Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
duit bank indonesia

duit bank indonesia

Bank Oke Bidik Dana "Rights Issue" Senilai Rp 499,71 Miliar

Gita Rossiana, Kamis, 10 Oktober 2019 | 20:39 WIB

JAKARTA, Investor.id -  PT Bank Oke Indonesia Tbk (DNAR) berencana menggelar penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau right issue dengan target dana Rp 499,71 miliar. Sedangkan bertindak sebagai pembeli siaga rights issue tersebut adalah Apro Financial Co Ltd yang juga pemegang saham pengendali perseroan.

Berdasarkan keterbukaan informasi yang disampaikan perseroan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) disebutkan Bank Oke akan melepas sebanyak 2,53 miliar saham baru dengan harga pelaksanaan Rp 197 per unit, sehingga total dana yang diraup berpotensi mencapai Rp 499,17 miliar.

Manajemen perseroan menyebutkan bahwa Apro Financial telah menyatakan kesanggupan untuk menjadi pembeli siaga. Apro Financial merupakan pemegang saham utama perseroan dengan kepemilikan sebesar 91,33%. Sementara sisanya dimiliki oleh masyarakat sebanyak 8,67%.

Dana yang diperoleh dari hasil penerbitan right issue akan digunakan untuk pengembangan usaha perseroan. Sementara sampai Juli 2019, perseroan membukukan rugi bersih tahun berjalan sebesar Rp 18,87 miliar. Nilai ini menurun dibandingkan Juli 2018 yang masih membukukan laba bersih Rp 5,94 miliar.

Pendapatan bunga tercatat Rp 230,44 miliar atau naik dari realisasi semester I-2018 yang mencapai Rp 118,13 miliar. Peningkatan pendapatan bunga juga seiring peningkatan beban bunga dari Rp 68,82 miliar pada Juli 2018 menjadi Rp 109,06 miliar pada Juli 2019.

Pada Juli 2019 lalu, PT Bank Dinar Indonesia secara resmi mengantongi izin penggabungan usaha dengan PT Bank Oke Indonesia dari Otoritas Jasa Keuangan. Otoritas memberikan izin merger Bank Oke ke dalam Bank Dinar lewat Surat Keputusan OJK nomor Kep-104/D.03/2019 bertanggal 21 Juni 2019 yang diteken oleh Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Heru Kristiyana.

Sedangkan Apro Financial telah meraih izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk mengakuisisi 77,3% saham PT Bank Dinar Tbk (DNAR) pada 2018. Kemudian Apro Financial berniat menggabungkan Bank Dinar dengan Bank Oke Indonesia yang telah dikuasai sahamnya hingga 99%.

Dalam hal ini, Apro Financial berkomitmen menggabungkan Bank Dinar dengan Bank Oke Indonesia sebagai bentuk dukungan konsolidasi perbankan dan sesuai dengan ketentuan yang diberikan OJK.

“Ekspansi bisnis Apro Financial yang merupakan investor asal Korea Selatan itu perlu dicatat sebagai semangat dari Asia untuk memajukan perekonomian Indonesia melalui perbankan. Setelah sekian lama, akhirnya akuisisi Bank Dinar oleh Apro Financial dapat terlaksana dan selanjutnya akan ada penggabungan bisnis antara Bank Oke Indonesia dan Bank Dinar yang sejalan dengan rencana merger,” ujar manajemen Bank Oke Indonesia.

Apro Financial menyatakan kesiapannya untuk berkontribusi memajukan industri perbankan Indonesia. Hal ini akan dilakukan dengan sumber daya modal yang signifikan, layanan produk berbasis teknologi, memperluas jaringan cabang, membuka lapangan kerja baru, tanggung jawab sosial perusahaan, maupun mengenai pemenuhan pajak.

Selanjutnya, dalam jangka panjang Apro Financial akan meningkatkan modal bank yang diakuisisinya menjadi bank umum kegiatan usaha (BUKU) III secara organik maupun anorganik. Secara ketentuan yang berlaku, bank golongan BUKU III harus memiliki minimal modal Rp 5 triliun.

“Bank hasil merger Bank Oke Indonesia dan Bank Dinar akan bernama Bank Oke Indonesia dan menjalankan bisnis penyaluran kredit di bidang usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), bank perkreditan rakyat (BPR), kreditor individu, ataupun korporasi yang berorientasi ekspor, proyek infrastruktur, dan investasi tambahan di sektor keuangan Indonesia,” papar manajemen Bank Oke Indonesia.

Perihal rencana Apro Financial mengakuisisi Bank Dinar sebelumnya telah disampaikan manajemen Bank Dinar melalui keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 16 November 2016. Ketika itu, diinformasikan ada penandatanganan perjanjian pembelian saham bersyarat antara pemegang saham Bank Dinar dengan Apro Financial.

Dalam kesepakatan itu, Apro Financial akan mengambil alih saham Bank Dinar hingga 77,3%. Sebelumnya, Apro Financial juga telah mengakuisisi PT Bank Andara, yang kemudian namanya berubah menjadi Bank Oke Indonesia.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA