergabung nanti,” ujar Darma dalam public expose insidentil PT MNC Investama Tbk (BHIT), Selasa (15/6).

Dia menjelaskan, tidak menutup kemungkinan perseroan akan mencari investor strategis seperti dari Jepang, karena minatnya luar biasa pada digital banking, seperti Marubeni, Sumitomo, yang sudah berkali-kali datang. “Terakhir kemarin juga ada fund besar yang fokusnya di investasi digital sudah datang ke kami, dan kami presentasikan tentang rencana ke depan digitalisasi dari financial services under MNC Kapital,” ungkap Darma.

Bank MNC menargetkan dapat menyelesaikan rights issue sebanyak 14,23 miliar saham pada Agustus 2021. Rencana aksi korporasi itu telah mendapatkan persetujuan pemegang saham dalam RUPSLB yang digelar pada 9 Juni 2021.

Selanjutnya, perseroan menargetkan dapat mengantongi pernyataan efektif dari OJK pada 30 Juli 2021. Dalam informasi penawaran umum terbatas VIII (PUT VIII), MNC Bank akan melakukan menerbitkan saham baru sebanyak-banyaknya 14,23 miliar saham seri B dengan nilai nominal Rp 50 per saham atau sebesar 33,33% dari modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan setelah PUT VIII. 

HMETD ini diperdagangkan di BEI dan dilaksanakan mulai 16 Agustus 2021 sampai dengan 30 Agustus 2021. Pencatatan atas saham yang ditawarkan ini seluruhnya dilakukan pada BEI pada 14 Agustus 2021.

Tanggal terakhir pelaksanaan HMETD adalah 30 Agustus 2021 di mana hak yang tidak dilaksanakan pada tanggal tersebut tidak berlaku lagi. Seluruh dana yang diperoleh dari PUT VIII setelah dikurangi dengan biaya-biaya emisi, akan dipergunakan seluruhnya untuk memperkuat struktur permodalan, memperluas kapasitas pinjaman MNC Bank secara digital, dan akuisisi pengguna untuk mendukung pertumbuhan, dan mendukung pengembangan aplikasi MotionBanking.

MNC Investama atau Holding Grup MNC ini, jelas Darma, juga akan menggelar rights issue sebanyak-banyaknya 12.952.851.616 saham atau sebanyak-banyaknya 15,38% dari jumlah modal ditempatkan dan disetor (tidak termasuk saham treasury) setelah terlaksananya penambahan modal dengan HMETD dengan nilai nominal Rp 100. Perseroan akan menggunakan dana rights issue antara lain sebesar US$ 148,73 juta atau setara dengan Rp 2,12 triliun untuk mengkonversi sebagian obligasi bersifat senior perseroan menjadi saham perseroan, dan sisanya akan digunakan untuk modal kerja.

Selain itu, MNC Investama juga akan menggelar private placement dengan menerbitkan sebanyak-banyaknya 778.042.132 saham dengan nilai nominal Rp 100. Jumlah itu sebanyak-banyaknya 1,15% dari seluruh saham yang telah disetor penuh dalam perseroan.

Adapun jumlah modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan setelah dua aksi korporasi tersebut meningkat menjadi sebanyak-banyaknya 87.496.992.582 saham. Dampak dari dua aksi korporasi ini antara lain akan mengalami penurunan atau dilusi kepemilikan saham sebanyak-banyaknya 15,38% setelah rights issue dan 0,92% setelah private placement. ”Kami akan gelar RUPSLB pada 6 Juli 2021 meminta persetujuan pemegang saham untuk rights issue,” pungkas Darma.

Kinerja Bertumbuh

Terkait kinerja akhir tahun ini, MNC Investama ditargetkan bisa bertumbuh 15%-20% baik di sisi pendapatan maupun laba bersih. Kenaikan kinerja salah satunya didukung oleh berlangsungnya Piala Eropa Juni-Juli 2021 yang disiarkan langsung di jaringan televisi MNC Group.

”Piala Eropa akan meningkatkan kinerja kami, dengan Pay TV karena kami jualan voucher dan free to air banyak yang menonton, pengiklan utama akan masuk. Sehingga dengan adanya Euro Cup akan ada tambahan revenue yang signifikan,” sebut Darma.

Adapun untuk menggapainya, emiten milik taipan Hary Tanoesoedibjo ini menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar US$ 60 juta untuk di bisnis media. Lalu, sebesar US$ 20 juta untuk meningkatkan kapasitas digital bisnis di lini financial services.

Di sisi lain, anak usaha dari PT MNC Vision Networks Tbk (IPTV), PT Asia Vision Network (AVN) diharapkan bisa melakukan penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham di Bursa Nasdaq, Amerika Serikat, pada Agustus mendatang. Pencatatan ini akan dilakukan melalui perusahaan akuisisi bertujuan khusus atau Special Purpose Acquisition Company (SPAC).

Dari aksi ini nantinya perusahaan akan mendapatkan dana segar US$ 135 juta. Dana ini akan digunakan perusahaan untuk pembangunan jaringan broadband serat optik, pengembangan konten dan penyempurnaan sistem dan teknologi aplikasi OTT.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN