Menu
Sign in
@ Contact
Search
Nasabah menunggu pelayanan di Bank Syariah Indonesia (BSI) di Pamulang, Tangerang Selatan, Banten.   Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Nasabah menunggu pelayanan di Bank Syariah Indonesia (BSI) di Pamulang, Tangerang Selatan, Banten. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Bank Syariah Indonesia (BRIS) Dikabarkan Rights Issue, Simak Saran Analis

Selasa, 9 Agustus 2022 | 13:15 WIB
Novy Lumanauw (novy@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id — PT Bank Syariah Indonesia Tbk atau BSI (BRIS) dikabarkan akan melakukan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau rights issue pada kuartal III-2022. Analis pasar modal menilai kinerja secara fundamental yang apik dari bank syariah terbesar di Indonesia tersebut dapat menjadi salah satu pertimbangan bagi investor untuk menyerap saham baru BRIS.

Seperti diketahui, Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo sebelumnya mengatakan target dana yang akan diincar dalam rights issue BRIS adalah sebesar Rp5 triliun. Aksi korporasi tersebut dilakukan untuk memenuhi aturan free float dan ekspansi bisnis BSI. Adapun, batas minimal free float atau saham publik yang beredar sebesar 7,5%, sedangkan kepemilikan publik di BRIS 7,08%.

Pengamat pasar modal Reza Priyambada mengatakan ada beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh investor bila hendak menyerap saham baru BRIS. “Pertimbangan pertama kinerja BSI bagus, artinya secara fundamental ini perusahaan sehat,” kata Reza di Jakarta, Selasa (9/8/2022).

Baca juga: Konsolidasi BRIS dan UUS BTN Perkuat Fokus Bank Pemerintah

Dengan demikian, kata Reza, harga saham baru akan menjadi menarik, karena lazimnya ditawarkan di bawah harga pasar yang berlaku. Pada pembukaan perdagangan hari ini, Selasa (9/8/2022), saham BRIS bertengger pada level Rp1.580, setelah sebelumnya sempat terjun ke Rp1.285 pada awal Juli 2022.

Reza juga menambahkan pertimbangan lain adalah likudiitas saham di pasar. Dengan bertambahnya kepemilikan publik, artinya saham BRIS akan berpotensi semakin banyak ditransaksikan dalam satu waktu. Adapun likuiditas saham adalah ukuran jumlah transaksi suatu saham dalam suatu periode tertentu. Semakin tinggi jumlah transaksi, berarti semakin tinggi pula tingkat likuiditas saham tersebut.

Terpisah, Pendiri Syariah Saham Asep Muhammad Saepul Islam mengatakan, tingginya minat investor dalam aksi korporasi yang dilakukan BSI nantinya tergantung pada rencana penggunaan dana segar tersebut. Satu katalisator terbesar menurutnya adalah penggunaan dana untuk mengakuisisi unit usaha syariah PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Bila melihat kinerja, UUS BTN membukukan pertumbuhan laba yang tidak kalah baik dengan BSI. Fokus utama BTN Syariah yang menggarap segmen KPR akan memperkaya kemampuan BSI dalam menyalurkan pembiayaan.

Baca juga: Dahsyat, Saham Bank Raya (AGRO) dan Bank Syariah (BRIS) Tiba-tiba Melesat

“Berkaca pada BBRI juga pernah rights issue karena waktu itu ada isu (pembentukan) holding ultra mikro (Pegadaian dan PNM). Maka, tinggi (menarik bagi investor) bagaimana nanti dana rights issue ini mau digunakan untuk apa oleh BRIS,” kata Asep.

Selain itu, sentimen lainnya adalah apabila BSI dapat mengembangkan digitalisasi. Asep memandang digitalisasi akan lebih mudah lagi untuk mengerek sentimen positif, sebab kata kunci pertumbuhan adalah terletak pada generasi Z dan digitalisasi. “Kalau BSI bisa masuk di bidang itu, BSI akan dikenal generasi Z dan digital banking-nya lebih dikenal juga oleh khalayak,” terangnya.

Asep menilai, dalam menerbitkan saham baru, BSI akan diuntungkan satu faktor alami yang dimiliki oleh perusahaan berbasis syariah. Ada investor bank syariah yang tipikalnya loyalis, bukan oportunis ini untung atau tidak, tetapi karena saham Syariah. Adapun, dari sisi teknikal, saham BRIS terpantau cukup kuat untuk menjaga harga. Hal ini terlihat saat saham jatuh ke titik paling rendah tahun ini atau ke level Rp1.285, harganya kembali rebound ke level Rp1.500-Rp1.600.

Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com