Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Presiden Direktur PT PaninBank Tbk Herwidayatmo bersama Wakil Presiden Direktur Roosniati Salihin pada saat peluncuran Program Panin Super Bonanza 2020 dengan hadiah spektakuler berupa uang tunai Rp 4 Miliar per bulan yang diundi setiap bulan, mulai 1 Maret 2020 hingga 31 Juli 2021.

Presiden Direktur PT PaninBank Tbk Herwidayatmo bersama Wakil Presiden Direktur Roosniati Salihin pada saat peluncuran Program Panin Super Bonanza 2020 dengan hadiah spektakuler berupa uang tunai Rp 4 Miliar per bulan yang diundi setiap bulan, mulai 1 Maret 2020 hingga 31 Juli 2021.

Bank Panin Raih Laba Bersih Rp 2,34 Triliun Hingga Kuartal III

Rabu, 28 Oktober 2020 | 15:11 WIB
Nida Sahara ( nida.sahara@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - PT Bank Pan Indonesia Tbk (Panin) mencatatkan laba bersih konsolidasi sebesar Rp 2,34 triliun hingga September 2020, menurun 6,77% secara tahunan (year on year/yoy). Penurunan disebabkan meningkatnya biaya pencadangan pada kuartal III-2020 96,79% (yoy) menjadi Rp 1,78 triliun, untuk memitigasi dampak Covid-19.

Presiden Direktur Bank Panin Herwidayatmo mengatakan, meskipun secara konsolidasi laba bersih mengalami penurunan akibat pencadangan yang meningkat, namun secara individual bank (bank only) sampai dengan kuartal III-2020 perseroan berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp 2,33 triliun, meningkat 5,2% (yoy).

Secara konsolidasi, laba operasional sebelum pencadangan tumbuh sebesar 12,1% (yoy) menjadi Rp 4,76 triliun. Peningkatan pendapatan operasional sebelum pencadangan terutama dikontribusikan oleh pertumbuhan fee based income yang mencapai Rp 2,26 triliun, naik 79,2% (yoy). Hal ini sejalan dengan meningkatnya transaksi surat-surat berharga di tengah kecenderungan penurunan suku bunga pasar.

"Kami bersyukur dapat menjaga pertumbuhan laba, didukung dengan posisi likuiditas dan permodalan yang kuat. Dengan sinergi bisnis yang menyeluruh baik di sektor perkreditan, treasury, dan jasa-jasa. Kami berhasil menjaga pertumbuhan di tengah periode yang cukup berat bagi semua industri akibat pandemi Covid-19. Keberhasilan tersebut memberikan angin segar dan optimisme untuk terus tumbuh dan berkembang," ujar Herwidayatmo, Rabu (28/10).

Biaya Pencadangan Naik 96,9%
Sejalan dengan prinsip kehati-hatian dalam menghadapi dampak Covid-19, sampai dengan kuartal III-2020, PaninBank telah mengalokasikan biaya pencadangan penurunan kualitas aset yang cukup signifikan sebesar Rp 1,78 triliun, meningkat 96,9% dari periode yang sama tahun lalu. "Kami mengantisipasi dan memperhitungkan potensi peningkatan kredit bermasalah sebagai akibat dari perlambatan pertumbuhan perekonomian, yang berdampak pada meningkatnya profil risiko portofolio kredit," ungkap dia.

Dia memaparkan, total aset konsolidasi mencapai Rp 216,59 triliun, naik dari periode yang sama tahun 2019 sebesar Rp 212,67 triliun. Total kredit sebesar Rp 133,93 triliun, mengalami penurunan sebesar 12,9% terutama disebabkan oleh perlambatan pertumbuhan kredit di tengah lambatnya pertumbuhan perekonomian di Indonesia dan penerapan prinsip kehati-hatian untuk menjaga kualitas portofolio kredit.

Pihaknya mengharapkan tahun depan prospek kredit lebih baik dibandingkan tahun ini. "Insya Allah tahun depan lebih baik," ujar Herwid.

Perseroan juga terus mendukung upaya pemerintah dalam menghadapi dampak dari pandemi Covid-19 di Indonesia, di antaranya dengan menjalankan stimulus yang ditetapkan oleh pemerintah dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui program restrukturisasi dan relaksasi kredit terhadap nasabah yang usahanya terdampak oleh Covid-19. 

Likuiditas, lanjut dia, juga terjaga dengan baik, yang dibuktikan dengan peningkatan dana pihak ketiga (DPK) sebesar 7,0% (yoy) menjadi Rp 146,44 triliun. Pertumbuhan tabungan 14,3% dan giro sebesar 10,8% (yoy) yang lebih tinggi dari pertumbuhan DPK, menunjukkan bahwa perseroan terus mendorong peningkatan CASA.

Sedangkan rasio likuiditas loan to deposit ratio (LDR) berada pada posisi optimum sebesar 84,2% di bulan September 2020.

Dari sisi permodalan, capital adequacy ratio (CAR) juga terjaga dengan kuat pada posisi September 2020 sebesar 27,3%, meningkat dibanding pada periode yang sama tahun lalu yaitu 23,3%, dan jauh lebih tinggi dari ketentuan minimum permodalan yang berlaku.

Rasio kredit macet (non performing loan/NPL) gross sedikit meningkat ke level 3,05% dibandingkan dengan September 2019 yang sebesar 2,99%, sedangkan NPL net turun signifikan pada level 0,58 dibandingkan posisi September 2019 sebesar 0,81%. 

Herwid mengaku, pihaknya melakukan upaya berkelanjutan untuk perbaikan NPL melalui restrukturisasi kredit bermasalah, penghapusan kredit, dan pertumbuhan kredit lancar. Sampai dengan kuartal III tahun 2020 perseroan melaksanakan program restrukturisasi dan relaksasi kredit bagi nasabah yang terdampak Covid-19 sekitar 24% dari portofolio kredit yang diberikan.

Perseroan juga terus memperkuat layanan perbankan elektronik dan digital yang semakin lengkap, dengan memposisikan Mobile Panin dan Internet Panin sebagai jalur transaksi utama bagi nasabah dalam masa pandemi. Hal ini terlihat dari peningkatan jumlah transaksi melalui saluran perbankan elektronik dengan disertai kenaikan pendaftar baru dibanding dengan pencapaian akhir 2019.

Editor : Esther Nuky (esther@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN