Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Bank Muamalat.

Bank Muamalat.

Bank Muamalat Berencana Rights Issue Akhir 2019

Gita Rossiana, Kamis, 15 Agustus 2019 | 20:39 WIB

JAKARTA, investor.id – PT Bank Muamalat Indonesia Tbk berencana memperbarui persyaratan administrasi terkait aksi penambahan modal melalui hak memesan efek terlebih dahulu (rights issue). Pemenuhan persyaratan ini diharapkan bisa segera selesai, sehingga perseroan bisa merealisasikan rights issue paling lambat akhir 2019.

Sekretaris Perusahaan Bank Muamalat Hayunaji mengatakan, pada awalnya, perseroan berencana melakukan rights issue pada akhir Juni atau awal Juli 2019. Namun, hal tersebut belum bisa dilakukan, sehingga perseroan harus memundurkan jadwal aksi korporasi tersebut.

Karena itu, bank syariah pertama di Indonesia ini harus menyesuaikan prospektus dan persyaratan administratif lainnya agar bisa merealisasikan rights issue tahun ini. "Akan ada informasi tambahan pada prospektus kami," kata Hayunaji kepada Investor Daily di Jakarta, Kamis (15/8).

Salah satu penyesuaian yang harus dilakukan perseroan adalah penggunaan laporan keuangan audit sebagai kelengkapan rights issue. Awalnya, perseroan menggunakan laporan keuangan per Desember 2018 yang telah diaudit.

Kali ini, perseroan harus menggunakan laporan keuangan audit terbaru, yakni periode Juni 2019. Pasalnya, laporan keuangan Desember 2018 sudah tidak valid sebagai kelengkapan rencana rights issue. "Batas waktunya kan 6 bulan, bulan Juni sudah lewat, sehingga kami harus menggunakan laporan keuangan terbaru," kata dia.

Dengan batas waktu enam bulan tersebut pula, perseroan harus bergegas untuk menyelesaikan persyaratan administratif agar bisa merealisasikan rights issue tahun ini. "Kami juga terus berkoordinasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terkait persyaratan administratif ini," ujar dia.

Menurut Hayunaji, target dana rights issue masih sesuai dengan hasil rapat umum pemegang saham (RUPS). Pada RUPS tersebut disetujui penerbitan saham baru senilai Rp 2 triliun. "Selain itu, investor juga akan menyetorkan dana Rp 2,2 triliun melalui instrumen lainnya seperti sukuk subdebt," kata dia.

Pada RUPS yang digelar pada 17 Mei 2019, Konsorsium Al Falah Investments Pte Ltd yang dipimpin oleh Ilham Habibie akan mengakuisisi mayoritas saham Bank Muamalat sebesar 50,3%. Adapun dana suntikan modal sebesar Rp 1,7 triliun dari konsorsium telah disetor dalam escrow account pada 30 April 2019.

Selain itu, Koperasi Simpan Pinjam Jasa (Kospin) dan Lynx Asia telah menempatkan dana Rp 300 miliar pada escrow account masing-masing sebesar Rp 250 miliar dan Rp 50 miliar.

Hingga Juni 2019, perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp 5,08 miliar, menurun 95% dibandingkan Juni 2018 yang mencapai Rp 103,73 miliar. Hal ini disebabkan pendapatan setelah distribusi bagi hasil menurun menjadi Rp 203,34 miliar dari Juni 2018 yang mencapai Rp 637,54 miliar.

Aset perseroan juga tercatat menurun dari Rp 57,22 triliun pada Desember 2018 menjadi Rp 54,57 triliun pada Juni 2019. Penurunan aset terutama terjadi pada piutang murabahah yang menjadi Rp 20,01 triliun pada Juni 2019, setelah pada Desember 2018 bisa membukukan sebesar Rp 21,61 triliun.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN